WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
KEMARAHAN DAVIAN 2


__ADS_3

Sam menarik kursi ketika Davian datang, Davian langsung duduk dengan ekspresi wajah yang sudah tidak semarah tadi, di depannya kini berdiri semua karyawan bagian keuangan yang sudah tertunduk lemas.


Di belakang Davian berdiri Sam dengan tatapan tajam seperti ingin membunuh semua orang yang telah menghina Risa.


"Maaf pak Dav." Ucap Devi sambil menundukkan kepala.


"Tidak ada yang menyuruhmu bicara." Gelagar suara Sam bahkan membuat beberapa karyawan mundur satu langkah saking takutnya.


"Bicaralah." Perintah Davian pada Devi.


"Maaf atas semua yang terjadi, semua hanya kesalahpahaman semata." Ucap Devi dengan suara bergetar.


Davian langsung mendesah kasar mendengar ucapan Devi.


"Monica." Panggil Davian.


"Iya pak." Jawab Monica sambil mengangkat kepala, tidak ada raut ketakutan di wajahnya justru terlihat raut wajah yang sangat bahagia.


Davian menjentikkan jari, Monica berjalan mendekati Davian.


"Jelaskan apa yang terjadi." Perintah Davian, Monica langsung tersenyum lebar mendengar perintah Davian, sedangkan para karyawan lebih tertunduk lagi mendengar ucapan Davian, mereka seperti sudah tahu apa yang akan terjadi, Monica pasti akan mengatakan semuanya.

__ADS_1


Monica mulai bercerita pada Davian, dia menceritakan secara detail mulai dari awal terjadinya masalah ini karena dirinya yang terkejut mendengar penuturan Risa perihal pertunangannya sampai hingga terjadilah pembullyan yang di terima oleh Risa.


Davian mendesah kesal beberapa kali mendengar cerita Monica, Davian bahkan mengumpat pelan ketika Monica bercerita tentang yang di katakan oleh Devi kepada Risa selama ini, dia bertambah lebih kesal mengetahui perlakuan Devi pada Risa.


"Baiklah, kembali kesana." Ucap Davian setelah Monica mengakhiri ceritanya.


Davian berdiri dengan mendorong keras kursi yang didudukinya tadi.


"Kalian tahu apa kesalahan kalian." Tanya Davian dengan suara keras.


Para karyawan hanya diam bahkan tidak berani menjawab walaupun sekedar mengangguk.


"Kalian seharusnya berperilaku sebagai orang yang berpendidikan." Davian mengambil nafas sejenak.


Beberapa karyawan wanita terlihat terisak mendengar ucapan Davian, mereka mungkin menyadari kesalahannya dan membayangkan konsekuensi yang akan mereka terima.


"Sam." Sam langsung berjalan menghampiri Davian.


"Ganti direktur keuangan." Ucap Davian yang langsung membuat Devi menatap tajam.


"Potong semua gaji karyawan yang terlibat." Ucap Davian yang membuat beberapa karyawan langsung bernafas lega.

__ADS_1


Mereka lebih memilih di potong gajinya dari pada di pecat dari FW Corporate, jika mereka di pecat dari FW Corporate sudah bisa dipastikan mereka tidak akan dapat bekerja di perusahaan manapun di kota itu.


"Baik." Jawab Sam singkat.


"Satu lagi." Ucap Davian.


"Pindahkan Monica ke bagian yang sama dengan Risa." Lanjut Davian.


Monica yang mendengar itu langsung tersenyum lebar, dia tidak menyangka karirnya di FW Corporate menanjak secepat ini.


"Kalian harusnya mengucapkan terimakasih pada Risa, orang yang kalian hina malah membela kalian mati matian di depan saya." Ucap Davian sembari berjalan ke luar ruangan.


Di dalam ruangan ketegangan sesungguhnya baru saja terjadi, Sam sudah berdiri di sana menatap tajam setiap orang.


"Kemasi barang anda sekarang juga." Ucap Sam sambil menunjuk Devi


Devi yang sudah merasa malu langsung pergi tanpa berkata apa apa.


"Yang lain lanjutkan pekerjaan kalian, lupakan masalah hari ini jika kalian masih ingin hidup nyaman." Kata Sam yang di jawab dengan anggukan oleh semua karyawan.


"Nona Monica, kemasi barang mu juga, besok temui saya." Davian langsung pergi meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


Monica tersenyum lebar, dia merasa sangat puas hari ini, sedangkan karyawan lain masih dengan wajah pucat mereka duduk di kursi masing masing.


__ADS_2