
Davian baru saja selesai meeting dengan client nya, dia duduk di kursinya sambil meregang kan tubuhnya yang terasa letih, akhir akhir ini pikirannya sangat terbebani perihal hubungan nya dengan Andini, Davian masih berpikir apa yang harus dilakukan nya kemudian HP Davian berdering dia melihat sejenak untuk mengetahui siapa yang menelfon nya.
"Halo Andini." ucap Davian setelah mengangkat panggilan dari Andini.
"Dav." Davian sedikit panik mendengar suara parau dari Andini.
"Kamu kenapa Din kenapa suaramu seperti orang yang sedang menangis?" tanya Davian.
"Kak David." ucapan Andini terputus berusaha menguasai dirinya, Davian bingung sekaligus panik mendengar nama David disebut oleh Andini.
"Maksudnya bagaimana Din, jelaskan perlahan." pinta Davian.
"Kak David akan menikah." Davian semakin bingung dengan ucapan Andini.
"Din kamu jelaskan jangan sepotong sepotong aku jadi bingung." ucap Davian kesal.
"Papa akan mengundur perjodohan ku karena kak David akan menikah dulu." ucap Andini yang sudah bisa menguasai dirinya.
__ADS_1
"Lalu kenapa kamu menangis?" tanya Davian.
"Kak David membantu mengundur perjodohan ini dengan dia menikah, padahal sebelumnya kak David tidak mau menikahi wanita pilihan papa." jelas Andini
Davian sudah bisa menangkap arah pembicaraan Andini.
"Lalu?" tanya Davian ingin mendengar penjelasan lebih lengkap lagi dari Andini.
"Kak David membantu kita dengan mengundur perjodohan Andini, kak David berpesan selanjutnya kita yang harus berusaha meyakinkan papa karena kak David hanya bisa membantu ini." jelas Andini panjang lebar.
Davian kini sudah paham maksud dari Andini, David membantunya mengundur perjodohan Andini agar dia memiliki waktu yang lebih untuk mencoba meyakinkan tuan Wisnu agar membatalkan rencana perjodohan Andini dan Aditya.
- - -
Tuan Wisnu meminta pelayanan untuk memanggil Andini menghadap di ruang kerjanya.
"Nona tuan besar meminta Nona menghadap di ruang kerja tuan besar." ucap Bu Nani.
__ADS_1
"Baik Bu." jawab Andini langsung menuruni tangga menuju ruang kerja tuan Wisnu.
Andini menyeret kakinya menuju ruang kerja tuan Wisnu yang hanya berjarak beberapa meter lagi, dia terdiam sesaat berpikir hal yang akan di sampaikan tuan Wisnu hingga memanggil nya. Tapi dia tidak bisa menebak apa yang akan dibicarakan, dengan perasaan ragu dia mengetuk pintu ruang kerja tuan Wisnu.
"Masuk." suara tuan Wisnu mempersilahkan Andini masuk ke dalam ruangan.
"Mulai besok kamu bekerja di perusahaan papa!" ucap tuan Wisnu datar.
Andini hanya mengangguk berlalu keluar ruang kerja tuan Wisnu, Andini tidak berani menolak perintah tuan Wisnu untuk bertanya pun dia tidak berani.
Setelah Andini keluar tuan Wisnu mengutak atik HP nya mencari sebuah kontak orang yang akan di hubungi.
"Halo om." sapa Aditya ketika mengangkat telfon dari tuan Wisnu.
"Dit besok Andini sudah mulai bekerja, om harap kamu bisa lebih dekat dengan Andini." ucap tuan Wisnu ramah.
"Baik om, besok Adit persiapkan semuanya." jawab Adit.
__ADS_1
"Baiklah, semoga semua berjalan lancar." tuan Wisnu mengakhiri panggilan itu.
Tuan Wisnu sudah mengetahui sebab David akan menikah, dia menduga pernikahan David ada hubungannya dengan perjodohan Andini, maka dari itu dia mengatur rencana untuk Aditya dan Andini, tuan Wisnu memilihkan jodoh untuk Andini bukan sembarang orang, walaupun derajat mereka menjadi poin utama.