
Dokter Sifa langsung terdiam setelah Sam menceritakan kisah Risa dan Davian, dia seperti sedang mengutuki dirinya sendiri atas kebodohannya dulu memilih meninggalkan Davian.
"Bagaimana dokter?" Ucap Sam yang menyadarkan lamunan dokter Sifa.
"Eh, apa?" Kata dokter Sifa tergagap
Sam tersenyum penuh arti melihat ekspresi wajah dokter Sifa.
"Kenapa senyum Sam?" Tanya dokter Sifa melihat Sam senyum sambil menatapnya.
"Bagaimana dengan permintaan ku dok?" Tanya Sam kemudian.
"Permintaan apa?" Dokter Sifa belum kembali fokus.
"Mambantu Davian." Jawab Sam dengan tenang.
"Bisa kamu jelaskan apa yang harus aku lakukan Sam." Pinta dokter Sifa.
"Dokter pasti lebih tahu apa yang harus dokter lakukan." Jawab Sam yang membuat dokter Sifa menatapnya tajam.
Melihat tatapan dokter Sifa Sam tertawa
"Baiklah jika dokter berpura pura tidak mengerti akan aku jelaskan." Ucap Sam di sela sela tawanya.
Sebelum Sam bercerita kisah Risa dan Davian dia meminta dokter Sifa untuk membantu Davian kembali bangkit dan melanjutkan hidupnya dengan pendamping yang semestinya.
__ADS_1
Awalnya dokter Sifa tidak mengerti maksud dari Sam, setelah Sam bercerita jika Davian sudah satu tahun ditinggal oleh tunangannya sampai sekarang Davian belum mau membuka hati untuk wanita lain, Sam meminta dokter Sifa membatu Davian agar mau membuka hati untuknya seperti dulu yang pernah dokter Sifa lakukan saat Davian ditinggalkan oleh Andini.
"Bagaimana dokter." Tanya Sam setelah menjelaskan maksudnya.
"Aku akan coba Sam, tapi kamu lihat sendiri bagaimana Davian bahkan tidak menganggap keberadaan ku." Ucap dokter Sifa dengan raut sedih.
"Aku yakin Davian masih memiliki perasaan dengan dokter." Kata Sam menyemangati dokter Sifa.
Dokter Sifa menarik nafas berat
"Baiklah aku akan mencoba Sam." Jawab dokter Sifa.
Sam tersenyum mendengar jawaban dokter Sifa
"Apa rencana mu?" Tanya dokter Sifa.
Sam berencana akan kembali ke kota untuk mengurusi perusahaan, selama dia di kota Sam meminta dokter Sifa untuk menemani Davian, Sam akan berusaha selama mungkin mengulur waktu menjemput Davian.
"Dokter tidak usah khawatir Davian hanya akan bersikap dingin." Ucap Sam setelah menceritakan rencananya.
"Dari mana kamu yakin Sam?" Tanya dokter Sifa.
"Hahaha aku sudah mengenal Davian dari dia belum mengenal cinta dok." Kata Sam sambil tertawa keras.
"Dan dokter juga tahu Davian tidak pernah menyakiti wanita, dokter pernah ada di posisi wanita yang layak dia sakiti kan." Ucap Sam yang membuat dokter Sifa melotot.
__ADS_1
- - -
Sam sedang membereskan beberapa baju kemudian dia masukkan ke dalam tasnya
"Dav hari ini aku harus ke kota, ada pekerjaan yang tidak bisa diwakilkan." Ucap Sam sembari mengepak bajunya.
"Berapa lama?" Tanya Davian setelah meletakkan ponselnya.
"Aku usahakan selesai ketika kamu sudah boleh keluar dari rumah sakit." Jawab Sam dengan ekspresi datar.
"Baiklah, maafkan aku merepotkan mu Sam." Ucap Davian dengan raut muka bersalah.
"Hahaha." Sam tertawa cukup keras.
"Kamu naikkan gaji ku saja sebagai permintaan maaf mu." Kelakar Sam.
"Apa kamu masih kekurangan uang Sam." Ucap Davian sambil tertawa.
"Aku hanya kekurangan kasih Kasang saja Dav." Mereka tertawa bersama.
"Nikmati hari harimu Dav," Sam menyalami Davian setelah itu keluar dari ruang perawatan.
"Tolong jaga Davian dok." Ucap Sam berpamitan pada dokter Sifa yang sudah menunggunya di depan.
"Percayakan padaku Sam." Jawab dokter Sifa sembari menyambut jabat tangan dari Sam.
__ADS_1