
Sam masih berkutat dengan banyaknya pekerjaan yang harus dia selesaikan, tiga hari dia meninggalkan pekerjaan karena mengurusi Davian, hari ini rasanya benar benar lelah, dia tidak mungkin menyelesaikan ini sendiri.
"Monica keruangan saya." Kata Sam langsung menutup telpon.
Sam yang tahu kinerja Monica karena sebelumnya Monica pernah dia minta membantu memeriksa beberapa berkas dan hasilnya memuaskan, hari ini dia meminta Monica untuk membantunya lagi.
"Masuk." Ucap Sam setelah pintu ruangannya di ketuk.
"Maaf pak, ada yang bisa saya bantu?" Ucap Monica setelah masuk ke ruangan Sam.
"Duduk." Monica langsung duduk di kursi depan Sam.
"Bantu saya, periksa ini." Kata Sam sembari menyodorkan beberapa berkas ke depan Monica.
Monica menatap Sam dengan tatapan bingung
"Kerjakan jangan melamun." Ucap Sam dingin karena melihat Monica hanya diam, Monica langsung membuka lembaran berkas di depannya tanpa menunggu lama.
Monica fokus memeriksa berkas laporan di depannya, sesekali dia terlihat menguap mungkin karena kelelahan, Sam yang memperhatikan hal itu pun menyunggingkan senyum penuh arti, Sam buru buru membuang muka karena Monica melihat ke arahnya.
"Sudah selesai pak." Ucap Monica menyerang berkas yang sudah selesai dia cek.
"Ada kesalahan?" Tanya Sam menerima berkas itu.
"Aman pak." Jawab Monica dengan senyum lebar, Sam melotot melihat Monica, Monica langsung menunduk.
"Apa kamu lelah?" Tanya Sam.
"Lumayanlah." Jawab Monica sambil merenggangkan tubuhnya.
__ADS_1
"Ehem." Sam berdehem karena melihat Monica menggeliat.
"Maaf pak." Ucap Monica panik.
Sam berdiri dan mengambil kunci mobil di sebelahnya
"Ikut." Ucap Sam sembari berjalan melewati Monica.
Monica melangkah mengikuti Sam
"Mau kemana ya." Gumam Monica dalam hati.
Monica tidak berani bertanya pada Sam, Sam memasuki lift, Monica terlihat ragu karena lift itu khusus untuk Presdir.
"Masuk." Kata Sam yang melihat Monica berdiri.
Monica sudah berada di mobil dengan Sam yang duduk di belakang kemudi, dia mengumpulkan keberanian untuk bertanya.
"Maaf pak." Ucap Monica dengan gelisah.
"Hmm." Jawab Sam.
"Kita mau kemana?" Tanya Monica dengan suara bergetar.
"Makan." Jawab Sam singkat.
"Tapi," Sam langsung memotong ucapan Monica.
"Diam saja." Kata Sam dengan suara lirih tapi mengerikan.
__ADS_1
"Reservasi atas nama Sam." Ucap Sam setelah memasuki restoran.
"Silahkan." Pelayan berjalan menunjukkan meja yang sudah Sam pesan sebelumnya
Beberapa saat kemudian terlihat dua pelayan langsung mengantarkan makanan dan minuman, Monica menatapnya bingung karena dia merasa belum memesan apapun.
"Bagaimana dia tahu makanan kesukaan ku." Ucap Monica dalam hati setelah melihat makanan yang di hidangkan.
"Selamat makan." Monica kaget mendengar ucapan Sam, Sam terlihat sudah mulai menikmati makanannya, Monica pun segera memakan makanan di depannya.
Di tengah tengah makan siang mereka ponsel Sam berdering
"Hallo." Sapa Sam dengan seseorang di ujung sana.
"Terimakasih dokter, aku percayakan Davian padamu." Sam menutup telpon, mendengar Sam menyebut nama Davian, Monica langsung menatapnya, dia ingin sekali bertanya perihal Davian yang sudah beberapa hari tidak terlihat di kantor tapi Monica tidak memiliki keberanian.
"Nikmati makanan mu, jangan melamun." Kata Sam menyadarkan Monica dari lamunannya.
"Baik." Jawab Monica.
- - -
"Apa mau aku bantu Dav." Tawar dokter Sifa yang melihat Davian kesusahan turun dari ranjang pasien.
Davian hanya diam dia tidak menjawab atau melihat ke arah dokter Sifa.
"Aku bantu Dav." Dokter Sifa memberanikan diri memegang lengan Davian untuk membantunya turun dan duduk di atas kursi roda, dokter Sifa tersenyum karena tidak ada penolakan dari Davian.
Dokter Sifa berencana untuk mengajak Davian ke taman rumah sakit, karena dia merasa kalau Davian bosan beberapa hari dia hanya berbaring di atas tempat tidur.
__ADS_1