WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
BAIKAN LAGI


__ADS_3

Dokter Sifa mendorong kursi roda dengan pelan, dia seakan sedang menikmati setiap moment bersama Davian.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di taman rumah sakit, dokter Sifa duduk di bangku taman sedangkan Davian duduk di atas kursi roda tepat di sebelahnya.


"Kamu senang Dav?" Tanya dokter Sifa sambil tersenyum, Davian masih diam dia malah sibuk dengan ponselnya.


"Aku bahagia bisa melihatmu kembali Dav." Air mata mulai menggenang di pelupuk mata dokter Sifa.


"Sam." Ucap Davian setelah Sam menerima panggilan, dokter Sifa hanya tersenyum melihat Davian menelpon Sam, dia tidak merasa sakit hati Davian mengacuhkan nya.


"Hem." Jawab Sam seperti biasa walaupun mereka sedang berkomunikasi via telpon.


"Jam berapa kamu kesini." Tanya Davian, karena seharusnya Sam menjemputnya hari ini.


"Ada meeting sampai malam, mungkin aku baru bisa menjemput mu lusa." Jawab Sam yang membuat Davian meremas ponselnya.


"Kalau besok kamu tidak kesini aku pulang sendiri." Ucap Davian langsung mematikan ponselnya.


Dokter Sifa yang melihat Davian bertengkar dengan Sam malah tertawa, dia teringat kenangan dulu ketika Davian sering bertengkar saat mereka di dalam mobil.

__ADS_1


"Apa kamu sudah tuanangan Dav?" Tanya dokter Sifa berusaha memancing Davian bicara walaupun dia tahu cerita tentang Davian dan Risa.


Mendengar pertanyaan dokter Sifa membuat Davian langsung menoleh dan menatap tajam dokter Sifa, sedangkan dokter Sifa hanya tersenyum.


"Seperti apa wanita mu itu Dav?" Tanya dokter Sifa, dia sangat berharap Davian mau berbicara dengannya.


"Dia tidak pernah meninggalkan ku demi lelaki lain." Ucap Davian ketus, dokter Sifa tersenyum karena usahanya ada kemajuan.


"Dia sangat beruntung memiliki mu Dav." Ucap dokter Sifa.


"Aku yang beruntung memilikinya, dia memberikan kesetiaan dan cinta yang luar biasa." Davian terlihat menitihkan air mata teringat kenangan bersama Risa.


"Dua tahun aku pergi berharap bisa menebus kesalahan ku pada lelaki yang sangat aku cintai." Dokter Sifa menghapus air mata yang akan turun.


"Tapi rasa bersalah terus mengikuti ku, sampai akhirnya aku bertemu dengannya dengan kondisi yang membuat duniaku runtuh seketika." Dokter Sifa tidak dapat menahan tangisnya lagi.


"Duniaku benar benar hancur saat melihat dia sekarat, aku mau menukar seluruh hidupku hanya untuk kata maaf darinya." Menunduk sambil menutup wajahnya.


Suara dokter Sifa tercekat karena tangisnya yang benar benar tidak bisa dia kendalikan.

__ADS_1


"Dia sudah memaafkan mu dari dulu." Kata Davian sambil menatap lurus ke depan, dokter Sifa langsung mengangkat wajahnya mendengar ucapan Davian.


"Dav." Kata dokter Sifa menatap Davian sendu.


"Jangan menangis." Kata Davian memegang kepala dokter Sifa, dokter Sifa langsung menggenggam tangan Davian.


"Terimakasih Dav terimakasih." Dokter Sifa menempelkan tangan Davian ke pipinya, Davian tersenyum, rasa benci Davian sudah hilang setelah mendengar cerita dari Sam perihal dokter Sifa.


"Mau kah kamu berbagi kisah tentang Risa?" Tanya dokter Sifa setelah tangisnya reda, Davian tersenyum mendengar pertanyaan dari dokter Sifa.


"Nanti aku kenalkan padamu, meski dia tidak bisa mengenalmu." Davian menarik kepala dokter Sifa untuk bersender di bahunya.


"Maafkan aku Sifa." Ucap Davian sambil membelai lembut kepala dokter Sifa.


"Untuk apa Dav?" Ucap dokter Sifa bingung.


"Telah membuat kamu tersiksa." Kata Davian menatap mata dokter Sifa.


"Aku sudah bahagia lagi sekarang." Dokter Sifa memeluk Davian.

__ADS_1


Mereka kemudian tersenyum dan menikmati waktu kebersamaan mereka kembali setelah beberapa tahun ini terpisah.


__ADS_2