
Sam langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, walaupun seharian dia beraktivitas, tidak ada rasa lelah terlihat dari wajahnya, senyum mengembang di wajah Sam teringat moment kebersamaan bersama Monica beberapa saat lalu.
"Apa seindah ini jatuh cinta." Gumam Sam dalam hati.
- - -
Sam sudah berdiri di sebelah mobil dia menunggu Davian, dengan senyum lebar dia menyambut Davian yang sedang berjalan menghampirinya.
"Selamat pagi Dav." Sapa Sam yang membuat Davian menyipitkan matanya.
"Kamu sehat Sam?" Tanya Davian yang melihat gelagat dari Sam.
"Rasanya seperti terlahir kembali." Jawab Sam yang membuat Davian terkekeh.
Davian masuk ke dalam mobil setelah Sam membukakan pintu, Sam berlari memutari mobil.
"Wah wah ada yang sedang bahagian." Sindir Davian sembari melirik ke arah Sam.
"Seperti yang kamu lihat Dav." Jawab Sam dengan senyum lebar.
"Bagaimana rasanya jatuh cinta?" Tanya Davian melihat tingkah Sam seperti anak kecil yang sedang senang.
Sam bersenandung kecil dengan senyuman di wajahnya, dia tidak menjawab pertanyaan Davian, dari sikap Sam, Davian sudah mendapatkan jawaban bagaimana Sam bahagia saat ini.
"Dav." Panggil Sam setelah selesai bersenandung.
"Hmm." Jawab Davian.
"Menurutmu." Ucapan Sam langsung dipotong Davian.
"Jangan terlalu lama membuat seorang wanita menunggu, ungkapkan perasaan mu secepatnya." Ucap Davian yang seakan mengetahui apa yang akan di tanyakan oleh Sam.
Sam mengangguk mendengar jawaban Davian.
"Kapan waktu yang tepat untuk menyatakan cinta." Gumam Sam seakan tidak menganggap keberadaan Davian.
__ADS_1
"Cih, kamu bahkan seperti anak kecil sekarang Sam." Ucap Davian sembari tersenyum mengejek.
Sam tidak mengindahkan ucapan Davian, dia sibuk dengan pikirannya sendiri, bayangan indah kebersamaannya dengan Monica tidak dapat lepas dari ingatannya.
Mobil berhenti di loby kantor, Davian berjalan masuk di ikuti Sam, dari kejauhan Davian melihat Monica sedang berdiri menunggu lift, seketika muncul ide jahil di kepala Davian.
"Monica." Panggil Davian yang sudah berada di sebelah Monica sembari menunggu lift khusus Presdir.
"Iya pak." Jawab Monica menghampiri Davian, sedangkan Sam hanya memasang ekspresi dingin seperti biasa.
"Ikut keruangan saya." Ucap Davian yang dibalas anggukan kepala Monica.
Lift terbuka, Davian melangkah masuk di ikuti Sam, Monica yang masih berdiri mengantri di depan lift karyawan di panggil oleh Davian untuk masuk ke dalam lift khusus Presdir, sebelum pintu lift tertutup Davian langsung keluar meninggalkan Sam dan Monica di dalam lift.
"Nikmati waktu kalian." Ucap Davian sebelum pintu lift tertutup rapat.
Para karyawan yang melihat tingkah bosnya hanya menatap aneh.
- - -
"Kenapa aku bisa seperti ini." Ucap Sam dalam hati sembari mengelap keringat yang keluar di keningnya.
"Bagaimana tidur mu semalam?" Tanya Sam untuk memecah keheningan.
"Nyenyak seperti biasa Sam." Jawab Monica, Sam mengangguk.
"Aku lebih nyenyak bahkan mimpi indah." Ucap Sam sambil tertawa yang membuat Monica menatap Sam, Sam yang menyadari tatapan Monica langsung menghentikan suara tawanya.
"Kau menyelamatkan ku lift." Kata Sam dalam hati setelah pintu lift terbuka.
Sam dan Monica berjalan menuju ruangan Davian, di sana Davian sudah duduk menunggu kedatangan Sam dan Monica.
"Apa kamu salah menekan tombol lift Sam?" Tanya Davian ketika Sam dan Monica masuk.
"Kamu yang terlalu cepat sampai Dav." Jawab Sam yang terlihat memerah wajahnya.
__ADS_1
Monica hanya diam menyaksikan perdebatan dua atasannya itu
"Monica kembali ke ruangan mu, nanti ku panggil lagi." Kata Davian yang membuat Monica menatapnya.
"Baik pak." Jawab Monica melangkah keluar.
"Bagaimana Sam?" Tanya Davian pada Sam setelah Monica menutup pintu.
"Apanya?" Ucap Sam kebingungan.
"Jawaban Monica." Davian mengangkat kedua alisnya.
"Jawaban apa?." Kata Sam benar benar bingung.
"Ah bodoh." Davian mengumpat melihat Sam.
"Bukannya kamu mengungkapkan perasaan tadi." Lanjut Davian.
"Aku belum yakin Dav." Kata Sam menatap nanar.
"Apanya yang kamu tidak yakin?" Tanya Davian.
"Perasaan Monica padaku." Kata Sam.
"Lebih baik kamu pastikan dulu, tapi aku yakin perasaan mu akan terbalas." Ucap Davian menyemangati.
- - -
Davian baru saja turun dari mobil yang berhenti di lobby rumah sakit miliknya, dia berniat makan siang bersama dokter Sifa.
Langkah Davian terhenti beberapa meter dari ruangan dokter Sifa, tatapan berubah menjadi sangat tajam dengan emosi yang terlihat dari sorot matanya.
Sam yang berada di belakang Davian juga menatap tajam ke depan, dia menepuk pundak Davian.
"Jangan ikut campur Sam." Ucap Davian sembari berlari ke arah dokter Sifa.
__ADS_1