WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
TUNANGAN


__ADS_3

Risa baru saja memarkirkan motornya di halaman rumah, dia melihat mobil Davian terparkir di sebelahnya dengan Sam yang berdiri di depan mobil.


Risa berjalan menghampiri Sam


"Sedang apa Sam?" Tanya Risa.


"Masuklah, Davian menunggu mu di dalam" ucap Sam sambil menunjuk rumah Risa.


Risa langsung masuk tanpa bertanya lebih lanjut pada Sam.


"Mah." Ucap Risa sambil mencium tangan mamahnya yang sedang duduk di depan Davian.


"Aku ganti baju dulu sebentar Dav." Ucap Risa membalikkan badannya.


"Duduk dulu Risa." Ucap mamah Risa mencegah Risa masuk.


"Ada apa mah?" Tanya Risa yang sudah duduk di sebelah mamahnya, kemudian menatap Davian dengan tatapan penuh tanya.


Davian hanya diam dan menganggukkan kepala melihat Risa menatapnya.


"Nak Vian baru saja berbicara dengan mamah." Dengan cepat Risa langsung memotong ucapan mamahnya karena melihat mimik wajah serius mamahnya.


"Apa mah?" Tanya Risa memotong ucapan mamahnya.


"Dia baru saja melamar kamu." Risa langsung menatap Davian mendengar ucapan mamahnya, sedangkan Davian hanya tersenyum.


"Maksudnya?" Tanya Risa yang terlihat bingung.


"Aku mau kamu menjadi istriku Ris." Ucap Davian cepat.


Risa langsung menutup mulutnya


"Mamah sudah bicara dengan nak Vian semua terserah Risa." Kata mamah Risa menjelaskan.

__ADS_1


"Bagaimana dengan mu Ris." Tanya Davian penuh harap.


Risa langsung mengangguk


"Apa kamu mau?" Tanya Davian


Risa kemudian menggeleng yang membuat Davian bingung.


"Apa maksudnya Ris, kamu membuatku bingung." Kata Davian kesal melihat tingkah Risa yang masih saja jahil.


"Hahaha." Risa tertawa melihat Davian kesal.


"Risa." Tegur mamah Risa melihat tingkah anaknya.


Risa langsung menutup mulut setelah di tegur mamahnya


"Dav apa kamu yakin?" Tanya Risa setelah suara tawanya reda.


"Bahkan kamu belum mengungkan perasaan mu." Protes Risa.


"Apa perlu?" Tanya Davian ragu.


"Perlu lah." Rajuk Risa


Mamah Risa dan Davian tertawa melihat Risa yang memonyongkan bibirnya.


"Clarisa Amelia," Davian berhenti sejenak mengambil nafas.


"Maukah kamu menjadi istriku." Ucap Davian.


"Gak romantis amat." Jawab Risa sambil tertawa, Davian langsung menepuk dahinya.


"Risa." Tegur mamah Risa.

__ADS_1


"Iya iya mah." Jawab Risa pasrah.


"Ulangi Dav ulangi." Pinta Risa dengan suara menggemaskan.


Davian menatap Risa kesal


"Ri,," ucap Davian langsung di potong Risa.


"Aku mau Dav, aku mau jadi istrimu." Jawab Risa dengan semangat, Davian dan mamah Risa hanya tersenyum melihat tingkah Risa.


Sam tiba tiba masuk kedalam, sambil tersenyum dan membawa sesuatu yang kemudian dia taruh di meja.


"Selamat Dav." Ucap Sam sambil memeluk Davian.


"Selamat Risa." Ucap Sam kemudian akan memeluk Risa.


"Ehem." Sam langsung memundurkan badannya setelah Davian berdehem, dan tersenyum jahil ke arah Davian.


Davian kemudian membuka bingkisan yang ditaruh Sam diatas meja, Risa menatap Davian sambil sesekali melirik ke arah Sam seakan bertanya.


"Apa itu Sam?" Sam yang melihat Risa meliriknya hanya tersenyum.


"Lihat saja nanti."


Davian menggenggam sebuah kotak berwarna merah, Risa tersenyum seakan tahu isi dari kotak itu.


"Ris, aku mau kita bertunangan sekarang di saksikan oleh mamah dan Sam." Ucap Davian yang langsung membuat Risa membelalakkan matanya, sedangkan mamah Risa hanya tersenyum karena Davian sudah mengatakan sebelumnya.


"Nanti kita langsung menikah kalau kondisi mamah sudah benar benar pulih" ucap Davian


Risa dan mamahnya sama sama menitihkan air mata, mendengar penuturan Davian.


Davian memasangkan cincin di jari manis Risa, senyum mengembang dari wajah semua orang yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2