WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
AYO KITA MENIKAH


__ADS_3

Risa dengan senyum lebar menerima penghargaan yang di berikan Davian, penghargaan tertinggi dari FW Corporate untuk divisi yang memiliki kinerja paling baik, penilaian yang di lakukan oleh tim eksternal dan independen memutuskan divisi keuangan sebagai divisi yang paling baik.


Walaupun pada awalnya Risa sempat di remehkan oleh beberapa pejabat FW Corporate tapi Risa dapat membuktikan kinerjanya.


Ruang aula sudah mulai terlihat sepi, para karyawan meninggalkan ruangan itu satu persatu setelah acara makan makan selesai, Risa masih duduk bersama Davian dan Sam yang setia berada di samping Davian.


"Apa kamu mau langsung kerumah sakit?" Tanya Davian.


"Iya, kamu mau ikut?" Ucap Risa.


"Jelas dong." Jawab Davian cepat.


Hari ini pemeriksaan mamah Risa di rumah sakit, sekarang mamah Risa sudah bisa berjalan dan beraktivitas normal.


- - -


Risa dan Davian duduk di ruang tunggu yang sudah di sterilkan oleh Sam sebelumnya, Sam berdiri beberapa meter di sebelah Davian.


"Keluarga Ibu Dewi." Ucap perawatan


Davian dan Risa langsung menghampiri perawat itu.


"Kami keluarganya sus." Jawab Davian.


"Mari silahkan pak, dokter menunggu di dalam." Kata suster sembari membuka pintu.


Davian dan Risa berjalan masuk mengikuti suster. Davian kemudian menyalami dokter di ikuti oleh Risa, Sam diminta menunggu di luar oleh Davian.


"Bagaimana perkembangan mamah dok?" Tanya Risa yang sudah tidak sabar ingin mengetahui kondisi mamahnya.

__ADS_1


"Kondisi Ibu Dewi sudah pulih 100%, tapi beliau tetap harus menjaga pola makan dan berolahraga selain itu beliau juga tidak boleh melakukan aktivitas dan pekerjaan yang berat, karena bisa berpengaruh terhadap Syarah yang baru saja sembuh." Jelas dokter panjang lebar.


Seketika wajah berbinar dan senyum mengembang dari bibir mungil Risa, Davian tersenyum gembira raut wajah bahagia tidak bisa mereka sembunyikan.


"Terimakasih banyak dok." Ucap Risa dengan suara parau karena dia menahan tangis


Mereka kemudian menyalami dokter dan menuju tempat mamah Risa menunggu.


"Mah!" Teriak Risa dengan sedikit berlari menghampiri mamahnya.


Tangis Risa seketika pecah di dalam pelukan mamahnya.


Mamah Risa yang melihat anaknya memeluk dan menangis timbul rasa kuatir, Davian yang melihat raut wajah kuatir dari mamah Risa pun berkata,


"Mamah sekarang sudah benar benar pulih." Ucap Davian dengan senyum lebar


"Ayo kita ke restoran untuk merayakan kesembuhan mamah." Ajak Davian.


"Tidak usah, kita makan di rumah aja, aku sama mamah yang akan masak, oke?" Jawab Risa.


- - -


Davian dan Sam sudah duduk di meja makan rumah Risa, sedangkan Risa dan mamahnya masih sibuk bolak balik menyiapkan makanan.


"Dav." Panggil Sam.


"Kenapa?" Jawab Davian sembari tersenyum melihat Risa yang sangat cantik dengan celemek nya.


"Kapan kamu akan mengajak Risa menikah?" Tanya Sam yang membuat Davian terkejut.

__ADS_1


"Oh iya, kenapa aku bisa lupa, mungkin aku sangat bahagia melihat kesembuhan mamah." Ucap Sam sambil tertawa.


"Aku akan membicarakan hari ini juga." Lanjutnya dengan semangat.


Mereka kemudian menikmati makanan yang sudah terhidang di meja makan,


Davian terlihat sangat lahap menyantap makanannya, Risa yang melihat hal itu tersenyum puas.


"Mah ada yang mau Vian bicarakan." Ucap Davian setelah semua selesai makan.


"Apa nak Vian?" Tanya mamah Risa.


Davian mengambil nafas sejenak


"Sesuai janji Davian dulu, jika mamah sudah sembuh Davian akan menikah dengan Risa." Jawab Davian, Risa yang sedari tadi hanya mendengarkan kini langsung menatap Davian.


"Kalau mamah terserah kalian saja." Ucap mamah Risa sambil tersenyum.


"Kamu bagaimana Ris?" Tanya mamah Risa kemudian.


"Aku terserah Davian saja mah." Jawab Risa dengan malu malu.


"Yakin." Ucap Davian menggoda Risa,


Risa langsung mengangguk cepat.


"Hahaha." Davian tertawa melihat Risa.


"Ayo kita menikah." Kata Davian yang belum bisa berhenti tertawa.

__ADS_1


__ADS_2