
Risa berjalan memasuki kantor, ada pemandangan baru yang menurut Risa sangat tidak biasa, sekarang semua orang yang berpapasan dengan Risa langsung menunduk hormat, tentu saja selain karena jabatan Risa sebagai direktur keuangan juga karena status Risa sebagai tunangan Presiden Direktur FW Corporate.
Risa memasuki ruang kerjanya, sekarang semua rekan kerja Risa di bagian keuangan langsung menunduk ketika Risa masuk, di sebelah ruangan Risa terdapat ruangan Monica sebagai wakil direktur keuangan.
"Selamat pagi Bu Risa." Sapa Monica ketika melihat Risa melewati ruangannya.
"Pagi Monica." Jawab Risa dengan senyum manis.
Risa beberapa kali protes karena Monica memangilnya Bu Risa, tapi karena alasan Monica sebagai bentuk profesional kerja mau tidak mau Risa menuruti Monica.
Risa baru saja duduk ketika pintu ruangannya di ketuk dari luar.
"Masuk." Ucap Risa.
"Maaf Bu Risa di minta menghadap Presdir." Kata sekretaris Risa.
"Baik, Terimakasih." Risa segera berdiri dan bergegas menuju lift untuk keruang Presdir.
"Saya diminta menghadap Presdir." Ucap Risa sopan kepada sekretaris Davian.
"Silahkan Bu." Jawab ramah dari sekretaris Davian.
Biasanya semua orang diminta menunggu dulu ketika akan bertemu Presdir tapi karena pesan Davian kepada sekretaris nya jika Risa yang datang langsung di suruh masuk.
"Pagi Dav." Sapa Risa setelah masuk ruangan Davian, Risa sebenarnya memanggil dengan pak Davian sebelumnya tapi Davian menolak.
__ADS_1
"Aku gak di sapa Ris." Protes Sam yang sedang duduk di sofa.
"Pagi Sam." Sapa Risa sambil tertawa melihat tingkah Sam.
"Ada apa Dav?" Tanya Risa setelah duduk di kursi depan Davian.
"Sam." Panggil Davian.
"Bukannya menjawab." Gerutu Risa.
"Sabar." Ucap Davian yang mendengar Risa menggerutu.
Sam menyerahkan sebuah kunci mobil dan kunci rumah kepada Davian.
"Ini kunci mobil dan kunci rumah." Ucap Davian sembari menyodorkan benda itu ke hadapan Risa
"Untuk kamu." Jawab Davian yang semakin membuat Risa bingung.
"Maksudku untuk apa kamu memberi semua ini." Jelas Risa.
"Bukan aku." Jawab Davian yang membuat Risa kesal.
"Lalu siapa?" Tanya Risa dengan jengkel.
"Perusahaan." Ucap Davian singkat sengaja ingin membuat Risa kesal.
__ADS_1
"Dav." Risa mulai habis kesabaran menghadapi Davian yang menjengkelkan.
"Hahaha." Davian tertawa melihat hal itu, karena Davian sangat suka melihat Risa jengkel, menurutnya sangat imut ketika Risa memajukan bibiry karena dia sedang jengkel.
"Sam jelaskan." Perintah Davian setelah berhenti tertawa.
"Memang kamu tidak punya mulut." Ucap Risa dalam hati.
Sam kemudian menjelaskan bahwa mobil dan rumah adalah fasilitas dari perusahaan atas jabatan yang kini di duduki oleh Risa.
"Serius?" Tanya Risa dengan senyum mengembang.
Sam langsung mengangguk, saking senangnya Risa reflek akan memeluk Sam, untung saja Davian berdehem sehingga Risa tidak jadi memeluk Sam dan malah memeluk Davian, Davian pun tersenyum mengejek ke arah Sam.
"Makanya cari kekasih." Arti senyuman Davian.
- - -
Risa baru saja membuka pintu rumah yang cukup mewah, dia kemudian tersenyum dan memeluk mamahnya.
Di belakang Risa berdiri Davian dan Sam, Davian tersenyum melihat kebahagiaan Risa dan mamahnya.
"Terimakasih nak Vian, kamu sangat baik pada Risa dan mamah." Ucap mamah Risa setelah mereka melepas pelukannya.
"Ini semua karena kerja keras Risa mah, bukan pemberian dari Vian." Jawab Davian merendah.
__ADS_1
Risa langsung tersenyum lebar mendengar jawaban Davian, dia sangat merasa beruntung memiliki calon suami seperti Davian, yang selalu rendah hati dan tidak memperhatikan kesombongan di depan mamahnya.
"Mamah sangat bahagia, walaupun kamu tidak mengakui ini semua karena bantuan mu, tapai mamah tetap berterimakasih pada mu." Ucap mamah Risa sembari memeluk Davian.