
Sam melajukan mobil meninggalkan rumah dokter Sifa, di dalam mobil Monica masih terlihat sedih sambil sesekali menyeka air mata yang hendak jatuh.
Sam yang melihat hal itu mempunyai rencana untuk menghibur Monica, Sam sesungguhnya memang sudah memiliki perasaan pada Monica.
"Apa kamu ada kesibukan lain?" Tanya Sam memecah keheningan.
"Maksud bapak?" ucap Monica.
"Jangan panggil bapak jika kita tidak di kantor." Kata Sam dengan tatapan hangat.
"Panggil nama saja." Lanjut Sam.
"Ah tidak enak pak." Protes Monica.
"Aku terkesan tua jika kamu panggil bapak." Rajuk Sam, Monica terkejut Sam tidak menggunakan bahasa formal saat ini.
"Mmmm." Monica berpikir.
"Coba panggil aku Sam." Pinta Sam.
"Iya Sam." Ucap Monica.
"Ah terdengar lebih indah." Gumam Sam.
"Maaf pak, eh Sam." Kata Monica yang mendengar gumaman Sam.
"Kamu ada kesibukan setelah ini?" Tanya Sam mengalihkan perhatian.
"Tidak ada Sam." Jawab Monica dengan tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah." Jawab Sam sembari menyunggingkan senyum di wajahnya.
Mobil terus melaju membelah jalanan kota yang cukup padat, Sam membelokkan mobilnya ke salah satu mall terbesar di kota itu, tentu saja milik FW Corporate.
Mobil berhenti di parkiran khusus yang bertuliskan VIP, penjaga parkir tersenyum ramah ke arah Sam.
"Kita mau apa di sini Sam?" Tanya Monica yang terdengar sangat kaku.
"Mencari kesibukan." Jawab Sam yang membuat Monica tersenyum.
Mereka melangkah ke dalam mall, Sam langsung mengajak Monica menuju restoran karena mereka belum sempat makan dari tadi siang.
"Kamu suka yang mana?" Tanya Sam pada Monica sembari menunjuk restoran yang menyajikan menu Japanese food dan masakan lokal.
"Lidah Indonesia Sam." Jawab Monica dengan suara tawa renyahnya.
"Aku pesan ini dan minumnya ini." Kata Monica setelah pelayan menyodorkan menu.
"Dua porsi menu yang sama." Ucap Sam memberikan menu pada pelayan.
"Kok kamu ikut ikut." Protes Monica karena Sam memilih menu yang sama.
"Biar couple." Jawab Sam, pelayang yang mendengar hal itu tersenyum tipis sebelum berlalu meninggalkan meja mereka.
Monica memang tipikal orang yang mudah akrab, Monica merasa sungkan pada awalnya karena Sam merupakan atasannya tapi setelah melihat sikap Sam yang baik akhirnya Monica tidak sungkan menunjukkan dirinya yang asli pada Sam.
Makanan datang, mereka menikmati dengan lahap, Sam menatap Monica sesekali, dia merasa makanan yang dia makan lebih enak setelah menatap Monica.
"Kita mau kemana setelah ini Sam." Tanya Monica setelah menghabiskan minumannya.
__ADS_1
"Kamu suka nonton bioskop?" Tanya Sam pada Monica.
"Hampir setiap akhir pekan." Jawab Monica dengan semangat.
"Baiklah, kita nonton dulu." Kata Sam mengajak Monica keluar dari restoran itu.
Di depan bioskop Sam terlihat bingung, selama ini di belum pernah ke bioskop sekalipun, dia menghabiskan hidupnya hanya untuk bekerja dan bersama Davian.
"Kenapa?" Tanya Monica melihat Sam kebingungan.
"Aku belum pernah ke bioskop." Jawab Sam berbisik di telinga Monica.
"Hahaha." Monica tertawa mendengar penuturan Sam.
"Ssttt." Sam menempelkan jarinya di bibir Monica karena beberapa orang memandang kearah mereka
"Ups, maaf " ucap Monica yang menyadari tatapan dari orang orang.
"Ayo." Lanjutnya menggandeng tangan Sam untuk antri di depan loket kasir.
Setelah mendapatkan tiket mereka membeli pop corn dan dua gelas minuman soda.
"Apa kalau nonton harus begini?" Tanya Sam, Monica tertawa mendengar pertanyaan Sam.
"Kalau nonton tidak harus begini tapi kalau kencan wajib." Jawab Monica tersenyum pada Sam.
"Berarti kita kencan." Ucap Sam dengan polos, Monica mengangguk.
"Ini kencan pertama ku." Lanjut Sam, Monica langsung menggandeng tangan Sam untuk masuk ke dalam ruang teater 4 sesuai dengan tiket mereka.
__ADS_1