WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
DOKTER SIFA CEMBURU


__ADS_3

Dokter Sifa dan Davian sering kali mengabiskan waktu bersama, di tengah kesibukan mereka, mereka selalu berusaha untuk menjaga komunikasi, Davian selalu menyempatkan diri kerumah sakit hanya untuk sekedar makan siang bersama dokter Sifa.


"Dav siang ini ada meeting dengan PT B." kata Sam mengingatkan Davian.


"Tunda setelah makan siang." jawab Davian singkat.


"Tidak bisa Dav, aku sudah mencoba tapi mereka tidak mau merubah jadwal." jawab Sam.


"Yasudah kamu handle." perintah Davian


Sam menggelengkan kepala mendengar perintah Davian.


"Mereka ingin bertemu presiden direktur langsung." ucap Sam.


"Arrg." gerutu Davian "Siapa mereka?, batalkan saja kalau begitu." ucap Davian kesal.


"Kita akan rugi miliaran dan kehilangan kepercayaan dari client terbesar kita Dav." ucap Sam berusaha membujuk Davian


Akhirnya Davian menyerah setelah mendengar semua argumen dari Sam


Davian segera menelepon dokter Sifa untuk menyampaikan perihal meeting tersebut.


"Halo Dav." sapa dokter Sifa dengan suara renyah nya.


"Sifa, aku siang ini ada meeting, tidak bisa makan siang bersama." ucap Davian.


"Oke Dav tidak masalah." jawab dokter


Sifa.

__ADS_1


"Baiklah, kamu jangan lupa makan siang." ucap Davian singkat.


"Iya, kamu juga jangan genit." dokter Sifa berkata sambil terdengar suara tawanya.


"Kalau aku genit kenapa?" Davian berusaha menggoda dokter Sifa.


"Aku akan mencium Sam di depan mu." ancam dokter Sifa yang membuat Davian langsung tertawa keras.


"Baiklah kalau begitu aku akan genit." jawab Davian yang di sambut oleh Omelan dari dokter Sifa.


- - -


Davian dan Sam sudah tiba di restoran yang ternyata tidak jauh dari rumah sakit.


"Kenapa kamu tidak bilang tempat meeting dekat dengan rumah sakit." ucap Davian kesal kepada Sam.


"Kamu tidak tanya Dav." jawab Sam yang sudah membukakan pintu untuk masuk Davian.


"Saya Tia pak Davian." ucap Tia memperkenalkan diri kepada Davian


Davian menerima jabat tangan Tia.


"Davian." ucap Davian singkat dan langsung duduk di depan Tia.


Sam memilih berdiri di samping Davian, dia melakukan itu untuk mengawasi kondisi sekitar.


"Saya sudah mempelajari proposal dari perusahaan pak Davian." ucap Tia membuka pembicaraan.


"Apa ada yang anda koreksi?" tanya Davian dengan ramah.

__ADS_1


"Saya sangat puas dengan penawaran perusahaan anda pak." jawab Tia dengan senyum manisnya.


Mereka pun membahas segala hal yang berkaitan dengan projects yang akan di jalankan oleh FW Corporate, Sam yang berdiri di belakang Davian sesekali menatap Tia dengan tajam ketika Tia berbicara di luar topik pembahasan bahkan terkesan menggoda.


"Silahkan di nikmati." ucap Tia setelah mereka selesai meeting dan makanan sudah datang.


"Dav aku ke belakang sebentar." bisik Sam pada Davian, Davian mengangguk sebagai tanda persetujuan.


- - -


RUMAH SAKIT


"Kita makan di luar aja yuk, mumpung lagi sepi pasien." ajak salah satu dokter.


"Ayo ayo." jawab dokter Sifa semangat.


Mereka berjalan ke restoran seberang rumah sakit, karena restoran itu yang paling dekat dengan rumah sakit.


Dokter Sifa langsung mencari tempat duduk, sedangkan temannya sedang membeli sesuatu di depan restoran, saat sedang melihat lihat untuk mencari tempat duduk yang kosong tanpa sengaja dokter Sifa melihat ke arah Davian yang sedang duduk bersama seorang wanita, dokter Sifa menatap mereka, ketika wanita itu sedang mengelap bibir Davian dengan tisu dokter Sifa langsung berteriak


"Dav." teriak dokter Sifa yang membuat pengunjung langsung menoleh ke arahnya.


Davian terkejut mendengar teriakan memanggil namanya pun refleks langsung menoleh.


"Sifa" ucap Davian terkejut tanpa dia sadari tangan Tia kini sudah berada di pundaknya.


Dokter Sifa langsung lari keluar dari restoran, di depan dia menemui temannya yang sedang membeli cinderamata, dokter Sifa langsung menarik temannya mengajaknya kembali kerumah sakit.


"Kamu kenapa Sifa?" tanya teman dokter Sifa bingung melihat dokter Sifa keluar dengan menangis dan mengajak kembali kerumah sakit.

__ADS_1


Dokter Sifa terus berjalan tanpa menjawab pertanyaan itu.


__ADS_2