
Davian langsung menerjang dokter Ferry yang sedang menarik tangan dokter Sifa, satu tendangan mendatar tepat di kepala dokter Ferry yang langsung membuatnya terpental dan jatuh tersungkur dengan keras ke lantai.
Pukulan langsung menghantam telak wajah dokter Ferry dengan beberapa tendangan yang mendarat di perutnya, dokter Ferry yang tidak siap dengan serangan Davian hanya pasrah sambil melindungi dirinya.
Dokter Sifa yang melihat amukan Davian hanya berteriak histeris, dokter Sifa meminta Sam untuk memisahkan mereka namun Sam hanya diam dengan ekspresi wajah dingin.
Keramaian yang di timbulkan Davian mengundang perhatian orang orang di sekitarnya, banyak yang berteriak histeris, pihak keamanan datang setelah dipanggil dokter Sifa, mereka bermaksud melerai perkelahian tapi di cegah oleh Sam.
Sam menyuruh pihak keamanan pergi dari sana, tanpa menjawab apalagi membantah pihak keamanan mundur teratur.
Melihat dokter Ferry yang sudah tidak berdaya dokter Sifa akhirnya memberanikan diri memisahkan mereka karena tidak ada yang berani bertindak melihat pemilik rumah sakit yang sedang mengamuk.
"Dav sudah aku mohon." Ucap dokter Sifa sembari memeluk Davian dari belakang
Davian berhenti sejenak merasakan pelukan dokter Sifa.
"Jangan disini nanti kamu terluka." Kata Davian tanpa melihat dokter Sifa.
"Sam!" Teriak Davian memanggil Sam,
Sam langsung menarik tangan dokter Sifa untuk menjauh.
__ADS_1
Teriakan kesakitan dari dokter Ferry tidak membuat Davian menghentikan aksinya, dia lebih beringas menghajar dokter Ferry.
"Dav aku mohon berhenti Dav." Teriak dokter Sifa sambil menangis keras.
Dokter Sifa berusaha memberontak dari pegangan Sam, tapi tenaga dokter Sifa jauh dibawah Sam yang mencengkram nya dengan kuat.
"Dav aku mohon." Lirih suara dokter Sifa berkata karena suara tangisnya.
Davian berhenti setelah mendengar suara dokter Sifa yang sangat memilukan.
"Urus dia Sam." Ucap Davian setelah melihat dokter Ferry tergeletak tak berdaya.
Sam melepaskan cengkraman dari lengan dokter Sifa, dokter Sifa menatap dokter Ferry yang kondisinya cukup mengenaskan, tapi dia lebih memilih menarik Davian untuk masuk ke dalam ruangan kerjanya.
Sam menyuruh perawat untuk mengobati dokter Ferry setelah Davian masuk ke dalam ruangan dokter Sifa.
Perawat langsung membawa dokter Ferry ke dalam ruang perawatan untuk mengobati lukanya, Sam menyusul masuk ke dalam ruang pengobatan.
Setelah selesai di obati, Sam menghampiri dokter Ferry
"Sayangi nyawa anda dokter." Ucap Sam penuh intimidasi setelah itu dia pergi meninggalkan dokter Ferry, sebelumnya Sam sudah berpesan pada pihak keamanan untuk mengantar dokter Ferry keluar rumah sakit.
__ADS_1
- - -
Di dalam ruang kerja dokter Sifa, Davian duduk dengan nafas yang memburu, dokter Sifa masih memeluk lengan Davian, setelah Davian terlihat lebih tenang dokter Sifa melepas pelukannya.
"Dav." Ucap dokter Sifa lembut sembari memegang wajah Davian.
Davian hanya diam menatap dokter Sifa
"Kamu kenapa?" Tanya dokter Sifa
Davian masih diam.
"Aku tahu kamu marah tapi tidak perlu kamu melakukan hal seperti itu." Dokter Sifa berbicara selembut mungkin.
"Itu hanya peringatan kecil." Kata Davian dingin.
Dokter Sifa merasa takut melihat ekspresi Davian, tapi dia tahu Davian hanya ingin melindungi nya.
"Iya aku tahu maksud kamu baik tapi cara kamu salah Dav." Dokter Sifa menggenggam erat tangan Davian sembari tersenyum.
"Aku ambilkan minum dulu ya." Dokter Sifa berdiri keluar dari ruangannya.
__ADS_1
Di depan ruangan dokter Sifa bertemu Sam yang sedang berdiri dengan tatapan tajam, dokter Sifa menatap Sam tajam dengan penuh rasa marah sedangkan Sam hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala.