
Davian langsung berlari ke rumah dokter Sifa, Sam keluar dari mobil dan memperhatikan sekitar.
"Sifa ini aku Davian." Davian berteriak sembari menggedor pintu rumah dokter Sifa dengan cukup keras.
Sam melihat sekeliling dia tidak mendapati mobil dokter Sifa ada di sekitar rumahnya. Kemudian Sam berjalan menghampiri Davian.
"Dav sepertinya dokter Sifa tidak ada dari Ruman." ucap Sam.
"Bagaimana kamu tahu?" tanya Davian dengan tetap menggedor rumah dokter Sifa.
"Apa cinta membuat begitu bodoh Dav." ucap Sam dalam hati.
"Mobil dokter Sifa tidak ada di sini." jelas Sam,
Davian menghentikan gedoran di pintu rumah dan melihat sekeliling.
"Temukan dia sekarang Sam!" perintah Davian.
Sam mengangguk dan langsung membuka ponselnya, dia pun menghubungi seseorang.
"Cari dia secepatnya, akan ku kirim foto dan plat mobilnya." ucap Sam kemudian mengakhiri panggilan.
"Kita tunggu Dav, aku sudah mengerahkan orang untuk mencari dokter Sifa." kata Sam sembari mengajak Davian kembali masuk ke dalam mobil.
Davian mendesah kesal, sudah satu jam lebih belum ada kabar tentang keberadaan dokter Sifa.
"Apa kamu hanya menunggu orang orang itu Sam." ucap Davian dengan kesal.
__ADS_1
Sam menatap Davian dengan tatapan bingung dan kesal, Davian yang melihat tatapan Sam langsung balik menatap tajam.
"Gunakan otak mu untuk berfikir, apa yang harus kita lakukan setelah dokter Sifa ketemu dan membuat dia tidak marah." kata Davian sembari menunjuk kening Sam.
"Kenapa harus kita." gerutu Sam dalam hati.
"Baiklah." ucap Sam pasrah, dia tahu saat ini tidak tepat untuk berdebat dengan Davian.
Mereke terdiam tenggelam dalam pikiran masing masing, Sam terus berpikir cara untuk membujuk dokter Sifa.
"Membawa bunga," "Ah tidak tidak."
"Membelikan perhiasan." "Akan merepotkan."
"Oh iya membeli stetoskop," "Dokter Sifa mungkin sudah punya banyak stetoskop." Sam terus berpikir keras.
Setelah beberapa Sam berpikir tiba tiba Sam berteriak
Davian langsung menengok ke arah Sam karena kaget Sam tiba tiba berteriak.
"Apa kamu sudah gila Sam?" ucap Davian kesal.
"Aku sudah menemukan ide untuk membuat dokter Sifa tidak marah." jawab Sam dengan senyum mengembang.
"Apa?" tanya Davian antusias.
"Kita ambil rekaman CCTV restoran dan kita tunjukkan pada dokter Sifa." ucap Sam dengan semangat.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin, Sifa pasti tidak mau menemui ku saat ini." protes Davian.
"Aku punya rencana." ucap Sam dengan senyum liciknya.
Setelah menunggu cukup lama hingga malam tiba, Sam dan Davian sudah tau keberadaan dokter Sifa.
"Yasudah lanjutkan rencana mu Sam." kata Davian, kemudian mobil melaju meninggalkan rumah dokter Sifa.
- - -
Dokter Sifa sedang berada di dalam kamar salah satu hotel, dia tidak pulang ke rumahnya karena dia tahu pasti Davian akan mencarinya ke rumah.
Saat ini dokter Sifa hanya ingin menenangkan diri saja, dia tidak ingin bertemu Davian saat ini.
"Kenapa kamu begitu tega Dav." ucap dokter Sifa di tengah Isak tangisnya.
Dokter Sifa masih terisak sambil sesekali merancau, tiba tiba kamar hotel dokter Sifa di buka dari luar, beberapa orang masuk ke dalam, ada yang langsung memasang proyektor dan layar yang cukup besar, dokter Sifa yang melihat hal itu langsung berdiri untuk bertanya siapa orang orang itu.
Dokter Sifa berjalan menghampiri salah satu orang dengan stelan jas rapi dan ada name tag bertuliskan manager di dada sebelah kiri, belum sempat dokter Sifa bertanya proyektor menyala dan memutar sebuah video.
Di layar itu ada video rekaman CCTV dari restoran, dokter Sifa menatap layar dengan serius memperhatikan video itu dengan seksama, setelah video selesai ada foto foto dokter Sifa dan Davian, mulai dari awal pertemuan mereka, Davian sedang mengungkapkan perasaan pada dokter Sifa hingga foto foto lucu mereka berdua.
Dokter Sifa kembali meneteskan air mata, dia menyadari kebodohannya tidak mendengar penjelasan Davian dulu.
"Maaf kan aku Sifa." suara Davian tiba tiba terdengar di sebelah dokter Sifa, dokter Sifa yang fokus menatap layar tidak sadar keberadaan Davian.
Dokter Sifa pun balik badan dan langsung memeluk Davian yang berdiri dengan senyuman di wajahnya.
__ADS_1
"Maaf tidak mempercayai mu Dav." ucap dokter Sifa sambil terisak dalam pelukan Davian.
Davian hanya mengangguk pelan, mereka masih berpelukan cukup lama, di situ sekarang hanya ada Sam sedangkan staf hotel lain sudah keluar sesuai dengan perintah Sam.