
David menatap setiap orang yang ada di hadapannya tanpa ekspresi, hampir semua keluarga besar Wardhana mengenalnya, David salah satu pengusaha muda paling sukses dan menerima penghargaan tahun ini
"Apa kabar kak David?" sapa Aditya berbasa basi.
David terus berjalan menuju kursi sebelah nyonya Lisa tanpa menjawab sapaan dari Aditya, tuan Wisnu menatap David tajam tapi David seakan tak peduli dengan tatapan itu.
"Apa kabar pengusaha muda?" sapa taun Wardhana menyapa David yang baru duduk di hadapannya.
"Baik." jawab David singkat
Meraka sudah mengetahui sifat David jadi tidak mempermasalahkan sikap David yang acuh dan dingin.
"Saya sebagai tuan rumah mohon maaf apabila ada kekurangan kepada keluarga besar pak Wardhana." ucap tuan Wisnu ramah sebagai salam perpisahan dari pertemuan keluarga itu.
"Sejak kapan papa jadi ramah dan suka berbasa basi." gerutu David dalam hati.
Sepanjang acara Andini selalu menggandeng lengan David seperti meminta perlindungan padanya, senyum yang sebelumnya hilang akhirnya muncul setelah kedatangan David.
"Kami permisi dulu, terimakasih atas sambutan dari keluarga pak Wisnu." ucap pak Wardhana.
Pertemuan keluarga itu berakhir setelah dua jam mereka mengobrol dan sesekali bercanda, setelah kedatangan David, Aditya hanya diam tidak berani menggoda Andini yang duduk di sebelah kakaknya.
Tuan Wisnu masuk kembali kerumah setelah mengantar ke depan keluarga pak Wardhana pulang.
David berjalan menghampiri tuan Wisnu yang baru masuk ke dalam rumah
__ADS_1
"Pah ada yang mau David bicarakan." ucap David setelah sampai di depan tuan Wisnu
Tuan Wisnu menatap David sesaat, dia menerka nerka apa yang hendak David bicarakan, kemungkinan ada hubungannya dengan Andini, karena tuan Wisnu melihat perubahan sikap David sepanjang acara pertemuan tadi.
"Bersihkan dirimu dulu, temui papa di ruang kerja!" tuan Wisnu berjalan melewati David.
"Kak apa kakak sudah bicara dengan papa?" tanya Andini dengan manja kepada David setelah tuan Wisnu pergi.
"Kakak yang mengatur semua, kamu beritahu saja Davian agar menuruti perintah kakak." jawab David dengan mengelus kepala Andini.
"Terimakasih kak." jawab Andini dengan senang sambil memeluk David.
"Jangan pernah menangis di depan kakak!" ucap David datar.
"Hu um." Jawab Andini sambil mengangguk kan kepalanya
- - -
"Halo Din." sapa Davian.
"Sayang." ucap Andini manja yang membuat Davian tersenyum membayangkan ekspresi wanita yang di cintainya itu.
"Bagaimana tadi?" tanya Davian penasaran.
"Membosankan, untung ada kak David." jawab Andini.
__ADS_1
"Terus bagaimana kelanjutan nya lagi?" tanya Davian dengan rasa yang ber debat debar.
"Tadi ada obrolan tentang pertunangan, tapi kak David mau bicara sama papa dulu." jawab Andini.
Mereka melanjutkan obrolan ke hal hal lain, sejenak mereka melupakan masalah yang sedang di hadapinya dengan canda tawa.
- - -
"Apa kamu mau bicara tantang Andini vid?" tanya tuan Wisnu dengan nada sedikit menekan.
David sebetulnya sudah menduga papa nya akan menebak arah pembicaraan mereka pasti seputar Andini.
"Tidak pah!" Jawab David sambil menggelengkan kepala.
"Lantas?" tanya tuan Wisnu penuh selidik, tapi David adalah orang yang mampu menyembunyikan ekspresi, walaupun itu tuan Wisnu tak mudah untuk menebak ekspresi David.
"David akan menikah!" ucap David yang membuat tuan Wisnu terkejut.
"Maksud kamu?" tanya tuan Wisnu memastikan.
"David akan menikah enam bulan lagi dengan Sinta." ucap David meyakinkan.
Beberapa kali orang tua David menanyakan perihal rencana pernikahan David, tapi David selalu mengacuhkannya, David pernah marah besar kepada ayahnya ketika dia hendak menjodohkan nya dengan Sinta anak dari kolega bisnis tuan Wisnu.
"Apa yang membuatmu menerima Sinta?" tanya tuan Wisnu dengan rasa tidak percaya.
__ADS_1
"Biarlah hanya David yang tahu." jawab David singkat.
Dengan adanya pernikahan David otomatis acara pernikahan Andini sudah pasti di undur minimal 6 bulan ke depan, David mengorbankan dirinya menikah dengan Sinta wanita yang tidak dia cintai demi adiknya yang sangat dia sayangi Andini.