WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
PERMINTAAN SAM


__ADS_3

Dokter Sifa bergegas menuju ruang perawatan Davian setelah diberitahu Sam bahwa Davian sudah siuman.


Sam berdiri sambil memperhatikan dokter Sifa yang sedang memeriksa Davian, Sam melihat ekspresi tidak senang di wajah Davian, tatapan tajam dari Davian tidak pernah lepas dari dokter Sifa ketika dia memeriksanya.


"Bagaimana dok?" Tanya Sam setelah dokter Sifa selesai memeriksa Davian.


"Semua sudah normal, dua hari lagi Davian sudah bisa pulang." Jawab dokter Sifa dengan senyum.


"Terimakasih dok." Jawab Sam dengan senyum, dokter Sifa mengangguk.


"Aku permisi dulu ya Dav, Sam." Pamit dokter Sifa, Davian hanya diam bahkan membuang mukanya.


"Baik dok." Jawab Sam sambil mengantar dokter Sifa keluar.


Sam terdiam sejenak setelah kepergian dokter Sifa


"Arrgg, kenapa aku tidak memikirkan tanggapan Davian ketika bertemu dokter Sifa." Ucap Sam kesal dalam hatinya.


Sam masuk kembali ke dalam ruang perawatan, dia lalu menarik kursi untuk duduk di sebelah Davian.


"Dav." Ucap Sam lirih, dia seperti sudah siap menerima penghakiman.


"Hmm." Jawab Davian.


"Bagaimana kondisimu?" Tanya Sam, dia sebenarnya bingung ingin berkata apa pada Davian.

__ADS_1


"Jangan berpura pura bodoh Sam." Kata Davian dengan nada lirih tapi penuh penekanan.


"Maaf Dav." Ucap Sam sudah mengetahui maksud dari ucapan Davian.


"Jelaskan semua." Kata Davian sambil menatap tajam Sam.


Davian sudah sangat mengenal Sam, dia tidak akan mengambil tindakan sebelum mendengar penjelasan Sam, karena dia tahu Sam selalu memiliki alasan ketika melakukan sesuatu.


Sam menarik nafas berat, kemudian dia mulai menceritakan semuanya pada Davian, mulai dari Sam melanggar perintah Davian, Sam justru malah membantu dokter Sifa, Sam juga menceritakan bagaimana dokter Sifa bisa berada di rumah sakit ini, tidak ada yang di tutup tutupi oleh Sam, selain Sam sadar sudah melakukan kesalahan karena melanggar perintah dia juga tahu tidak ada yang perlu di sembunyikan dari Davian.


"Baiklah." Jawab Davian singkat setelah mendengar cerita Sam.


Sam menatap Davian dengan tatapan aneh setelah mendengar jawaban Davian, Davian yang melihat hal itu kemudian bertanya


"Tidak." Jawab Sam singkat sambil membuang muka.


"Jangan lupa Sam, aku sudah milik orang lain." Ucap Davian sambil menunjukkan cincin di jari manisnya.


Davian seakan sudah tahu Sam berharap dia akan senang dengan kehadiran dokter Sifa, bagaimana pun Sam sempat beberapa kali mengenalkan wanita pada Davian.


"Lupakan saja Dav." Kata Sam.


"Istirahatlah." Lanjut Sam menari selimut Davian, dia kemudian beranjak keluar ruang perawatan Davian.


- - -

__ADS_1


"Dokter bisa kita bicara." Kata Sam setelah masuk ke ruangan dokter Sifa.


Sam meninggalkan Davian dan menuju ruangan dokter Sifa untuk membicarakan perihal Davian.


"Silahkan Sam." Jawab dokter Sifa ramah, dokter Sifa masih sibuk menulis laporan pada beberapa kertas di depannya.


"Tentang Davian." Kata Sam yang membuat dokter Sifa menghentikan pekerjaannya.


"Ada apa?" Tanya dokter Sifa yang sudah menutup map di depannya dan meletakkan bolpoin.


"Apa dokter masih mencintai Davian?" Tanya Sam.


"Maksudmu apa Sam." Kata dokter Sifa yang terlihat bingung.


"Jawab saja dok." Pinta Sam dengan suara penuh penekanan dan tatapan tajam


Dokter Sifa lalu mengangguk.


"Kamu sudah tahu jawabannya Sam." Ucap dokter Sifa.


"Apakah dokter mau membantu Davian." Pinta Sam dengan nada memohon.


Dokter Sifa menatap Sam dengan tatapan bingung, dia merasa pertanyaan Sam hanya berputar putar saja.


"Apa yang harus ku bantu." Ucap dokter Sifa.

__ADS_1


__ADS_2