
Davian dan dokter Sifa lebih dekat lagi setelah masalah tempo hari, kini mereka berkomitmen untuk terbuka satu sama lain dan mendengarkan alasan ketika terjadi masalah.
"Kamu makan sangat banyak Dav?" tanya dokter Sifa ketika mereka sedang makan siang bersama.
"Aku merasa sangat lapar hari ini." Jawa Davian setelah menelan makanan.
"Kamu jangan memaksakan diri, biar Sam saja yang menanggung beban pekerjaan lebih berat." ucap dokter Sifa tertawa sambil melirik Sam yang duduk tepat di sebelah Davian.
Sam yang mendengar ucapan dokter Sifa langsung menoleh dan menatap dokter Sifa.
"Ide bagus Sifa, mulai hari ini aku akan memaksa dia lembur setiap hari." jawab Davian yang membuat dokter Sifa dan Davian tertawa.
"Terserah kalian, pasangan yang di mabuk cinta," gerutu Sam dalam hati melihat bagaimana Davian dan dokter Sifa menertawakan dirinya.
Mereka melanjutkan makan dengan di selingi beberapa obrolan yang kebanyakan menjadikan Sam sebagai bahan tertawaan.
"Aku akan pergi ke luar negri beberapa hari untuk urusan bisnis Sifa." ucap Davian setelah menyelesaikan makanan.
"Berapa lama?" tanya dokter Sifa dengan raut muka sedih.
"Kurang lebih satu Minggu." jawab Davian sembari meraih tangan dokter Sifa.
"Kamu hati hati di sana, jangan genit." ucap dokter Sifa penuh penekanan.
__ADS_1
"Hahaha." Davian tertawa melihat dokter Sifa merajuk.
- - -
Davian sudah berada di bandara bersama Sam, dokter Sifa berniat mengantar Davian tapi karena ada operasi darurat dia meminta maaf kepada Davian tidak bisa mengantarkannya.
"Sam apa semua sudah kamu atur." tanya Davian yang sedang duduk menunggu boarding.
"Sudah beres semua Dav." jawab Sam dengan tersenyum lebar.
Davian sebelumnya meminta Sam untuk meminta seseorang menjaga dokter Sifa dari jauh, dia hanya khawatir karena akhir akhir ini dokter Sifa pulang malam karena dia lebih sering dapat shift malam.
Davian dan Sam melangkah masuk menuju pesawat setelah mendengar pengumuman dari pengeras suara.
- - -
Dokter Sifa hendak membuka mobilnya, tiba tiba ada seorang yang berdiri di belakangnya.
"Ferry." kata dokter Sifa terkejut.
"Maaf Sifa mengagetkan mu." ucap dokter Ferry.
"Ada apa?" tanya dokter Sifa ketus.
__ADS_1
"Bisakah kita bicara sebentar." pinta dokter Ferry.
"Aku sangat lelah." jawab dokter Sifa sembari masuk kedalam mobilnya.
"Aku akan pergi jauh dari hidupmu setelah ini." ujar dokter Ferry memelas.
Dokter Sifa yang mendengar ucapan dokter Ferry langsung menoleh kearah dokter Ferry.
"Baiklah kita bicara besok siang saja." dokter Sifa akhirnya mengiyakan permintaan dokter Ferry.
"Aku tunggu di restoran X jam 11." dokter Ferry berjalan meninggalkan dokter Sifa.
- - -
Davian dan sam sedang duduk di dalam ruang meeting, hari ini terasa sangat melelahkan setelah hampir satu minggu mereka meninjau semua proyek di negara itu.
Sam berdiri dan keluar dari ruang meeting setelah mendapat panggilan telfon dari orang yang dia tugaskan menjaga dokter Sifa.
"Ada apa?" tanya Sam setelah mengangkat telfon.
"Kirimkan fotonya." ucap Sam kemudian setelah mendengar laporan dari orang itu.
Sam menatap layar ponselnya, disitu ada foto dokter Sifa sedang duduk bersama seorang laki laki di dalam restoran, dia memperhatikan wajah laki laki itu, Sam berusaha mengingat wajahnya.
__ADS_1
"Selidiki hubungan mereka." isi pesan Sam kepada orang itu.
Sam mengingat laki laki itu adalah orang yang dia pukul saat acara pertunangan Andini dan Aditya.