
Suara tepuk tangan bergemuruh setelah Davian memotong pita tanda peresmian perusahaan cabang FW Corporate.
"Terimakasih atas dukungan dan kerja keras kalian sehingga FW Corporate bisa seperti sekarang." ucap Davian menutup dan di sambut tepuk tangan meriah para karyawan.
Setelah berbasa basi sebentar dengan beberapa kolega yang menghadiri acara peresmian, Davian langsung kembali ke kantor.
"Sam." panggil Davian.
"Hem." sahut Sam.
"Apa kami kenal dengan karyawan yang tadi?" tanya Davian.
"Hanya beberapa saja." jawab Sam mata lurus menatap kedepan.
"Bukan itu Sam." ucap Davian kesal.
"Yang mana?" tanya Sam tanpa menoleh.
"Yang tadi kamu tegur karena berteriak." Sam berpikir sejenak.
"Oh Monica." jawab Sam setelah mengingat namanya.
"Satunya?" ucap Davian.
"Reni?" tebak Sam.
"Risa bodoh." ucap Davian kesal dan Sam langsung tertawa.
"Kenapa kamu tanya kalau kenal." ucap Sam masih tertawa melihat ekspresi kesal dari Davian.
"Cari data dirinya, serahkan hari ini juga." perintah Davian tegas.
"Untuk apa?" tanya Sam.
"Nanti kamu juga tahu." jawab Davian, Sam menatap Davian sejenak melihat tingkah Davian yang sangat susah di tebak akhir akhir ini.
Sesampainya di kantor Davian dan Sam langsung masuk kedalam.
"Untuk apa ke lantai 10?" tanya Davian melihat Sam menekan tombol lantai 10 di lift, kemudian Sam menakan tombol lantai 25.
"Apa kamu tidak bisa melihat angka Sam?" ejek Davian.
__ADS_1
"Aku ke lantai 10 untuk mengambil data diri Reni di ruang HRD." ucap Sam dengan nada jengkel.
"Risa!" jawab Davian cepat.
Davian sedang membaca dokumen yang baru di sodorkan Sam, dokumen yang berisi data diri Risa.
"Ternyata benar." gumam Davian pelan.
"Apa?" tanya Sam yang mendengar ucapan Davian.
Davian kemudian menyodorkan dokumen tadi, Sam menyeritkan dahinya
"Risa." ucap Davian yang membuat Sam tambah bingung.
"Kenapa dengan Risa?" tanya Davian dengan ekspresi bingung.
"Dia ternyata teman ku dulu waktu SMP." terang Davian.
"Lalu?" tanya Sam
Davian meletakkan tangannya dibelakang leher sambil menengadah ke atas.
"Sudah besar dan cantik ternyata." ucap Davian.
"Apa dia jatuh cinta lagi," ucap Sam dalam hari.
"Panggil Risa kesini Sam." perintah Davian.
Sam pergi kedepan untuk memberitahu sekretaris Davian.
"Panggil dia kesini sekarang!" ucap Sam sembari memberikan dokumen berisi data diri Risa
"Baik." jawab sekretaris Davian.
Sam masih berdiri sambil memandang ke sekitar.
"Kenapa dia menjadi aneh, beberapa waktu lalu sangat dingin, sekarang bertingkah aneh." gumam Sam pelan.
"Kenapa pak?" tanya sekretaris Davian yang mendengar gumaman Sam.
"Tidak." jawab Sam kembali kedalam ruangan Davian.
__ADS_1
"Kenapa ya Presdir memintaku menghadap." ucap kuatir Risa pada Monica.
"Entah." jawab Monica sambil tetap fokus ke layar komputer nya.
"Perasaan aku tidak ada hubungan pekerjaan dengan Presdir." gumam Risa.
"Sudah sana, mau di pecat kamu membuat Presdir menunggu." ucap Monica dengan menatap Risa.
Risa berjalan menuju ruang Davian dengan perasaan kuatir, selama bekerja di sini dia tidak pernah menghadap Presdir, dia terus meremas jari tangannya sepanjang jalan menuju ruang Presdir.
"Maaf saya di minta menghadap Presdir." ucap Risa kepada sekretaris Davian.
"Tunggu sebentar." jawab sekretaris Davian melangkah masuk ke ruang Presdir.
"Masuk." jawab Sam mendengar pintu ruangan Davian di ketuk.
"Ada Bu Risa di depan" ucap sekretaris Presdir di balas dengan anggukan.
Risa masuk ruang Presdir dengan langkah yang gemetar.
"Permisi saya Risa." ucap Risa sopan
Davian langsung memutar kursinya setelah mendengar suara Risa.
Risa menatap Davian dengan tatapan nanar, dia merasa takut melihat Davian dan Sam.
"Apa kamu tidak mengenalku?" tanya Davian.
"Presdir FW Corporate." Jawab Risa gugup
Davian langsung mendesah.
"Kamu benar benar lupa?" Davian memancing Risa untuk mengingat nya.
Risa diam berpikir maksud dari Davian
"Arrgg teman SMP mu." ucap Davian kesal melihat Risa berpikir lama.
Risa menatap Davian lebih dalam, dia memperhatikan wajah Davian
"Vian!" ucap Davian.
__ADS_1
Risa langsung melotot setelah Davian mengucapkan nama panggilan nya dulu.