WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
KEHIDUPAN BARU DAVIAN


__ADS_3

Sam baru saja tiba di rumah Davian, seperti biasa Sam hanya berdiri di samping mobil menunggu Davian keluar.


"Kenapa diam?" suara Davian mengagetkan Sam yang sedang melamun.


"Loh Dav." ucap Sam tersadar dari lamunannya.


Davian membuka pintu mobil sendiri kemudian masuk kedalam tanpa mengindahkan Sam yang masih terlihat bingung.


"Ada apa akhir akhir ini aku lihat kamu sering melamun?" tanya Davian ketika mobil sudah melaju.


"Tidak papa" jawab Sam sambil mengalihkan pandangan untuk menghindari tatapan menyelidik dari Davian.


"Bagaimana dengan tugasmu?" tanya Davian


Sam hanya mengangguk menjawab pertanyaan Davian tentang perintahnya untuk menghacurkan kehidupan dokter Sifa dan dokter Ferry.


"Selamat pagi pak." sapa security setelah membuka pintu mobil untuk Davian


Davian yang biasanya membalas dengan senyum ramah kini hanya melangkah tanpa menoleh sedikitpun.


Davian melangkah menuju lift, Sam mengikutinya dari belakang.


"Sam." panggil Davian


Sam langsung menghampiri Davian.


"Buat peraturan baru karyawan tidak boleh berkumpul di lobby, sangat menggangu." ucap Davian yang melihat beberapa karyawan sedang mengobrol di lobby.


"Baik." jawab Sam sembari mengibaskan tangan memberi kode kepada karyawan untuk tidak berkumpul.


Davian terus melangkah menuju lift, dia berhenti sejenak memandang beberapa lukisan yang terpajang di sebelah lift.


"Ganti ini semua!" ucap Davian sembari menunjuk lukisan itu.


"Terserah apa mau mu Dav," ucap Sam dalam hati sambil mengangguk.


Davian menekan tombol lift, hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya.

__ADS_1


"Sam tegur petugas kebersihan." Davian mengelap jarinya dengan sapu tangan.


"Apalagi ini," gerutu Sam dalam hati.


Sam menatap Davian dengan tatapan aneh, dia seperti merasa itu bukan Davian, hal hal yang sebelumnya tidak pernah dia lihat dalam hidup Davian.


Davian langsung menuju ke ruangannya membuat Sam bernafas lega, dia tidak harus menghadapi kegilaan Davian lagi.


"Kenapa kamu menatapku seperti Sam." tanya Davian melihat Sam menatapnya dengan tatapan aneh.


"Aku hanya heran denganmu Dav." jawab Sam masih terus menatap Davian.


"Mulailah menyesuaikan." ucap Davian sambil fokus ke laptopnya.


Sam keluar dari ruangan Davian, dia menuju ke beberapa bagian untuk membereskan semua yang di perintahkan oleh Davian.


"Bereskan semua hari ini!" ucap Sam tegas kepada beberapa orang yang berdiri di depannya.


Sam kembali keruangan Davian.


"Jam berapa?" tanya Davian masih fokus ke layar laptopnya.


"Dua jam lagi." jawab Sam.


Davian dan Sam keluar dari ruangan Davian untuk menuju ke perusahaan cabang untuk peresmian kantor baru.


"Risa." teriak salah satu karyawan dengan suara yang cukup keras


Davian berhenti sesaat mendengar seseorang menyebut nama Risa, dia teringat dengan seseorang di masa lalu.


Sam yang mendengar kegaduhan langsung menghampiri karyawan itu.


"Jaga sikap ketika dikantor." hardik Sam kepada dua orang yang sudah tertunduk di depannya, Sam memperhatikan sejenak kedua orang itu.


"Kalian sudah bosan bekerja di sini." ucap Sam sini setelah ingat mereka adalah orang yang pernah di tegur Sam karena menabrak Davian.


"Maaf pak." jawab mereka serempak.

__ADS_1


"Sekali lagi saya tahu kalian membuat kegaduhan, tanggung konsekuensi nya." ucap Sam dengan suara mengintimidasi.


Sam berlalu menghampiri Davian


"Ayo Dav." ucap Sam yang melihat Davian sedang terdiam.


Davian malah melangkah menghampiri dua karyawan yang masih tertunduk.


"Siapa namamu?" tanya Davian, Sam hanya diam melihat Davian.


"Mau apalagi kamu Dav," ucap Sam dalam hati.


"Monica pak." jawab karyawan yang tadi berteriak.


"Kamu?" ucap Davian sambil menunjuk perempuan yang berdiri dengan menundukkan wajahnya.


"Risa pak." jawabnya dengan suara bergetar.


"Clarisa Amelia." ucap Davian dengan suara lembut.


Risa seketika mengangkat wajahnya ketika mendengar nama lengkapnya disebutkan oleh Davian.


"Itu nama lengkap saya pak." ucap Risa gugup


Davian tersenyum yang membuat Risa heran.


"Apa kamu tidak mengenalku?" tanya Davian.


"Saya mengenal bapak, Presdir FW Corporate." ucap Risa gugup.


"Hahahaha."Davian seketika tertawa


Sam dan yang lain menatap heran ke arah Davian "Kamu benar" jawab Davian setelah berhenti tertawa.


"Dasar aneh." ucap Risa dalam hati.


Sam hanya menggelengkan kepala sambil menyeritkan dahinya melihat tingkah Davian.

__ADS_1


__ADS_2