WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
BERTEMU SESEORANG DARI MASA LALU


__ADS_3

Sam langsung menggendong Davian di punggungnya, dia berlari menuju ke mobil, Davian di letakkan Sam di kursi belakang, Davian kondisinya sudah setengah sadar.


"Tekan lukamu Dav, kita akan segera ke rumah sakit." Ucap Sam memberikan kemejanya kepada Davian.


Sam langsung menginjak gas mobil, dia tidak peduli kondisi jalan yang rusak dan sempit, sesekali Sam melirik spion tengah untuk mengetahui kondisi Davian.


Sam langsung turun dari mobil, dia berteriak memanggil perawat untuk membawa ranjang.


"Cepat!" Gelagar suara Sam membuat wajah beberapa perawat langsung pucat, dengan setengah berlari Sam membantu mendorong ranjang untuk mengantar Davian masuk ke ruang UGD.


"Bapak tunggu di luar." Ucap dokter langsung berlari masuk.


Sam berdiri menatap ruang UGD, dia berjalan mondar mandir terlihat sangat gelisah, dia kini bisa merasakan ras kuatir yang luar biasa seperti saat Davian menolongnya dulu saat Sam kritis.


Sam terlihat sedang mengumpat beberapa kali, dia bahkan menendang kursi di depannya, tidak ada orang yang berani menegur Sam karena melihat wajah Sam saja sudah membuat mereka ketakutan.


Dari jauh seorang dokter mendengar ada keributan di depan ruang UGD, dia kemudian menghampiri perawat yang berdiri tidak jauh di depannya.


"Ada apa?" Tanya dokter cantik itu pada perawat.


"Ada keluarga pasien yang sedang kesal, dia beberapa kali menendang kursi." Jawab perawat wanita itu dengan wajah pucat.

__ADS_1


Sesaat kemudian dokter itu melangkah menuju tempat Sam membuat keributan.


"Sam." Ucap dokter Sifa terkejut melihat Sam sudah ada di sana.


Sam berbalik melihat ke arah suara yang terdengar memanggil namanya


"Dokter Sifa." Sam terkejut melihat dokter Sifa berdiri di sana.


Dokter Sifa berjalan menghampiri Sam yang terlihat sangat frustasi


"Ada apa Sam?" Tanya dokter Sifa setelah berada di samping Sam.


"Sial." Umpat Sam setelah melihat mama rumah sakit itu.


Sam baru sadar kenapa dia langsung tahu posisi rumah sakit itu padahal dia tidak begitu hafal letak rumah sakit di kota kecil itu.


"Kenapa Sam?" Tanya dokter Sifa ragu setelah Sam mengumpat.


Rumah sakit itu adalah tempat dimana Sam dulu menyuruh dokter Sifa pergi menjauh dari hidup Davian, Sam memberikan beberapa opsi rumah sakit yang lebih bagus di dalam dan di luar negri, Sam tak menyangka jika dokter Sifa memilih rumah sakit di kota kecil itu.


"Sam." Dengan keberanian yang tersisa dokter Sifa tetap berusaha bertanya pada Sam, perasaan nya sudah merasa tidak tenang, karena dia tahu dimana ada Sam pasti ada Davian

__ADS_1


"Duduklah Sam." Dokter Sifa menyerahkan sebotol air mineral.


"Terimakasih." Ucap Sam menerima air itu dan langsung menenggaknya habis


Dokter Sifa menatap takut ke arah Sam.


"Ada apa Sam?" Tanya dokter Sifa dengan suara terbata.


"Davian sedang kritis di dalam." Jawab Sam yang sudah terlihat tenang.


"Apa!" Ucap dokter Sifa terkejut.


"Bagaimana bisa?" Tanya dokter Sifa kemudian.


Sam hanya diam, dia kembali teringat dengan kondisi Davian, dia bahkan lebih mementingkan keselamatan Davian dari pada dirinya sendiri, baginya hidup Davian adalah prioritas utama Sam.


Dokter Sifa langsung masuk ke dalam ruang UGD karena Sam hanya diam.


Di dalam ruangan beberapa dokter terlihat sedang berusaha menyelamatkan Davian, darah Davian bahkan sampai memenuhi pakaian dan celana yang dia pakai.


"Dav." Dokter Sifa menitihkan air mata melihat kondisi Davian.

__ADS_1


__ADS_2