WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
DAVIAN TAHU DENGAN SENDIRINYA


__ADS_3

Davian dan Sam baru saja mendarat di bandara setelah perjalanan yang cukup memakan waktu.


"Kita kerumah Sifa dulu Sam." ucap Davian saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Baiklah." jawab Sam singkat.


Selama perjalanan Davian melihat Sam seperti sedang ada masalah, dari kemarin setelah Sam menerima telfon Davian melihat muka Sam tidak seperti biasa.


"Apa ada yang kamu sembunyikan Sam?" selidik Davian.


"Maksudnya?" tanya Sam bingung.


"Kamu seperti sedang memikirkan sesuatu." tanya Davian sambil menatap Sam tajam.


Sam hanya diam, dia masih menimbang nimbang untuk bercerita masalah dokter Sifa


"Kemarin dokter Sifa bertemu seseorang." akhirnya Sam memilih menceritakan kepada Davian.


"Lalu?" tanya Davian dengan tenang.


"Orang itu mantan kekasih dokter Sifa." ucap Sam dengan suara datar.


"Apa masalahnya?" tanya Davian yang sibuk dengan ponselnya.


"Lebih baik kamu tunggu dokter Sifa yang mengatakan padamu." jawab Sam kembali fokus mengemudi.

__ADS_1


- - -


Dokter Sifa masih terdiam mendengar ucapan dokter Ferry, sebenarnya dokter Sifa masih memiliki perasaan terhadap dokter Ferry.


"Semua tidak seperti yang kamu pikirkan Sifa." ucap dokter Ferry menjelaskan.


"Apa?" tanya dokter Sifa.


"Aku tidak pernah memiliki hubungan apapun dengan orang lain di sana." ucap dokter Ferry.


"Lalu ini apa?" ucap dokter Sifa sambil menunjukkan foto dokter Ferry bersama wanita lain.


"Itu hanya salah faham, dia tidak lebih dari sahabat " jawab dokter Ferry menjelaskan.


Dokter Sifa terdiam, dia mengenal dokter Ferry sudah lama dia juga tau seperti apa dokter Ferry.


Dokter Sifa mulai terisak mendengar jawaban dari dokter Ferry


"Apa kamu benar benar mencintai nya?" tanya dokter Ferry.


Dokter Sifa hanya menatap dokter Ferry


"Jawablah Sifa, aku akan melepaskan mu jika kamu benar benar mencintai nya?" ucap dokter Ferry dengan nada penuh penekanan.


"Aku tidak tahu." ucap dokter Sifa terputus.

__ADS_1


"Tapi aku sudah berusaha melupakan mu." lanjut dokter Sifa.


"Boleh aku memelukmu?" pinta dokter Ferry.


"Anggap saja pelukan perpisahan." lanjutnya.


Tanpa menunggu jawaban dokter Ferry langsung bangkit memeluk dokter Sifa, kini dokter Sifa sudah menangis dalam pelukan dokter Ferry.


- - -


Davian dan Sam baru saja tiba di depan rumah dokter Sifa, Davian melihat ada mobil yang tidak dia kenal terparkir di halaman rumah dokter Sifa.


"Ada siapa di dalam," gumam Davian.


Davian melangkah masuk dengan di ikuti Sam, Davian berdiri di depan pintu dengan Sam di belakangnya, dia menatap nanar ke depan melihat dokter Sifa sedang berpelukan dengan seorang laki laki.


Sam yang juga melihat hal itu langsung melangkah masuk melewati Davian, tapi Davian menahan Sam.


"Biarkan." ucap Davian.


Sam pun diam di sebelah Davian ikut melihat dengan tatapan geram, muka Sam terlihat sangat marah.


"Ehem." Davian berdehem untuk menghentikan pelukan dokter Sifa.


Dokter Sifa dan dokter Ferry yang mendengar suara seseorang langsung menoleh ke arah pintu.

__ADS_1


Dokter Sifa sangat terkejut melihat Davian berdiri disana dengan ekspresi wajah yang sangat dingin sedangkan Sam yang berdiri di sebelahnya terlihat menatap tajam dokter Sifa.


Dokter Sifa langsung melangkah ke depan untuk mendekati Davian, ketika dokter Sifa sudah sampai Davian langsung masuk dan duduk disana tanpa berkata apapun, sedangkan Sam berdiri di sebelah Davian.


__ADS_2