WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
PERNIKAHAN ANDINI DAN ADITYA


__ADS_3

Aditya langsung keluar dari ruangan Davian setelah selesai memberikan undangan pernikahan nya.


Aditya langsung menuju ke kediaman tuan Wisnu, selain untuk membahas perihal pernikahannya yang akan di gelar dua hari lagi, dia juga ingin bertemu tuan Wisnu.


"Apa kabar pah?" Sapa Aditya begitu memasuki rumah tuan Wisnu dan melihat tuan Wisnu sedang duduk di ruang keluarga.


"Baik." jawab tuan Wisnu singkat.


"Bagaimana persiapan pernikahan?" tanya tuan Wisnu.


"Sudah selesai semua pah." Jawab Aditya.


Aditya sebenarnya ingin langsung menyampaikan kepada tuan Wisnu perihal kehadiran Davian nanti, tapi dia memilih berbicara dahulu pada Andini, karena dia sudah tahu bagaimana sifat tuan Wisnu.


"Andini bisa kita bicara di luar?" bisik Aditya pada Andini setelah Andini datang ke ruang keluarga.


"Ayo." jawab Andini menarik tangan Aditya ke taman belakang.


"Pah saya bicara dengan Andini sebentar." pamit Aditya yang di balas anggukan oleh tuan Wisnu.


"Ada apa dit?" Tanya Andini setelah mereka duduk di kursi taman.


"Soal papa." jawab Aditya.

__ADS_1


"Kenapa memang?" Andini menyeruput minuman yang ada di depannya.


"Davian akan hadir nanti, aku takut papa melakukan sesuatu seperti saat acara pertunangan kita." ucap Aditya dengan nada kuatir.


Andini diam sesaat menatap wajah Aditya


"Tenang saja, aku yakin papah tidak akan melakukan hal itu lagi, dia sudah tahu siapa Davian sekarang." kata Andini menenangkan Aditya.


"Aku hanya takut terjadi keributan, soalnya Davian sudah berpesan." Aditya berhenti sejenak.


"Apa?" tanya Andini penasaran.


"Dia tidak akan mengampuni papa meskipun papa sudah jadi mertua ku." jawab Aditya sambil menatap nanar.


"Apa aku perlu bicara dengan papa?" tanya Aditya ragu.


Andini langsung menggelengkan kepalanya


"Tidak perlu, papa sudah tahu bagaimana dia bersikap." jawab Andini mantap.


- - -


Persiapan sudah selesai 100%, gedung acara sudah di dekorasi dengan sangat mewah, para pelayan sudah sibuk menata segala sesuatu agar sesuai.

__ADS_1


Diluar gedung sudah terlihat beberapa tamu undangan berdatangan, sedangkan di dalam ruang make up terlihat Aditya dengan raut wajah yang menunjukkan rasa grogi nya.


Berbeda dengan acara tunangan kali ini Aditya hanya sendiri tanpa di temani oleh Davian, Davian sudah berpesan akan datang nanti tidak bisa menemani dari awal, Aditya pun tidak bisa memaksa Davian.


Setelah melalui prosesi yang sangat mendebarkan kini Andini dan Aditya sudah resmi menjadi pasangan suami istri, terlihat senyum kelegaan di wajah Aditya dan senyum bahagia di wajah Andini.


Andini sudah benar benar menerima dan menyayangi Aditya sebagai pendamping hidupnya.


Para tamu berbaris untuk menaiki panggung, disana berdiri dua orang yang sedang sangat bahagia dengan senyum mengembang di wajahnya.


Aditya mengedarkan pandangannya seperti mencari sesuatu Andini yang menyadari hal itu pun bertanya.


"Ada apa?" tanya Andini melihat raut wajah Aditya.


"Aku tidak melihat Davian dari tadi." jawab Aditya.


"Mungkin masih dijalan." ucap Andini menghibur Aditya.


"Apa Davian tidak hadir?" kata Aditya dengan suara kecewa.


"Dia pasti datang, sekarang hubungan kita dengan Davian baik baik saja, dulu waktu acara tunangan dia bahkan menemani mu kan." Andini mengelap keringat dari dahi Aditya.


"Semoga." belum selesai Aditya bicara dari arah pintu masuk terlihat beberapa orang bergerombol.

__ADS_1


Aditya menyipitkan matanya kemudian tersenyum, disana terlihat Davian sedang melangkah dengan gagahnya.


__ADS_2