
Davian dan Sam melangkah memasuki rumah sakit, Sam sudah berkoordinasi dengan direktur rumah sakit agar tidak ada penyambutan dan memerintahkan semua pejabat rumah sakit langsung menunggu di ruang meeting.
Davian tertawa ketika melihat dokter Sifa yang terburu buru sambil membetulkan stetoskop di lehernya.
"Aduh." teriak dokter Sifa mengerang kesakitan sambil memegang bahu nya.
"Hati hati dokter." ucap Davian sambil memegang tangan dokter Sifa, dokter Sifa langsung mengibaskan tangannya dia tidak tahu bahwa Davian lah orang yang baru dia tabrak.
"Loh Dav." ucap dokter Sifa terkejut.
"Mau kemana, jalan sampai tidak lihat ke depan?" ucap Davian.
"Hehehe maaf maaf, aku tinggal dulu ya sudah di tunggu pasien." jawab dokter Sifa yang langsung berlari kecil meninggalkan Davian.
- - -
Davian sedang duduk mendengarkan penjelasan dari direktur rumah sakit, sedangkan Sam setia berdiri di belakang Davian, bukan tanpa alasan Sam berdiri dia mendapat perintah khusus untuk mengawasi setiap orang yang berada di ruangan meeting itu.
"Paman memang luar biasa." gumam Davian dalam hatinya.
Dia merasa kagum setelah mendengar penjelasan dari direktur rumah sakit, manajemen yang sangat luar biasa sudah di susun dengan sempurna oleh tuan Abas.
__ADS_1
"Baiklah lanjutkan kerja keras kalian, saya sangat puas dengan sistem yang sudah berjalan." ucap Davian yang di sambut dengan senyum lebar oleh direktur rumah sakit dan pejabat rumah sakit lainnya.
Davian meladeni basa basi dari pejabat rumah sakit sebelum dia keluar dari ruangan meeting.
"Bagaimana Sam?" tanya Davian sambil berjalan keluar rumah sakit.
"Semua terkendali." jawab Sam dengan senyum lebar.
Sam di tugaskan oleh Davian untuk mengawasi sekitar, jangan sampai ada dokter Sifa, Davian tidak mau dokter Sifa menjadi sungkan kepadanya setelah tau siapa dia sekarang.
Davian keluar dari ruang meeting, langkahnya terhenti ketika melihat dokter Sifa dengan wajah lesu sedang duduk di kursi depan ruang UGD.
"Minum." tawar Davian kepada dokter Sifa yang sedang berdiri di ruang jaga
Sam sedang terengah engah di belakang Davian, Sam baru saja berlari membeli minuman atas perintah Davian.
"Sam lebih membutuhkan sepertinya." ucap dokter Sifa yang melihat Sam terlihat sedang mengatur nafas.
"Sam baru saja berolahraga." jawab Davian dengan tawa lebar.
Sedang Sam hanya menatap mereka yang sedang menjadikan dirinya sebagai bahan tertawaan.
__ADS_1
"Apa dokter sibuk?" tanya Davian setelah menenggak minuman bersama dokter Sifa.
"Aku lagi jaga di sini." jawab dokter Sifa sembari menunjuk ruang UGD.
"Sam." panggil Davian
Sam mendekat kemudian Davian membisikkan sesuatu, Sam mengangguk kemudian berjalan keluar.
"Ada apa?" tanya dokter Sifa setelah melihat Sam pergi, Davian hanya mengangkat bahu, kemudian dokter Sifa mencubit lengan Davian.
Tak lama Sam datang membawa dua kantong kresek besar, setalah sampai Sam memberikan kepada Davian.
"Dokter juga butuh makan." ucap Davian sambil mengeluarkan isi dari bungkusan itu yang tenyata berisi makanan dan minuman.
Davian pun memanggil dokter dan perawat yang sedang berada di ruang jaga, mereka menikmati makan siang dengan penuh canda tawa, banyak yang menggoda dokter Sifa dengan mengatakan Davian tampan dan baik hati beruntung dokter Sifa berpacaran dengan Davian, mereka tidak tahu bahwa Davian adalah pemilik rumah sakit itu sekarang.
- - -
Davian dan Sam pamit setelah makanan mereka habis, dokter Sifa tersenyum sambil melambaikan tangan mengantar kepergian Davian.
Dokter Sifa kemudian kembali ke ruang jaga, disana dia kembali di goda oleh rekan rekannya, dokter Sifa hanya tersenyum malu dengan muka memerah mendengar celotehan rekan kerjanya.
__ADS_1
Tidak jauh dari situ berdiri seorang laki laki dengan muka masam menatap mereka, dokter Ferry menatap dengan raut wajah marah.