
Risa masih menatap Davian setelah Davian memberitahu panggilan masa kecil Davian.
"Apa kamu belum mengingatku?" ucap Davian dengan nada kesal.
Risa menggeleng dan Davian langsung melotot "Huh." Davian mengeluarkan nafas berat.
"Anak yang pernah menangis di kantin gara gara di bully." ucap Davian kesal
Sam yang sedari tadi acuh langsung melirik Davian mendengar sedikit aib masa lalu Davian.
Risa kini mengetuk dagunya menggunakan jari telunjuk masih berpikir untuk mengingat Davian.
"Juara satu lomba kecantikan." ucap Davian pasrah, akhirnya dia harus membongkar aib masa lalunya di depan Sam untuk mengingatkan Risa tentang dirinya.
Sam dan Risa langsung tertawa keras mendengar penuturan Davian.
"Diam!" bentak Davian yang kesal dengan tingkah Sam dan Risa.
Risa masih tertawa keras sedangkan Sam berusaha menahan tawanya walaupun masih terdengar lirih.
"Aku sudah tahu kamu Vian sejak pertama perkenalan Presdir dulu." kata Risa masih dengan tawa renyahnya.
Davian mendengus kesal sedangkan Sam kembali tertawa melihat ekspresi wajah Davian.
"Kamu sengaja ya membuat aku membongkar aib di depan dia?" ucap Davian sambil menunjuk Sam yang sedang tertawa,
__ADS_1
Risa menggeleng tetap dengan senyum mengembang di wajahnya.
"Kenapa kamu tidak menyapaku kalau kamu tau itu aku?" tanya Davian dengan suara kesal.
"Ya kan gak etis nyapa kamu, kalau semua orang dikantor tahu aib mu gimana." jawab Risa menggoda Davian.
"Arrggg" Davian terlihat sangat kesal dan mengacak acak rambutnya mendengar jawaban Risa.
"Lupakan masalah aib." ucap Davian.
"Sam diam!" bentak Davian pada Sam yang masih tertawa.
"Maksudnya kenapa kamu tidak menegur waktu itu?" tanya Davian.
"Ya gak etis lah aku negur Presdir nanti di kira ada apa apa lagi." jawab Risa cuek.
Davian dan Risa akhirnya bercerita banyak tentang perjalanan mereka, Davian dan Risa berpisah sejak lulus SMP karena Risa ikut orang tuanya pindah tugas ke luar kota.
"Sudah berapa lama kamu kerja disini?" tanya Davian.
"Kurang lebih satu tahun waktu Presdir masih tuan Abas." jawab Risa.
"Sam lebih baik kamu keluar!" ucap Davian yang kesal melihat Sam masih terus tersenyum mengejek.
Sam hanya berpindah duduk di sofa sebelah meja Davian.
__ADS_1
"Apalagi aib Davian?" tanya Sam pada Risa setelah duduk.
"Sam!" kata Davian kesal pada Sam yang bertanya tentang aib Davian.
"Dia itu," belum selesai Risa bicara Davian langsung memotong.
"Ris kamu juga keluar kalau mau membongkar aib ku." ucap Davian kesal.
"Suka ngambek." lanjut Risa dengan suara tawanya.
"Betul." sahut Sam yang sudah tertawa lagi.
Wajah Davian merah padam mengetahui aib nya terbongkar gara gara Risa, sedangkan Sam sangat bahagia sudah tahu beberapa aib Davian.
"Bagaimana ceritanya Davian menang lomba kecantikan?" tanya Sam dengan semangat,
Davian sudah pasrah melihat tingkah Sam dan Risa.
"Boleh aku ceritakan Dav?" tanya Risa sebelum menjawab pertanyaan Sam.
"Kamu pasti tetap cerita walaupun aku melarang." ucap Davian putus asa.
Risa tertawa melihat kekesalan Davian
"Jadi dulu waktu kelas 2 ada lomba lomba setelah ujian, nah salah satu lombanya itu lomba kecantikan untuk siswa laki laki, Davian sudah berniat tidak masuk sekolah karena dia tahu pasti dia yang di pilih di kelasnya, anak anak kelas yang sudah tahu Davian pasti bolos menjemput Davian di rumahnya." jelas Risa mengisahkan cerita Davian di masa lalu.
__ADS_1
Risa masih terus bercerita banyak hal dengan Sam yang terlihat sangat antusias, sedangkan Davian hanya diam dengan wajah cemberut.