
Davian masih duduk di cafe, dia belum bisa menerima keputusan dari Andini, seperti tersambar petir mendengar ucapan Andini, hatinya benar benar hancur, dia merasa hubungan yang sudah bertahun tahun dia bangun hancur begitu saja tanpa ada kesan saat perpisahan.
Tanpa terasa air mata menetes dan mengalir deras di wajah Davian, dia tidak menghiraukan pandangan dari orang orang di sekitarnya pikirannya sedang kacau bahkan dia ingin sekali menghancurkan tempat ini.
"Ada apa Dav?" tanya David saat melihat keadaan Davian yang begitu kacau.
David langsung datang ke cafe tempat Andini mengakhiri hubungan nya dengan Davian, David sangat peduli dengan hubungan mereka makanya ketika David di hubungi oleh Davian tanpa menunggu lama dia langsung menuju cafe itu.
Davian masih terdiam tidak menjawab pertanyaan David.
"Apa yang terjadi?" tanya David yang mulai kesal dengan sikap Davian yang diam tanpa memberi jawaban apapun.
"Baiklah aku akan pergi, mungkin kamu butuh waktu sendiri." ucap David putus asa karena Davian terus diam.
Saat David baru hendak melangkah pergi Davian mengeluarkan suara.
"Andini mengakhiri hubungan kita." ucap Davian yang langsung membuat David menoleh dan menatap dengan tatapan tidak percaya.
"Minumlah." ucap David sambil menyodorkan minuman ke depan Davian.
__ADS_1
Davian meminum air yang di sodorkan oleh David, dia sudah bisa menguasai kembali dirinya.
"Ceritakan apa yang terjadi!" ucap David datar, dia menatap Davian dengan tajam tapi di balik tatapan tajam itu dia merasa prihatin dengan Davian yang terlihat begitu kacau.
"Andini hanya meminta maaf lalu memutuskan ku tanpa memberikan alasan apapun." jawab Davian dengan suara lirih.
"Apa kamu ada masalah dengan Andini sebelumnya?" tanya David.
Davian diam sesaat kemudian menggeleng, dia berfikir mengingat semua hal yang berkaitan dengan Andini belakangan ini.
"Andini menjauhiku belakangan ini." ucap Davian yang membuat David berfikir.
"Mungkin," jawab Davian terhenti sesaat "Beberapa waktu lalu ada orang yang mendatangiku, dia orang suruhan om Wisnu." ucap Davian sambil menatap nanar ke segala arah.
"Apa yang dia katakan?" David sudah bisa menebak akar dari permasalahan mereka.
"Jauhi Andini atau Andini akan kehilangan ku selamanya." jawab Davian dengan ekspresi wajah yang menunjukkan emosinya mulai meninggi.
- - -
__ADS_1
Andini berlari memasuki kantor sambil menangis, Aditya yang baru tiba pun bingung melihat Andini yang menangis dia mengejar Andini tapi Andini sudah lebih dulu menaiki lift.
"Ayo ikut." ucap Aditya begitu memasuki ruangan Andini.
Andini masih terdiam di kursinya, dia masih menundukkan kepala bahkan mengacuhkan ucapan Aditya.
"Apa kamu sudah menyepelekan ucapan ku sekarang!" ucap Aditya dengan nada tinggi, Andini yang terkejut dan langsung menatap Aditya dengan tajam.
Andini berlalu menuju toilet di ruangannya, Aditya masih berdiri diam menunggu Andini, Aditya terpaksa berbicara keras agar Andini mengikutinya, Aditya hanya ingin tahu penyebab Andini menangis.
"Kemana?" tanya Andini setelah keluar dari toilet untuk merapikan diri.
"Ikut saja." jawab Aditya langsung menggandeng tangan Andini.
Tanpa Andini sadari Aditya membawanya ke cafe tempat dia dan davian Bertemu, dari kejauhan Andini dapat melihat David yang sedang duduk di depan Davian, Aditya belum menyadari ada David disana, Andini langsung melepas genggaman tangan Aditya berniat pergi dari cafe, tapi tangan Aditya lebih kuat menarik Andini.
Aditya memasuki cafe sambil menarik tangan Andini, Andini terus berusaha melepaskan diri, dari kejauhan Aditya terkejut melihat David sedang duduk bersama seseorang, Aditya tidak mengenali orang yang duduk di depan David karena posisinya membelakangi Aditya, tanpa berpikir panjang Aditya menarik tangan Andini menuju arah David.
David langsung berdiri melihat kedatangan Aditya dan Andini, Davian yang melihat hal tersebut refleks menoleh karena melihat tatapan tajam David ke arah belakang Davian.
__ADS_1