
Risa masih menunduk sambil berusaha menahan air mata yang sudah menggunung di pelupuk matanya, tangannya terus menggenggam erat tangan sahabatnya, Monica terlihat sangat marah mendengar ucapan Devi dan cibiran beberapa karyawan yang sudah benar benar keterlaluan.
- - -
Davian berjalan dengan tergesa menuju lift, wajahnya sangat mengguratkan kemarahannya, Sam mengejar Davian dengan sedikit berlari, sekretaris Davian bahkan tidak berani menyapa Davian yang baru saja keluar dari ruangannya.
Davian baru saja menerima laporan dari Sam tentang hal yang mungkin membuat Risa sedih, melalui bawahannya Sam mendengar bahwa Risa di olok olok oleh beberapa karyawan di bagian keuangan bahkan oleh direktur keuangan karena Risa memberitahu perihal pertunangannya dengan Davian.
Davian berhenti sesaat di depan pintu bagian keuangan, dia mengepalkan tangannya erat, dari depan ruangan itu Davian dapat mendengar teriakan Devi yang sedang menghina Risa, ada juga suara tawa yang terdengar saling bersahutan.
"Sam." Panggil Davian.
Sam langsung membuka pintu dengan suara yang cukup keras.
Ruangan yang tadi sangat gaduh seketika berubah menjadi hening melihat Davian dan Sam berdiri di sana, Sam berdiri dengan wajah datarnya seperti biasa, sedangkan Davian terlihat memerah wajahnya menandakan kemarahannya.
Devi yang sedari tadi bersuara lantang langsung terdiam, dia langsung menundukkan kepalanya melihat kedatangan dua orang penting itu, bagi Devi wajah datar Sam terlihat lebih mengerikan dari pada wajah marah Davian.
Davian berjalan mendekati Risa yang terlihat sedang menunduk sambil menangis, senyum sinis langsung terpampang di wajah Monica mengetahui kedatangan Davian.
"Angkat kepalamu." Ucap Davian sembari memegang lembut kepala Risa.
"Dav." Ucap Risa kaget melihat Davian sudah berdiri di depannya.
__ADS_1
Davian melihat wajah Risa yang telah basah dengan air matanya langsung mengeratkan giginya.
"Sam." Ucap Davian dengan suara tinggi
Sam berjalan mendekati Davian sambil menatap tajam semua orang yang berada di ruangan itu.
"Bereskan semua." Ucap Davian sambil menarik tangan Risa untuk berdiri.
Risa melepaskan genggaman tangannya pada Monica, dia berdiri setelah Davian menari tangannya.
"Dav." Ucap Risa dengan suara parau
Davian langsung menatap tajam Risa, Risa memilih menghindari tatapan Davian yang terlihat sangat mengerikan.
Risa hanya mengikuti Davian berjalan keluar ruangan itu, jangankan berbicara melihat wajah Davian saja Risa sudah ketakutan.
Setelah kepergian Davian Sam memerintahkan semua karyawan berbaris di depannya tak terkecuali Monica, semua karyawan tertunduk dengan muka pucat pasi, tapi ada satu orang yang tersenyum puas melihat semua itu, Monica bahkan ingin sekali tertawa tapi dia sadar akan situasi itu.
- - -
Davian baru saja mengantarkan Risa ke ruangannya, dia meninggalkan Risa dan menyuruhnya menunggu di situ sampai Davian kembali.
"Dav." Ucap Risa sebelum Davian keluar ruangan nya.
__ADS_1
"Apa?" Jawab Davian singkat.
"Aku tidak apa apa Dav, maafkanlah mereka." Ucap Risa berusaha menenangkan Davian, dia sudah bisa menebak bahwa Davian sudah tahu semua yang terjadi di ruang keuangan.
Davian mendengus kesal.
"Tapi aku tidak bisa terima perlakuan mereka Ris." Ucap Davian dengan nada yang memperlihatkan emosinya.
"Aku mohon Dav." Risa berlutut sambil memeluk kaki Davian.
"Bangunlah." Ucap Davian.
Risa masih terus memeluk kaki Davian, entah dari mana keberanian Risa muncul
Davian yang tidak bisa melihat Risa memohon akhirnya mau mengabulkan permintaan Risa.
"Baiklah aku akan memaafkan mereka tapi dengan satu syarat." Ucap Davian yang sudah mulai tenang.
"Katakanlah Dav." Jawab Risa sambil mendongakkan kepalanya.
"Kamu akan aku pindahkan ke bagian lain." Ucap Davian yang langsung di balas anggukkan kepala oleh Risa.
Risa memohon pada Davian bukan tanpa alasan, walaupun banyak dari mereka yang menyakiti Risa, tapi Risa merasa itu hanyalah kesalahpahaman saja bagaimana pun diawal Risa bekerja banyak dari mereka yang membantu Risa.
__ADS_1