WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
MEMPERKENALKAN DOKTER SIFA


__ADS_3

Mobil melaju meninggalkan rumah sakit, Davian tersenyum lebar melihat Sam yang grogi, dokter Sifa berbincang banyak hal dengan Monica.


"Bagaimana Sam waktu menyatakan perasaan?" Tanya dokter Sifa pada Monica.


"Sam itu cuma bilang, Monica Hem Hem Hem." Ucap Davian sambil tertawa keras.


Monica hanya tersenyum melihat tingkah Davian, dia tidak menyangka ternyata Davian sekonyol itu, walaupun Monica adalah sahabat Risa tapi dia baru mengetahui sifat Davian sekarang.


Suara tawa terus terdengar sepanjang perjalanan, Monica hanya sesekali menjawab pertanyaan dokter Sifa, Sam terlihat fokus mengemudi tanpa memperdulikan sekitar walaupun tawa Davian sangat mengganggunya.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan mobil pun berhenti di depan area pemakaman, dokter Sifa menatap Davian bingung.


"Kita mau kemana?" Tanya dokter Sifa.


"Aku mau mengenalkan mu pada Risa." Jawab Davian.


Mereka kemudian turun dari mobil, Davian berjalan sembari menggandeng tangan Risa, sedang Sam dan Monica mengikuti mereka dari belakang.

__ADS_1


Davian langsung bersimpuh di samping makam Risa, dokter Sifa yang melihat hal itu ikut bersimpuh, sedangkan Sam menahan tangan Monica saat dia ingin berjalan mendekati makan sahabatnya. Akhirnya Sam dan Monica berdiri beberapa langkah di belakang Davian.


"Ris, apa kabarmu disana." Ucap Davian.


"Maaf aku baru bisa mengunjungi mu setelah beberapa lama."


"Aku datang ingin mengenalkan pendamping ku Risa, semoga kamu suka dengan wanita pilihanku." Dokter Sifa menitihkan air mata, dia bisa merasakan ketulusan cinta dari Risa.


"Kenalkan Ris, ini Sifa.".


"Dia wanita yang sangat baik sama sepertimu." Davian tidak dapat menahan air matanya, dia terdiam larut dalam kesedihan, Davian beberapa kali mengelus nisan yang bertuliskan Clarisa Amelia.


"Terimakasih kamu telah menjaga Davian, selanjutnya ijinkan aku yang menjaga Davian, aku akan memastikan dia selalu tersenyum setiap harinya." Dokter Risa mengelus punggung Davian yang terlihat sangat sedih.


Setelah beberapa lama Davian pun berdiri dan memanggil Sam serta Monica.


Sam dan Monica berjalan dan duduk di seberang Davian yang sudah bisa menguasai dirinya.

__ADS_1


"Risa disini ada sahabatmu dan kekasihnya, mereka datang untuk mengunjungi mu, kamu pasti kenal dengan kekasih sahabatmu itu." Davian berbicara sambil menatap Sam dan Monica secara bergantian.


Sam yang mendengar Davian mengatakan dirinya sebagai kekasih Monica tidak protes bahkan ada senyum tipis tersungging di wajahnya, sedangkan Monica tidak terlalu fokus dengan ucapan Davian, dia yang sedari tadi sudah menangis setelah berada di samping pusara Risa tangisnya lebih menjadi.


Sam mengelus lembut punggung Monica berusaha menenangkan Monica, Davian yang melihat hal itu menyenggol tangan dokter Sifa untuk memberi kode, kemudian mereka tersenyum.


"Kita pulang dulu Ris, kami selalu mendoakan yang terbaik untukmu." Ucap Davian seraya berdiri dan pergi meninggalkan makam Risa.


Dokter Sifa memeluk lengan Davian, sesekali mereka melirik ke belakang untuk melihat Sam dan Monica.


Sam sedang memegang bahu Monica yang masih terlihat sangat emosional, mereka kemudian masuk kedalam mobil.


"Kalian langsung pulang saja, aku nanti biar diantar Sifa." Ucap Davian setelah mereka sampai di rumah Sifa.


"Bilang aja mau kangen kangenan." Jawab Sam menjahili Davian.


"Udah kalian kalau mau bermesraan gak masalah." Davian mengangkat kedua alisnya.

__ADS_1


Davian langsung masuk menyusul dokter Sifa setelah Sam melajukan mobilnya.


__ADS_2