
Sam terlihat menahan emosinya dari tadi, jika bukan karena Davian, Sam sudah membereskan semua orang yang ada di sini.
"Apa kamu mau menghancurkan pertunangan ini?" ucap tuan Wisnu dengan suara keras sembari berjalan ke arah Davian.
Semua orang pun menatap ke arah yang di tuju oleh tuan Wisnu, tuan Wisnu berkata dengan suara yang keras sehingga bisa di dengar semua orang di ruangan itu.
"Maaf om sudah membuat kekacauan." ucap Davian ketika tuan Wisnu sudah berada di depannya.
Sam yang hendak melangkah langsung berhenti ketika Davian memberi gestur dengan tangannya.
Di sisi lain beberapa orang terlihat berbisik bisik dengan asumsi mereka sendiri
"Kenapa kamu masih ada di sini, pergi dari sini." usir tuan Wisnu.
Davian mengangguk dan hendak melangkah keluar gedung, tapi langkahnya terhenti ketika mendengar ucapan dokter Ferry.
"Apa om kenal dengan penggagu itu?" tanya dokter Ferry dengan suara keras pada tuan Wisnu.
"Dia orang yang mengemis untuk menjadi menantu om." jawab tuan Wisnu dengan suara yang tidak kalah kerasnya.
Para tamu undangan semakin keras berbisik, bahkan sekarang mereka seperti berbicara menghardik Davian.
Dari kejauhan terlihat Aditya akan mendekat karena dia mendengar nama Davian di sebutkan, Sam yang melihat Aditya hendak mendekat langsung menatap tajam dan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Oh iya om, sungguh memalukan." ucap dokter Ferry.
"Dav." ucap Sam dengan nafas yang sudah tak beraturan.
Davian menatap Sam dan menggelengkan kepala
"Biarkan mereka berbuat sesukanya." bisik Davian pada Sam, Davian berjalan menghampiri Aditya untuk berpamitan.
"Aku pulang dulu dit." ucap Davian.
"Maafkan om Wisnu Dav." ucap Aditya dengan nada suara bergetar.
"Sudahlah tak usah kamu pikirkan, ini hari bahagia mu, nikmati pestamu, salam buat Andini." kata Davian kemudian berjalan menghampiri Sam.
"Pergilah, bahkan kamu tidak pantas menghirup udara yang sama dengan kami." ucap dokter Ferry kemudian tertawa mengejek Davian.
Sam sudah benar benar tidak bisa mengontrol emosinya lagi mendengar ucapan Mereka, Sam melangkah mendekati dokter Ferry kemudian dia langsung memukul wajah dokter Ferry dengan sangat keras yang membuat dokter Ferry langsung terjatuh.
Suasana mendadak heboh, pihak keamanan langsung masuk kedalam dan menangkap Sam, tapi ketika melihat wajah Sam mereka langsung melepaskan tangan mereka dan tertunduk ketakutan.
Tuan Wisnu menatap geram ke arah Sam, sedangkan David hanya melihat dengan muka datar.
"Siapa kamu berani kamu memukul keponakan saya." ucap tuan Wisnu.
__ADS_1
"Anda yang tidak punya sopan santun tuan, apakah anda tidak tahu siapa orang yang anda hina barusan." ucap Sam dengan nada sinis.
Davian yang melihat Sam mungkin akan mengatakan siapa dirinya langsung menghampiri Sam.
"Maaf Dav." ucap Sam ketika Davian sudah berada di sebelah Sam, Davian melihat tatapan membunuh dari Sam dia pun mengurungkan niatnya, dia sudah sangat paham siapa Sam.
"Tentu saya tahu siapa si pecundang itu." hardik tuan Wisnu.
"Hahahaha." Sam tiba tiba tertawa dengan suara yang sangat menakutkan, bahkan dokter Sifa langsung memeluk tangan Davian.
"Anda sungguh tidak tahu diri tuan, anda bahkan sudah berani berkata tidak sopan." Sam berkata sambil melirik Davian.
"Dia adalah CEO FW Corporate yang bisa membuat anda jatuh miskin hari ini juga." lanjut Sam.
Seketika semua terdiam begitu mendengar ucapan Sam.
"Hahahaha." tuan Wisnu langsung tertawa keras mendengar ucapan Sam
"Pergilah kalian, akan ku ampuni kalian malam ini." ucap tuan Wisnu mengejek.
"Kita lihat saja kehancuran perusahaan anda besok." kata Sam beranjak meninggalkan tempat pesta itu sembari mempersilahkan Davian untuk berjalan terlebih dahulu.
"Aku pulang dulu dokter." ucap Davian sebelum beranjak.
__ADS_1
Dokter Sifa hanya mengangguk, dia bahkan tidak bertanya kenapa Davian tidak menawarkan mengantar pulang dirinya, dokter Sifa tidak akan satu mobil dengan Davian karena melihat wajah Sam yang sangat menakutkan.