WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
KEMARAHAN SAM 2


__ADS_3

Setelah kepergian Sam dan Davian, acara pesta pertunangan dilanjutkan, suasana menjadi canggung


"Dit bagaimana dengan Davian?" tanya Andini dengan raut wajah bersalah.


"Jangan khawatirkan Davian, kita harus lebih khawatir pada Sam." jawab Aditya.


"Maksudnya?" tanya Andini bingung.


"Semua yang Sam ucapakan benar, dan aku yakin besok akan terjadi sesuatu dengan perusahaan papa." jawab Aditya sambil mengedarkan pandangannya mencari seseorang.


Andini nampak terkejut mendengar jawaban dari Aditya, dia nampak tidak percaya dengan yang dia dengar.


Aditya menatap ke seorang di depannya, dia sepertinya sudah menemukan orang yang dia cari, Aditya menggandeng tangan Andini menghampiri orang itu.


"Kak David." panggil Aditya


David hanya menjawab dengan sorot mata saja, seakan dia sudah tahu maksud dari Aditya menghampiri dirinya.


"Biarlah papa menghadapinya, mungkin ini saat yang tepat untuk membungkam semua kesombongan nya." ucap David kemudian beranjak meninggalkan Aditya dan Andini yang diam mematung setelah mendengar ucapannya.


"Maksud kak David apa dit?" Tanya Andini yang masih belum mengerti.


"Kita tidak perlu ikut campur masalah papa dan Sam." ucap Aditya dengan suara lemah.


- - -


Sam sudah berdiri di samping mobil menunggu Davian keluar dari rumah, sekarang sudah menjadi rutinitas Sam menjemput Davian setiap pagi.

__ADS_1


"Pagi Dav." sapa Sam dengan senyum khasnya.


"Jangan menyapa dengan senyum mu itu." kelakar Davian.


Sam membukakan pintu mobil untuk Davian, kemudian dia masuk ke mobil.


"Apa kamu serius akan melakukan itu Sam?" tanya Davian ketika mobil sudah berjalan meninggalkan rumahnya.


"Aku hanya ingin memberi pelajaran pada manusia itu." ucap Sam dengan nada geram, dia tak akan mudah memaafkan kesalahan tuan Wisnu.


"Lakukanlah sesukamu, tapi jangan keterlaluan Sam." ucap Davian menasihati Sam, Sam mengangguk mendengar ucapan Davian.


- - -


Niko baru saja memasuki ruang kerjanya setelah selesai meeting dengan beberapa petinggi di kantornya, dia terlihat sangat frustasi sampai beberapa kali mengacak acak rambutnya.


"Tuan besar sudah datang." ucap sekretaris Niko.


"Apa yang terjadi Niko?" tanya tuan Abas dengan nada suara tinggi.


"FW Corporate menarik semua sahamnya." jawab Niko lesu.


"Apa!" tuan Wisnu tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.


"Bagaimana bisa?" lanjut tuan Wisnu


Niko menyodorkan dokumen kepada tuan Wisnu, tuan Wisnu menerima dan langsung membacanya, di situ tertera tanda tangan Davian sebagai presiden direktur menyatakan bahwa FW Corporate menarik semua sahamnya di jaya group.

__ADS_1


"Kurang ajar." teriak tuan Wisnu setelah membaca surat itu.


"Bagaimana pah, perusahaan kita bisa bangkrut." ucap Niko dengan nada suara ketakutan.


Tuan Wisnu diam, dia seperti sedang berfikir.


"Apa kamu sudah menghubungi Aditya?" tanya tuan Wisnu.


"Aditya bilang tidak bisa ikut campur." jawab Niko putus asa.


"Dasar tidak berguna!" hardik tuan Wisnu.


Saat suasana sedang tegang di dalam ruangan Niko, tiba tiba David masuk.


"Minta maaflah." ucap David singkat.


"Apa maksudmu?" tanya tuan Wisnu dengan tatapan tajam.


"Lewat mereka Tuhan membalas semua kesombongan papa." ucap David yang langsung pergi meninggalkan tuan Wisnu dan Niko.


Niko dan tuan Wisnu masih terdiam dalam pikiran masing masing, mereka harus menemukan solusi secepatnya untuk menyelamatkan perusahaan, mencari investor lain sangat tidak mungkin dilakukan, karena nilai saham yang anjlok terlalu besar.


"Bagaimana kalau kita meminta bantuan Andini pah?" usul Niko.


"Kamu mau menjatuhkan harga diri papa." bentak tuan Wisnu.


"Tidak ada jalan lain pah, hanya ini cara satu satunya agar kita bisa menyelamatkan perusahaan." bujuk Niko.

__ADS_1


"Tidak!" jawab tuan Wisnu tegas.


"Coba papah pikirkan dan papah singkirkan ego papah saat ini, perusahaan yang papah bangun selama bertahun tahun akan hancur hari ini karena ego papah." ucap Niko berusaha meyakinkan tuan Wisnu.


__ADS_2