WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
KEJUTAN MAKAN MALAM


__ADS_3

Davian langsung menutup meeting ketika melihat jam tangannya hampir pukul 6 petang, dia bergegas meninggalkan ruang meeting untuk menghampiri dokter Sifa.


"Aku tidak terlambat." ucap Davian dengan terengah engah di depan dokter Sifa yang sedang berdiri di pintu keluar rumah sakit.


"Satu menit lagi kamu tidak datang aku akan pulang." ucap dokter Sifa dengan wajah pura pura cemberut.


"Dan aku akan membawa semua yang ada di restoran kerumah mu." jawab Davian sembari menggandeng tangan dokter Sifa menuju mobil yang sudah di siapkan Sam.


"Kamu tidak meminta kunci mobil ku?" tanya dokter Sifa, Sam yang mendengar itu langsung menatap spion tengah melihat dokter Sifa.


"Aku juga lapar dokter, jangan membuatku kelaparan dengan mengantar mobilmu." Sam


"Tidak usah biar mobilmu di sini saja." jawab Davian.


"Terimakasih Dav, kamu memang terbaik." Sam


"Terus besok aku berangkat bagaimana?" tanya dokter Sifa menatap Davian.

__ADS_1


"Besok aku antar." jawab Davian sambil mencubit pipi dokter Sifa.


Dokter Sifa langsung tersipu malu karena Sam tersenyum penuh arti di belakang kemudi.


Sesampainya di restoran Davian langsung menggandeng tangan dokter Sifa masuk, dokter Sifa menurut dan mengikuti langkah Davian.


"Silahkan nona." ucap Davian menarik kursi untuk dokter Sifa.


Dokter Sifa duduk, senyuman tidak pernah lepas dari wajahnya


"Kan kita belum memesan." ucap dokter Sifa melihat pelayan mengantar makanan ke meja mereka.


Dokter Sifa menatap kagum dengan perlakuan Davian, setelah makanan sudah terhidang diatas meja dokter Sifa menengok seperti mencari seseorang.


"Sam terbiasa makan angin dia tidak makan seperti kita." ucap Davian cuek mengetahui apa yang dokter Sifa cari, dokter Sifa menepuk lembut tangan Davian.


Mereka menikmati makanan di selingi obrolan, dokter Sifa lebih banyak tertawa mendengar celotehan Davian.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Davian mengajak dokter Sifa untuk pulang, dokter Sifa langsung berdiri mengiyakan ajakan Davian.


Dokter Sifa terkejut ketika membalikkan badan sudah ada Sam berdiri di sana, dia pun berbalik kearah Davian, dokter Sifa lebih terkejut lagi melihat Davian sudah berlutut di depannya.


Sam langsung memberikan bunga dalam genggaman nya kepada Davian, pengunjung yang melihat hal itu langsung berdiri dan mendekat dengan antusias.


"Sifa Anita Putri." ucap Davian sambil memegang tangan dokter Sifa, dokter Sifa terdiam menatap Davian.


"Aku datang dengan segala kekurangan ku dan berharap kamu menutupinya dengan segala kelebihan mu." Davian berhenti sejenak untuk mengambil nafas "Kamu hadir di hidup ku ketika aku sedang terpuruk, dan kamu meraih tanganku untuk menarik ku bangkit." banyak para pengunjung, mengabadikan moment itu dengan ponsel mereka, beberapa dari mereka tentu saja sudah mengenal Davian pemilik perusahaan yang kekayaannya hampir separuh negeri ini.


"Mungkin ini terlalu cepat untuk mu, tapi aku sudah terlalu lama memendam rasa ini." dokter Sifa langsung menutup mulutnya "Maukah kamu menerima perasaan ku."


"Aku menyayangimu Sifa." dokter Sifa mengeluarkan air mata, dia merasa sangat bahagia hari ini.


"Aku menyayangimu juga Dav." jawab dokter Sifa, Davian langsung bangkit dan memeluk dokter Sifa, pengunjung tepuk tangan dan histeris melihat pasangan yang sangat serasi itu.


Dokter Sifa dan Davian bergandengan tangan ketika keluar dari restoran, senyum bahagia terpampang di wajah mereka.

__ADS_1


Dari jauh berdiri seorang laki laki yang memperhatikan mereka dengan tatapan marah, dia mengepalkan tangannya seakan menahan emosi melihat kebahagiaan Davian dan dokter Sifa.


__ADS_2