
Setelah tercapai kesepakatan perihal tanggal pernikahan Davian dan Risa merekapun langsung melakukan persiapan pernikahan mereka.
"Aku mau konsep yang ini." Ucap Risa sambil menunjuk gambar dalam catalog yang di berikan pihak WO.
Davian langsung melotot melihat gambar yang di tunjuk Risa
"Engga!" Sahut Davian dengan cepat.
Risa langsung cemberut mendapati penolakan dari Davian, Davian mengacak acak rambutnya, dia langsung merasa frustasi jika Risa sudah cemberut.
"Ris." Ucap Davian lembut
Risa hanya melirik tanpa menjawab panggilan Davian.
"Kamu tega aku di dandani kaya gitu." Kata Davian menunjuk gambar.
"Tapi kan aku nya cantik." Risa tetap kekeh memilih konsep itu.
"Kamu mah enak di dandani cantik lah aku kaya gitu." Rajuk Davian sembari menunjuk gambar konsep beauty and the beast.
"Ayolah Ris." Kata Davian terdengar seperti memohon.
Risa langsung menggeleng kan kepalanya
"Oke oke konsep kita bahas nanti saja ya, kita bahas masalah undangan aja dulu." Usul Davian mengalihkan fokus Risa yang masih menatap gambar beauty and the beast.
Davian dapat tersenyum lega setelah Risa sedang memilih undangan dan tidak lagi fokus pada konsep beauty and the beast.
- - -
__ADS_1
Di dalam gedung megah FW Corporate Sam masih sibuk dengan pekerjaan nya, dia harus menghandle semua pekerjaan Davian, karena Davian sedang sibuk mengurusi persiapan pernikahannya.
"Kalau ada Aditya pasti tidak serepot ini." Ucap Sam dalam hati.
Semenjak menikah Aditya memutuskan pindah keluar negeri dan mengurus cabang perusahaan FW Corporate di sana, Davian awalnya berat melepaskan Aditya tapi akhirnya dia menyetujui setelah melihat keseriusan Aditya dan kondisi perusahaan yang sedang goyah.
"Masuk." Ucap Sam setelah pintu ruangannya di ketuk.
"Duduk." Kata Sam melihat Monica sudah berdiri di depannya.
"Ini laporan bagian keuangan pak." Kata Monica setelah duduk, Risa juga sibuk mempersiapkan semuanya sehingga Risa harus langsung menemui Sam.
"Huh." Sam bergumam.
"Ada apa pak?" Tanya Monica mendengar gumaman Sam.
"Tidak." Jawab Sam singkat.
"Tunggu." Kata Sam meraih tangan Monica, Monica yang menyadari Sam menggenggam tangannya hanya tersenyum.
"Maaf." Ucap Sam buru buru melepaskan tangannya.
"Ada apa pak?" Tanya Monica masih tersenyum tipis.
"Bisakah kamu bantu menyelesaikan laporan ini." Jawab Sam menunjukkan laporan dari divisi management SDM.
"Baik pak." Jawa Monica sembari duduk.
"Dari dekat kamu lebih tampan ternyata." Ucap Monica dalam hati.
__ADS_1
"Ehem." Sam berdehem melihat Monica sedang memperhatikan nya.
- - -
"Yasudah." Jawab Davian pasrah setelah Risa tetap memaksa konsep beauty and the beast
Mereka sudah bersepakat tentang semua hal untuk acara pernikahan nanti, konsep pernikahan harus di putuskan saat itu juga, Davian berusaha membujuk Risa menggunakan konsep lain tapi Risa tetap kekeh memilih konsep beauty and the beast.
"Untuk fitting baju pengantin besok sore di boutique X pak." Ucap staf WO mengingatkan Davian dan Risa.
"Ris apa tidak bisa di rubah konsepnya." Davian masih mencoba membujuk Risa.
"Baik besok kami akan datang tepat waktu, terimakasih ya." Jawab Risa pada staf WO dan mengacuhkan Davian yang masih mencoba mengubah konsep pernikahan mereka.
Davian melangkah gontai meninggalkan kantor WO, dia seperti tidak memiliki semangat setelah tahu konsep pernikahannya.
"Kamu kenapa?" Tanya Risa melihat wajah Davian lesu.
"Kurang cairan." Jawab Davian kesal.
"Hahahaha." Risa tertawa melihat Davian.
"Udah kamu gak usah rewel, ayo kita pulang." Risa menarik tangan Davian menuju mobil.
"Besok kita ketemu di boutique langsung aja Dav, kamu gak usah jemput aku." Kata Risa setelah mereka masuk mobil.
"Kenapa?" Tanya Davian.
"Aku mau nganter mama dulu ke tempat saudara." Jawab Risa.
__ADS_1
"Baiklah." Ucap Davian sembari melajukan mobilnya.