
Risa menggandeng tangan temannya berjalan menuju ruang kerja mereka, tidak ada suara yang mereka keluarkan, bahkan terlihat tangan mereka sedikit gemetar
"Sungguh menakutkan dia." ucap Risa saat mereka sudah duduk di meja kerja masing masing.
"Sstttt." jawab temannya memperingati Risa.
- - -
Davian langsung duduk di kursinya setelah memasuki ruangan, dia langsung tersenyum sendiri membayangkan dokter Sifa, Sam yang melihat hal itu pun bergumam pelan.
"Dasar bocah."
"Kamu belum pernah merasakan jatuh cinta Sam?" ucap Davian masih dengan senyumnya.
"Apa?" tanya Sam menoleh, dia tidak menyangka Davian mendengar gumaman nya.
"Hahahaha sudah lupakan, aku tak mau membuatmu berfikir sesuatu yang bahkan kamu tidak tahu " jawab Davian dengan suara tawa yang mengejek.
- - -
Di rumah sakit dokter Sifa menjalankan rutinitas nya seperti biasa, ada beberapa hal berbeda setelah dia menjadi kekasih Davian, banyak pasien yang meminta foto setelah dokter Sifa selesai melakukan pemeriksaan.
"Selamat atas status barumu." ucap dokter Ferry sinis saat bertemu dokter Sifa di depan ruang ICU.
"Terimakasih." jawab dokter Sifa singkat seolah enggan meladeni dokter Ferry.
"Hahahaha tunggu aku menjemputmu Sifa," ucap dokter Ferry kemudian.
Dokter Sifa langsung pergi meninggalkan tempat itu, dia merasa risih dengan keberadaan dokter Ferry di situ.
- - -
Davian sedang tiduran di sofa ruangannya, dia merasa jam berputar sangat lambat, Davian ingin segera menuju rumah sakit menemui dokter Sifa dan mengajaknya makan siang.
"Sam." panggil Davian.
__ADS_1
"Hmm." Jawab Sam dengan malas.
"Ayo kita pergi." ajak Davian yang sudah berdiri.
"Belum ada jam 11 Dav." protes Sam.
"Sudah ikut saja." Davian berjalan keluar ruangan tanpa menunggu jawaban Sam
"Aku seperti pengasuh mu sekarang," ucap kesal Sam dalam hati.
"Kita mampir ke toko bunga dulu Sam." ucap Davian setelah mobil meninggalkan gedung FW Corporate.
"Apa kamu mau membeli bunga?" tanya Sam
Davian enggan menjawab pertanyaan Sam, dia rasa pertanyaan itu tidak memerlukan jawaban.
Davian masih sibuk melihat bunga bunga warna wani di toko itu, sedangkan Sam setia berada di belakang Davian dengan ekspresi dinginnya.
"Ada yang bisa saya bantu pak?" ucap pegawai toko bunga.
"Wah pak Davian." ucap pegawai toko lain berusaha mendekati Davian, Sam langsung sigap bertindak.
"Jaga sikap anda nona!" pegawai toko itu langsung terdiam mendengar ucapan Sam yang sangat dingin.
"Mawar merah sangat cocok untuk kekasih anda pak?" ucap pegawai memberi usulan kepada Davian.
Davian berpikir sejenak mendengar usulan dari pegawai toko bunga itu
"Apa mawar putih juga cocok?" Tanya Davian.
"Mawar putih lebih bagus Dav." ucap Sam yang ingin cepat meninggalkan toko itu karena keadaan yang semakin ramai.
"Baiklah bungkus mawar putih dan berikan aku kartu ucapan." pinta Davian pada pegawai toko bunga.
Setelah pesanannya selesai Davian meninggalkan toko bunga, banyak orang yang ingin menyapanya, tapi ketika melihat sorot mata Sam mereka mengurungkan niatnya dan hanya sekedar memanggil nama Davian yang dibalas dengan senyum oleh Davian.
__ADS_1
"Catat ini dalam otak mu Sam!" ucap Davian ketika sudah berada di dalam mobil.
"Apa?" tanya Sam bingung dengan maksud ucapan Davian.
"Belikan bunga untuk kekasih mu." jawab Davian dengan penekanan.
Sesampainya di rumah sakit Davian langsung menuju ke ruangan dokter Sifa, tapi dia tidak mendapati dokter Sifa, Davian pun bergegas menuju ke bagian informasi.
"Dimana dokter Sifa?" tanya Davian pada petugas bagian informasi.
"Dokter Sifa sedang operasi darurat tuan." jawab pegawai ragu takut Davian marah.
Davian pun tersenyum bangga mendengar hal itu, seketika perasaan gugup langsung hilang dari pegawai informasi
"Apakah masih lama?" tanya Davian lagi.
"Kami belum tahu tuan, karena ini operasi darurat." jawab pegawai itu.
"Baiklah." ucap Davian meninggalkan bagian informasi.
Davian dan Sam duduk di kursi depan dekat ruang operasi, Davian memutuskan untuk menunggu dokter Sifa, area tersebut sudah di sterilkan oleh Sam agar tidak ada orang yang mengganggu.
Pukul 2 siang, sudah dua jam Davian menunggu tapi dokter Sifa belum juga selesai operasi.
Sam hanya diam duduk di sebelah Davian tanpa bertanya apa pun.
"Terimakasih atas kerja keras kalian." suara yang sangat di kenali Davian, dia pun langsung menoleh ke arah dokter Sifa yang mengenakan baju operasi berwarna hijau.
Rekan dokter Sifa yang melihat keberadaan Davian langsung memberi kode kepada dokter Sifa, dokter Sifa menoleh dia melihat Davian sudah berdiri sambil tersenyum, dokter Sifa langsung berjalan menghampiri Davian.
"Kamu terlihat lebih cantik." ucap Davian sambil menyerahkan mawar putih di tangannya.
"Apa kamu menunggu lama?" tanya dokter Sifa sambil menghirup aroma mawar putih.
"Paling dua jam." jawab Davian yang membuat dokter Sifa langsung memeluknya.
__ADS_1
"Aku jatuh cinta lagi pada mu Dav." bisik dokter Sifa.