WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
SETELAH KEPERGIAN RISA


__ADS_3

Davian duduk bersimpuh di sebelah makam Risa, Sam berdiri dengan ekspresi wajah datar di belakang Davian, hari ini peringatan hari kematian Risa yang pertama.


Setelah cukup lama duduk dan berdoa Davian berdiri setelah mencium batu nisan Risa.


"Aku pulang dulu Ris, maaf aku tidak membawa mamah kesini hari ini." Ucap Davian beranjak meninggalkan makam Risa.


"Kemana kita Dav?" Tanya Sam setelah mereka masuk ke dalam mobil, Davian diam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Sam.


"Ke rumah Risa." Jawab Davian kemudian.


- - -


Di rumah Risa


Davian berdiri sambil mengamati setiap sudut rumah yang dulu Risa tempati, rumah yang dulu selalu ramai dengan suara tawa Risa sekarang terlihat benar benar sunyi, Davian sesekali tersenyum ketika mengingat beberapa kenangan indah bersama Risa.


"Tidak ada yang berubah Sam." Ucap Davian masih menatap sofa yang biasa dia duduki bersama Risa.


"Semua masih sama Dav, sesuai perintah mu." Jawab Sam.


"Hanya satu yang berubah Sam." Ucap Davian yang sudah menatap Sam dengan tatapan sendu .


Sam mengangguk mendengar ucapan Davian


"Semua masih ada di ingatan mu dan di sini Dav." Ucap Sam sembari menunjuk dada Davian.


"Apa kamu mau mengunjungi mamah?" Tanya Sam kemudian.

__ADS_1


"Satu jam lagi kita berangkat." Jawab Davian singkat.


Semenjak kepergian Risa, mamah Risa memilih kembali ke rumah masa kecilnya, Davian sebenarnya meminta mamah Risa tinggal bersamanya, tapi mamah Risa menolak dia beralasan ingin menghabiskan hari tua di rumah masa kecilnya.


Davian akhirnya menuruti keinginan mamah Risa walau dengan berat hati, dia sudah menganggap mamah Risa seperti ibunya sendiri.


- - -


Setelah kepergian Risa Davian seperti menutup pintu hatinya untuk wanita lain, Sam beberapa kali bertanya perihal hubungan Davian dengan wanita yang berusaha mendekatinya, karena Sam selalu melihat Davian sangat acuh kepada wanita yang selalu mendekatinya.


"Apa kamu tidak menyukainya?" Tanya Sam ketika mereka selesai melakukan meeting dengan client, tapi Davian hanya tersenyum tanpa menjawab.


Client itu masih terlihat muda dan sangat cantik, dia terlihat tertarik dengan Davian, tapi Davian hanya menganggap sekedar rekan bisnis saja, ada juga wanita yang terang terangan mengungkapkan rasa cintanya dengan Davian, jawaban Davian membuat Sam tercengang.


"Aku sudah tuanangan." Ucap Davian sembari menunjukkan cincin di jari manisnya.


- - -


Sam langsung merenggangkan tubuhnya setelah menyetir mobil selama tiga jam, mereka sudah sampai di kampung halaman mamah Risa.


"Mamah." Sapa Davian sembari mencium tangan mamah Risa.


"Nak Vian." Ucap mamah Risa memeluk Davian, semenjak kepergian Risa, Davian yang selalu perhatian padanya, hampir setiap bulan Davian datang untuk menjenguk mamah Risa.


"Ayo masuk kamu pasti lelah." Ucap mamah Risa mempersilahkan Davian masuk.


"Sam ayo masuk." Ajak mamah Risa pada Sam yang terlihat masih merenggangkan tubuhnya, Sam tersenyum sambil melangkah mengikuti Davian dan mamah Risa masuk.

__ADS_1


"Kalian sudah makan." Tanya mamah Risa setelah meletakkan minuman diatas meja.


"Sudah mah." Jawab Davian sedangkan Sam hanya mengangguk menyetujui jawaban Davian.


Mereka kemudian berbincang banyak hal, selayaknya sebuah keluarga, mamah Risa sempat menitihkan air mata ketika Davian bercerita dari makam Risa, karena kondisi kesehatan mamah Risa yang tidak memungkinkan untuk pergi mengunjungi makam Risa.


"Apa tidak menginap saja." Pinta mamah Risa saat Davian berpamitan akan pulang ke kota.


"Kerjaan Vian masih banyak mah, nanti Vian kesini lagi nengokin mamah." Ucap Davian berusaha menghibur mamah Risa.


Akhirnya mamah Risa melepaskan kepergian Davian dan Sam, walaupun awalnya sempat keberatan karena hari sudah malam.


Sam melajukan kendaraannya perlahan karena melewati jalan perkampungan, tiba tiba mobil mereka di cegat beberapa motor, 6 orang terlihat turun dan langsung menggedor kaca jendela mobil mereka.


"Kamu di sini saja Dav, jangan turun." Ucap Sam dengan raut wajah kuatir.


"Aku bukan anak kecil." Balas Davian kesal, kaca mobil belakang sudah berhasil di pecahkan, Sam yang melihat hal itu langsung membuka pintu mobil dan mendorongnya dengan keras, terlihat dua orang langsung terjatuh karena dorongan pintu Sam.


Sam langsung menghajar empat orang sekaligus, pertarungan terlihat cukup imbang karena kemapuan Sam memang diatas rata rata, tak jauh dari tempat perkelahian Sam terlihat Davian dengan susah payah melawan dua orang, Davian tersenyum puas setelah dia berhasil menjatuhkan lawannya.


Sam baru saja menjatuhkan orang terakhir dengan tendangan yang tepat mendarat di ulu hati, dia langsung melihat ke arah Davian, Sam sangat kuatir dengan Davian.


"Kamu lihat Sam." Ucap Davian dengan bangga setelah Sam melihat kearahnya.


Tanpa Davian sadari, salah satu orang itu mengeluarkan pisau dari balik pinggang, dia langsung menghujani Davian dengan tusukan beberapa kali.


Mereka buru buru kabur setelah Davian tergeletak, sedangkan Sam langsung berlari menghampiri Davian.

__ADS_1


"Dav bertahanlah." Ucap Sam mengangkat tubuh Davian yang sudah di penuhi darah.


__ADS_2