
Hendrik baru saja pergi meninggalkan rumah mewah tuan Abas, Davian dan Aditya masih duduk setelah selesai membaca beberapa dokumen yang di berikan Hendrik.
"Sam duduklah sakit kepalaku melihatmu berdiri terus." ucap Aditya yang melihat Sam berdiri di belakang Davian dari awal perbincangan dimulai.
Sam masih diam dengan mimik wajah serius, Sam sebenarnya di kenal sebagai sosok yang pendiam dan juga dingin oleh orang lain, Sam hanya menunjukkan sifat aslinya yang konyol kepada Davian dan orang orang terdekatnya saja.
"Sam duduklah." pinta Davian
Tanpa menjawab Sam langsung duduk di sebelah Davian.
"Dit mulai besok kamu kembali bekerja di FW Corporate sebagai wakil presiden direktur." perintah Davian pada Aditya dengan suara tegas.
"Tapi aku masih memiliki tanggung jawab di jaya group." jawab Aditya.
"Misi mu sudah selesai di jaya group, tidak ada alasan lagi kamu bertahan disana." Aditya langsung melotot mendengar ucapan Davian, tenggorokan nya terasa tercekat ketika akan mengeluarkan kata.
"Apa kamu sudah tau yang sebenarnya Dav." ucap Aditya dalam hati.
"Sam." panggil Davian
Sam mengangguk sambil menatap Davian.
"Besok urus semua saham kantor kita dan masukkan di FW Corporate." perintah Aditya tegas.
__ADS_1
"Baik." jawab Sam singkat.
- - -
Pagi hari terjadi sedikit kegaduhan di FW Corporate, para karyawan sudah berdiri berbaris rapi di depan gedung megah milik FW Corporate, mereka akan menyambut CEO baru.
Davian turun dari mobil setelah di bukakan pintu oleh Sam, Sam berjalan di belakang Davian memasuki gedung megah itu, sedangkan Aditya berjalan di sebelah Davian. Para karyawan serempak menunduk ketika Davian lewat di depan mereka.
Davian langsung menaiki mimbar yang telah di sediakan.
"Selamat pagi semua." sapa Davian yang di balas oleh karyawan nya.
"Saya Davian Ferdiansyah presiden direktur yang baru menggantikan tuan Abas Wardhana." ucap Davian yang disambut tepuk tangan meriah oleh para karyawan.
"Di sini saya perkenalkan, wakil presiden direktur Aditya Wardhana." para karyawan kembali bertepuk tangan setelah Davian mengenalkan Aditya.
Setelah perkenalan selesai para karyawan menyalami Davian, Davian yang memang memiliki sifat ramah pun tidak menolak, dia benar benar tidak menunjukkan bahwa dia adalah CEO FW Corporate yang asetnya memiliki nilai hampir setengah dari negeri ini.
- - -
Andini kini menggantikan posisi Aditya sebagai direktur perencanaan, Aditya langsung meminta ijin kepada tuan Wisnu setelah dia mendapat perintah dari Davian.
Aditya berkata dia akan mengurus FW Corporate jadi dia tidak bisa lagi membantu di jaya group, tuan Wisnu yang mendengar hal itu menyambutnya dengan senang hati.
__ADS_1
"Apa kabarmu sekarang Dav?", gumam Andini dalam hati.
Meskipun dia sudah menerima Aditya tapi Andini masih sayang kepada Davian, dia tidak pernah bertemu Davian lagi setelah acara pemakaman tuan Abas.
- - -
Davian sedang duduk di kursi presiden direktur di temani oleh Sam yang duduk di sofa.
"Apa sudah selesai semua Sam urusan perusahaan kita?" tanya Davian.
"Sudah beres semua Dav." jawab Sam dengan rasa penuh percaya diri.
"Baguslah, dan terimakasih atas kerja kerasmu Sam, selalu kondisikan agar tidak ada media yang meliput perihal diriku." ucap Davian dengan suara tegas, Sam mengangguk mengerti ucapan Davian.
FW Corporate perusahaan besar yang meliputi hampir seluruh bisnis di kota itu termasuk rumah sakit tempat dokter Sifa bekerja.
"Kosongkan jadwal ku hari ini Sam, aku akan kerumah sakit." ucap Davian.
"Apakah mau sekalian bertemu dengan dokter Sifa?" goda Sam.
"Anggap saja bonus kalau bertemu dengannya." jawab Davian dengan penuh tawa.
Davian dan Sam keluar dari kantor menuju rumah sakit, Davian sudah ada janji dengan direktur rumah sakit, dia ingin memeriksa manajemen rumah sakit itu.
__ADS_1
"Sam seperti biasa." ucap Davian ketika turun dari mobil.
Sam mengangguk, dia sudah paham arti dari ucapan Davian, Davian tidak ingin terlihat sebagai CEO FW Corporate, dia hanya ingin menjadi Davian, dan di kenal orang sebagai Davian bukan sebagai CEO FW Corporate.