WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
CERITA DOKTER SIFA


__ADS_3

Davian sudah dipindahkan ke ruang perawatan dua hari lalu, tapi Davian belum juga siuman, Sam dengan setia berada di samping Davian, sesekali Sam terlihat sibuk dengan ponselnya untuk mengatur pekerjaan di kantor.


Sam tidak memberitahu kondisi Davian pada mamah Risa, dia khawatir apabila mamah Risa mengetahui kondisi Davian akan menjadikan kesehatannya semakin memburuk.


"Permisi." Ucap dokter Sifa dengan sopan.


"Silahkan dok." Jawab Sam yang sudah kembali bersikap ramah terhadap dokter Sifa,


Dokter Sifa langsung memeriksa kondisi Davian, dengan telaten dan sangat hati hati dia memeriksa Davian, Sam yang melihat hal itu menyunggingkan senyum tipis di bibirnya.


"Semoga tuhan mengirimnya untuk membantu Davian kembali." Ucap Sam dalam hati.


Sam sudah bisa bersikap ramah terhadap dokter Sifa setelah dia mendengar cerita dokter Sifa, Sam tidak menyangka dokter Sifa yang awalnya terlihat menyakiti Davian ternyata dia sangat mencintai Davian.


Sam masih teringat kejadian beberapa hari lalu, dia terus mengumpat dan memaki dokter Sifa, dokter Sifa hanya membalas dengan senyuman, kemudian setelah Sam terlihat tenang dokter Sifa lalu bercerita semua kepada Sam.


- - -


"Sepertinya dokter sudah membuat pilihan yang salah." Ucap Sam sinis ketika diruang perawatan Davian.


"Apa maksudmu Sam?" Tanya dokter Sifa.


Sam menyeringai kemudian berkata


"Semoga dokter masih bisa melihat mentari pagi setelah Davian siuman." Sam memberi jeda "Aku tidak akan melanggar perintah Davian lagi." Lanjut Sam dengan seringai yang menakutkan.


"Dengarkan dulu Sam." Ucap dokter Sifa sambil tersenyum.


"Katakan saja apa yang mau dokter katakan, anggap saja sebagai salam perpisahan." Jawab Sam ketus.

__ADS_1


Setelah Sam pergi meninggalkan dokter Sifa, dokter Sifa menangis dengan keras, dokter Sifa baru menyadari kebodohannya memilih kembali pada dokter Ferry, semalaman dia terus berpikir setelah pulang dari pesta pernikahan Andini dan Aditya.


Dokter Ferry datang tak lama setelah Sam pergi, dia mengajak dokter Sifa untuk ikut dengannya, tapi dokter Sifa menolak.


"Ada apa denganmu Sifa?" Tanya dokter Ferry dengan suara tinggi.


"Apa kamu benar benar mencintai ku Fer?" Dokter Sifa balik bertanya.


"Tentu saja." Jawab dokter Ferry yakin.


"Lalu kenapa kamu marah saat aku bersama Davian?" Tanya dokter Sifa lagi.


"Karena aku mencintaimu." Jawab dokter Ferry dengan rasa percaya diri.


"Tapi maaf Fer." Ucap dokter Sifa.


"Aku telah salah memilih." Jawab dokter Sifa.


"Maksudmu?" Dokter ferry terlihat sangat emosi.


"Pergilah, kejarlah impianmu sendiri, aku harap kamu menemukan kebahagiaan mu sendiri." Ucap dokter Sifa yang membuat dokter Ferry mengepalkan tangannya.


"Impian dan kebahagiaan ku itu kamu Sifa." Kata dokter Ferry terus meyakinkan dokter Sifa.


Dokter Sifa menggeleng


"Bukan." Ucapnya kemudian


Mendengar ucapan dokter Sifa membuat dokter Ferry sangat emosi, dia langsung mengumpat dan mengeluarkan kata kata kotor pada dokter Sifa, dokter Sifa mendorong tubuh dokter Ferry dengan keras keluar dari rumahnya, dia sudah tidak tahan mendengar ucapan dokter Ferry.

__ADS_1


"Lalu apa yang membuat dokter memilih Davian?" Tanya Sam yang terlihat tertarik dengan cerita dokter Sifa.


"Karena cinta Davian yang tulus." Ucap dokter Sifa.


"Maksudnya?" Tanya Sam yang terlihat bingung.


"Davian lebih memilih mengorbankan perasaanya untuk kebahagiaan orang yang dia sayangi." Jawab dokter Sifa.


Salah satu hal yang membuat dokter Sifa sadar jika keputusannya memilih dokter Ferry salah adalah cerita Davian tentang perjalanan cintanya bersama Andini.


- - -


"Sam." ucap dokter Sifa.


"Eh iya, kenapa dok." Sam kaget melihat dokter Sifa tepat berada di depan nya.


"Aku memanggilmu berapa kali, kamu melamun?" tanya dokter Sifa.


"Tidak dok, sedang memikirkan pekerjaan saja." kilah Sam.


"Baiklah, aku pergi dulu Sam." ucap dokter Sifa di balas anggukan kepala oleh Sam.


Sam kembali duduk sambil melihat Davian yang masih terbaring lemah, ada kesedihan di hati Sam melihat kondisi Davian.


"Sam." Sam langsung bergegas menghampiri setelah mendengar suara Davian memanggilnya.


"Kamu sudah sadar Dav." Ucap Sam dengan raut wajah bahagia.


"Aku panggil dokter dulu." Lanjutnya sembari berlari keluar ruang perawatan.

__ADS_1


__ADS_2