
Davian masih duduk menggenggam kantong plastik yang berisi obat obatan pamannya, dia duduk di kursi depan ruang perawatan yang cukup jauh dari tempat tuan Abas di rawat, dia masih menunggu tuan Wisnu keluar dari ruangan itu.
"Bagaimana kondisi paman?" tanya Davian setelah duduk di sebelah tempat tidur pasien, Davian baru saja masuk ruang perawatan setelah tuan Wisnu meninggalkan ruang perawatan itu.
"Paman baik baik saja Dav." ucap tuan Abas dengan suara lemah.
"Maafkan Davian paman." kata Davian dengan raut wajah penuh penyesalan.
"Kenapa kamu minta maaf Dav?" tanya tuan Abas.
"Davian tidak pernah memperhatikan Paman." jawab Davian.
"Sudahlah paman baik baik saja, jangan menyalahkan dirimu." ucap tuan Abas menghibur Davian.
"Aditya kemana paman?" tanya Davian yang tidak melihat Aditya di ruangan itu.
"Dia sedang mengantar teman paman." jawab tuan Abas.
"Baiklah kalau begitu paman istirahat, kata dokter paman harus banyak istirahat." Davian menarik selimut untuk menutupi tubuh tuan Abas.
Sebelumnya tuan Abas sudah bercerita perihal Aditya yang tinggal bersamanya tapi karena kesibukan mereka masing masing akhirnya mereka baru bertemu di rumah sakit.
- - -
Di sisi lain Andini masih sibuk dengan beberapa pekerjaan, selain pekerjaan nya sendiri, dia juga menghandle pekerja Aditya, karena Aditya tadi berpamitan ingin kerumah sakit melihat kondisi ayahnya.
__ADS_1
Andini memilih menyibukkan diri dengan bekerja, beberapa waktu belakangan dia memilih menjauh dari Davian bahkan sekedar berkirim pesan atau telfon pun dia tidak melakukan nya, dia tidak ingin hal buruk terjadi pada Davian jika dia tetap nekat berhubungan dengan Davian.
"Maafkan aku Dav, aku hanya ingin kamu baik baik saja, meskipun aku tahu ini menyakiti kita." ucap Andini dalam hati sambil memperhatikan foto Davian.
Andini bersiap pulang setelah menyelesaikan pekerjaan nya, saat sudah berada di parkiran dia teringan akan kabar dari tuan Abas yang di rawat di rumah sakit, dia pun ingin menjenguk tuan Abas, bagaimana pun tuan Abas bersikap baik padanya terlepas dari rencana perjodohan mereka, sebelum berangkat Andini mengirimkan pesan kepada Aditya untuk bertanya alamat rumah sakitnya.
Andini baru saja tiba di rumah sakit dia bergegas menuju lift untuk ke ruangan tuan Abas di rawat.
Di depan ruang perawatan Andini terdiam sejenak memperhatikan sosok laki laki yang sedang bersama tuan Abas, laki laki itu sangat perhatian dengan tuan Abas, dia menyuapi makanan ke tuan Abas dengan sangat telaten.
Tok tok tok
"Permisi." ucap Andini setelah mengetuk pintu.
"Andini." kata Aditya langsung berdiri menyambut Andini.
"Bagaimana kondisi om?" tanya Andini ke tuan Abas.
"Sekarang om merasa lebih baik, apalagi ada Andini di sini." jawab tuan Abas menggoda Andini.
Andini tersenyum malu mendengar jawaban tuan Abas
"Andini dari mana?" tanya tuan Abas sebelum meminum minuman yang di sodorkan oleh Aditya.
"Dari kantor om." jawab Andini singkat.
__ADS_1
"Adit ajak Andini makan, pasti Andini belum makan." perintah tuan Abas.
Aditya melihat tuan Abas seakan tak tega meninggalkan tuan Abas sendiri, tapi tuan Abas mengangguk seolah berkata.
"Ayah tak apa di sini sendiri."
Aditya pun mengajak Andini turun menuju kantin rumah sakit, Andini yang memang sudah merasa sangat lapar pun mengiyakan perintah tuan Abas, tanpa sadar Aditya menggandeng tangan Andini ketika keluar dari ruangan, tuan Abas yang melihat hal tersebut hanya tersenyum.
"Maaf, aku tidak sengaja." ucap Aditya setelah menyadari dia menggandeng Andini, Andini hanya mengangguk dan tersenyum melihat wajah Abas yang malu.
Aditya bergegas menuju stand makanan setelah mereka sampai di kantin, dia memesan dua porsi ayam bakar karena Andini sebelumnya memesan ayam bakar ketika ditanya Aditya menu yang akan Andini pesan, Andini di minta duduk saja biar Aditya yang memesan.
"Bagaimana pekerjaan tadi apa sudah selesai semua?" tanya Aditya dengan nada suara lembut setelah mereka menyelesaikan makan.
"Sudah selesai semua pak." jawab Andini gugup karena biasanya Aditya selalu berkata tegas ketika mereka dikantor.
"Kita tidak berada dikantor jadi santai saja."Jawab Aditya sambil tersenyum.
"Hehehe baiklah." ucap Andini.
"Kamu ternyata terlihat sangat berbeda ketika di luar kantor." ucap Andini dalam hati.
"Apa kamu menjaga om sendirian?" tanya Andini yang sudah mulai terbiasa dengan Aditya yang berbeda ketika dikantor.
"Tidak, sepupu ku baru saja pulang." jawab Aditya.
__ADS_1
Andini mulai menaruh simpati dengan sikap Aditya yang tadi dia lihat begitu perhatian dengan ayahnya, apalagi sikap Aditya yang menurutnya sangat berbeda dengan Aditya saat dikantor, diluar kantor Aditya orang yang sangat lembut dan perhatian, juga humoris dan banyak merayu Andini tapi dengan candaan nya.