
Hari pernikahan Davian dan dokter Sifa sudah semakin dekat, Davian menentukan tanggal pernikahan mereka hanya satu bulan setelah dia berbicara dengan dokter Sifa.
"Sam." Panggil Davian ketika dia sedang duduk santai di kuris ruang kerjanya.
"Hemm." Jawab Sam.
"Kapan kamu akan mengungkapkan perasaan mu pada Monica?" Tanya Davian.
Sam hanya mengangkat bahunya sambil menggelengkan kepala
"Ayolah Sam, aku sebentar lagi akan menikah." Ucap Davian.
"Setelah aku menikah kamu harus langsung mengungkapkan perasaan mu, bila perlu langsung kamu ajak menikah Monica." Lanjut Davian sambil tersenyum.
"Aku belum memikirkan tentang pernikahan Dav." Ucap Sam sambil meletakkan ponselnya.
"Minimal kamu ungkapan saja dulu perasaan mu pada Monica, nanti seiring berjalannya waktu dengan sendirinya keinginan menikah itu muncul Sam." Kata Davian memberi penjelasan pada Sam.
"Baiklah, aku percaya padamu." Ucap Sam sembari tersenyum mengejek pada Davian.
__ADS_1
"Senyummu membuat ku jengkel Sam." Kata Davian menatap tajam Sam yang sedang tersenyum.
Davian kembali fokus pada pekerjaan nya, dia ingin menyelesaikan semuanya sebelum makan siang, karena dia akan bertemu dokter Sifa untuk membahas persiapan pernikahan mereka.
Davian tidak terlalu repot sebenarnya, karena dokter Sifa mengikuti kemauan Davian, dia tidak pernah menginginkan sesuatu untuk acara pernikahannya, yang terpenting mempelai prianya adalah Davian kata dokter Sifa yang membuat Davian mencubit pipinya.
- - -
Davian sudah berada di dalam mobil bersama Sam, dia akan ke rumah sakit untuk bertemu dokter Sifa dan makan siang bersama.
"Sam berhenti dulu." Kata Davian meminta Sam meminggirkan mobilnya.
"Aku mau beli itu dulu." Ucap Davian sambil menunjuk penjualan makanan kesukaan dokter Sifa yang berada di seberang jalan.
"Baiklah, aku putar balik." Kata Sam.
"Tidak usah, aku saja menyeberang." Davian membuka pintu mobil.
Davian berdiri di pinggir jalan yang tidak begitu ramai, dia menunggu kondisi jalan sepi untuk menyebrang.
__ADS_1
Davian melangkah menyeberang jalan, dia tidak melihat ada mobil dengan kecepatan tinggi yang hanya berjarak beberapa meter saja, Davian melihat ke arah mobil itu, dia sudah pasrah menatap mobil yang sangat cepat, Davian memejamkan matanya sambil memikirkan dokter Sifa.
Davian membuka mata ketika tubuhnya menghantam tanah, dia merasa ada yang mendorong nya tadi, Davian mengedarkan pandangannya kejalan, dia melihat Sam sudah tergeletak dengan darah yang mengalir deras.
Davian langsung berlari menghampiri Sam, dia mengangkat kepala Sam dan meletakkan diatas pahanya.
"Cepat kirim ambulance ke jalan x, Sam kecelakaan." Kata Davian dan langsung mematikan ponselnya.
Dia tidak berani mengangkat tubuh Sam karena takut ada kesalahan melihat luka Sam yang sangat parah dan darah yang banyak.
Ambulance tiba beberapa menit kemudian, petugas langsung mengevakuasi tubuh Sam dan memasukkan nya ke dalam ambulance.
Davian segera melajukan mobilnya mengikuti ambulance yang membawa Sam ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Davian langsung membantu mendorong ranjang pasien agar cepat tiba di ruang UGD.
Di depan ruang UGD dokter Sifa sudah berdiri menunggu kedatangan Sam, dia sudah dihubungi oleh Davian sebelumnya, Sam langsung dimasukkan ke dalam ruang UGD, dokter Sifa yang melihat Davian sangat panik dia memeluk Davian untuk menenangkan nya.
"Tenanglah, Sam akan baik baik saja." Bisik dokter Sifa di telinga Davian.
__ADS_1
"Selamatkan Sam seperti kamu menyelamatkan ku Sifa." Davian melepaskan pelukan dokter Sifa dan mendorongnya untuk segera masuk ruang UGD.