
Davian kembali melanjutkan pekerjaan setelah Risa meninggalkan ruangannya, masih terdengar suara tawa dari Sam, tapi Davian seolah mengacuhkan nya.
"Apa senyum dapat membuat mu kenyang Dav?" Tanya Sam setelah melihat jam tangannya sudah menunjukkan waktu untuk makan siang.
Davian masih tersenyum sendiri sambil menengadah kan kepalanya dan menutup mata. Sam yang melihat Davian mengacuhkan nya langsung mendesah kesal.
"Baiklah aku akan makan siang sendiri." ucap Sam berdiri dari sofa.
"Kenapa kamu sangat sensitif Sam?" tanya Davian bangkit dari posisi duduknya.
"Ayo" ajak Davian berjalan mendahului Sam, Davian masih tersenyum sambil berjalan Sam yang memperhatikan dari samping beberapa kali membuang muka.
"Lebih baik melihat wajah dingin mu dari pada senyum menjijikan." Ucap Sam dalam hati.
Davian melangkah masuk setelah pintu lift terbuka, Sam mengikutinya
"Mau kemana?" Tanya Sam setelah melihat Davian menekan tombol lift bertuliskan angka 2.
"Makan." Jawab Davian singkat.
"Kenapa ke lantai 2?" Tanya Sam sambil menyeritkan dahinya.
"Apa kamu lupa?" Ucap Davian sambil tersenyum.
"Apa?" Jawab Sam bingung.
__ADS_1
"Letak kantin perusahaan ini." Jawab Davian yang semakin membuat Sam bingung, Sam memilih diam walaupun banyak tanda tanya di kepalanya.
"Sejak kapan dia makan di kantin." kata Sam dalam hati.
Sam keluar lebih dulu setelah pintu lift terbuka, karyawan yang sedang menikmati makanannya langsung menoleh ke arah Davian dan Sam, beberapa dari mereka langsung berbisik melihat kedatangan dua orang penting di kantin.
Davian berjalan membawa nampan yang berisi makanan, Sam mengikuti dari belakang dengan ekspresi datar.
Davian meletakkan nampan di meja yang sudah terisi 4 orang karyawan, mereka langsung menatap satu sama lain.
"Apa kalian keberatan memberiku kursi ini." ucap Davian melihat dua orang karyawan perempuan.
"Silahkan pak." jawab salah satunya sembari menyenggol tangan orang di sebelahnya untuk mengajak berpindah tempat duduk.
Davian langsung duduk di ikuti Sam, sementara Risa dan Monica menatap aneh dua bos di depannya.
Monica langsung gelagapan dan menundukkan kepala sedangkan Risa masih menatap Davian.
"Kenapa?" Tanya Davian mengetahui Risa masih menatapnya, Risa hanya tersenyum jahil.
"Ternyata makanan di sini enak Sam." ucap Davian setelah mengelap mulutnya dengan tisu, Sam hanya diam enggan menanggapi Davian.
"Kamu saja yang tidak pernah makan di kantin." ucap Risa yang langsung membuat Monica melotot mendengar Risa berbicara pada Davian.
"Mulai sekarang aku akan makan siang di kantin." ucap Davian dengan penuh semangat.
__ADS_1
"Kamu bekerja di bagian apa?" Tanya Davian pada Risa.
"Keuangan." jawab Risa singkat.
Davian mengangguk mendengar jawaban Risa "Kamu tidak bertanya balik?" Ucap Davian kemudian.
"Jangan memperlihatkan kebodohan mu Dav." Ucap dalam hati sembari melihat ke arah Davian.
"Aku sudah tahu." Jawab Risa sambil tersenyum.
"Oh ya?" Ucap Davian dengan nada seperti terkejut.
Risa langsung mengangguk
"Apa?" Tanya Davian.
"Presdir FW Corporate." Ucap Risa menanggapi tingkah aneh Davian.
"Wah luar biasa kamu bisa tahu" Davian bertepuk tangan sementara Sam mengusap wajahnya melihat tingkah Davian.
Monica hanya diam dia menatap bingung kepada Risa dan menatap aneh melihat sikap Davian, beberapa waktu lalu Davian terlihat sangat dingin sekarang di depannya Davian terlihat sangat konyol apalagi melihat keakraban Davian dan Risa semakin membuat Monica bingung.
"Kita sudah di tunggu di ruang meeting Dav." Ucap Sam berusaha menghentikan tingkah aneh dari Davian.
"Lanjutkan makan kalian" ucap Davian berdiri meninggalkan kantin.
__ADS_1
Para karyawan menatap Risa dan Monica setelah Davian dan Sam pergi, sementara Risa hanya cuek mendapati tatapan dari rekan kerjanya.