
Andini masih mengerjapkan matanya, rasa kantuk masih menggantung di pelupuk matanya, dia yang biasa bangun tidur pukul 8 pagi sekarang harus bangun pukul 6 pagi, dia harus bersiap siap untuk berangkat ke kantor.
"Pagi Bu." sapa Andini ketika melihat Bu Nani sedang sibuk mengatur para pelayan di dapur
Bu Nani kaget melihat Andini sudah berada di dapur se pagi ini.
"Pagi Nona." balas Bu Nani.
"Apa Nona memerlukan sesuatu?" tanya Bu Nani.
"Tidak Bu, hanya mau mengambil minum saja." jawab Andini berlalu ke arah kulkas untuk mengambil minuman dingin.
Setelah meneguk minumannya Andini kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap siap untuk berangkat ke kantor.
"Tumben jam segini Nona sudah rapi." Ucap Bu Nani dalam hati ketika melihat Andini sudah rapi dengan pakaian kantornya duduk di meja makan, biasanya Andini orang terakhir yang datang ke meja makan tapi hari ini dia orang pertama yang duduk di meja makan, bahkan saat Bu Nani masih mempersiapkan makanan.
__ADS_1
Bu Nani ingin sekali bertanya ada apa dengan Andini, tapi dia urungkan. Di sisi lain Andini yang melihat tatapan heran Bu Nani pun menangkap bahwa Bu Nani sedang mempertanyakan keberadaan nya sepagi ini di meja makan.
"Hari ini aku mulai kerja di kantor papa Bu." ucap Andini yang membuat Bu Nani tersentak.
"Eh maaf Nona." Bu Nani menyadari bahwa Andini sudah memperhatikan nya sedari tadi.
"Ah ibu ini minta maaf memang ada apa." ucap Andini sambil tersenyum ke arah Bu Nani.
"Besok besok ibu juga terbiasa melihat Andini setiap pagi sudah rapi." lanjut Andini dengan tawa renyahnya, belum sempat Bu Nani bertanya David terlihat turun dari lantai atas menuju ruang makan, Bu Nani kembali ke dapur setelah melihat semua keluarga tuan Wisnu berjalan ke arah meja makan.
- - -
- - -
Andini merasa sedikit grogi ketika berjalan di loby gedung megah jaya group milik tuan Wisnu, banyak mata yang memandang nya apalagi dia berjalan beriringan bersama tuan Wisnu, namun mereka seketika menunduk hormat ketika tuan Wisnu berjalan melewatinya.
__ADS_1
"Ini ruangan mu, kamu di sini menjabat wakil direktur perencanaan, nanti setelah ini papa kenalkan pada di rekrut perencanaan dan karyawan lain." jelas tuan Wisnu memasuki ruangan yang bertuliskan wakil direktur perencanaan.
"Iya pah." Jawab Andini singkat sembari melihat ruangannya itu.
Andini sedang berjalan menuju ke ruang meeting bersama tuan Wisnu, ketika mereka memasuki ruang meeting yang cukup besar sudah berkumpul beberapa orang di dalamnya, Andini terkejut ketika melihat orang orang itu berdiri menyambut tuan Wisnu, di sana ada Aditya.
"Kenapa Aditya ada di sini, bukan kah keluarga nya punya perusahaan sendiri." ucap Andini dalam hati.
Tuan Wisnu berjalan menuju tempat duduk yang sudah di sediakan di sebelah Aditya, tuan Wisnu duduk di ikuti oleh karyawan lainnya.
"Selamat pagi." ucap tuan Wisnu memulai meeting, serentak di jawab oleh karyawan lain.
"Hari ini ada beberapa hal yang akan saya bahas di sini." para karyawan mendengar kan tuan Wisnu dengan seksama.
"Pertama saya akan perkenalkan direktur dan wakil direktur perencanaan di perusahaan ini." Aditya berdiri sedangkan Andini menatap heran kepada Aditya kenapa dia berdiri, tepukan dari tuan Wisnu menyadarkan Andini, dia pun langsung berdiri tanpa di minta kedua kali.
__ADS_1
"Direktur perencanaan Aditya Wardhana, sedangkan wakil direktur perencanaan adalah putri saya Andini, Aditya selain sebagai direktur perencanaan dia adalah calon menantu saya, suami Andini." Andini langsung melotot ke arah taun Wisnu, tapi cepat cepat di membuang pandangannya setelah tuan Wisnu menatapnya.
Para karyawan mengucapkan selamat kepada Aditya dan Andini, Aditya menyambut ucapan itu dengan senyuman sedangkan Andini entah ekspresi seperti apa yang dia tunjukkan.