WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
KESEDIHAN RISA


__ADS_3

Risa kini sudah berstatus sebagai tunangan Davian, tapi mereka bersepakat untuk tidak memberitahu yang lain terlebih dahulu, hanya orang orang terdekat saja yang tahu.


Meskipun sudah bertunangan tapi Davian tidak pernah menunjukkan kemesraan ketika berada di kantor, Davian hanya beberapa kali berjalan bersama Risa di lobby ketika Davian menjemput Risa berangkat bersama atau pulang bersama itu pun Davian yang meminta, Risa tidak pernah memanfaatkan Davian walaupun dia tahu Davian akan mengabulkan apapun yang Risa minta.


"Ris kok akhir akhir ini aku lihat kamu sama pak Dav lebih mesra ya?" Tanya Monica penasaran.


"Engga ah biasa aja." Jawab Risa masih dengan gaya yang sama ketika di tanya mengenai hubungan mereka.


"Kamu sekarang main rahasia ya sama aku." Ucap Monica dengan nada mengancam.


"Kapan aku pernah merahasiakan sesuatu dari kamu." Jawab Risa.


"Oke, kalau begitu jawab pertanyaan ku." Ucap Monica dengan menatap Risa tajam.


"Apa kamu pacaran sama pak Dav?" Tanya Monica.


Risa langsung menggeleng


"Kita gak pacaran." Jawa Risa


"Tapi tunangan." Ucap Risa dalam hati sambil tersenyum.


Monica yang melihat senyum dari Risa semakin curiga


"Oke kalau gitu, pertanyaan selanjutnya." Monica menarik nafas sejenak.

__ADS_1


"Kamu sama pak Dav punya hubungan spesial." Tanya Monica dengan menatap tajam Risa.


Risa mengangguk


"Apa?" Monica semakin penasaran melihat ekspresi Risa.


"Tapi kamu jangan teriak, oke." Ucap Risa.


"Baiklah." Jawab Monica sudah tidak sabar.


"Aku sama pak Dav itu,," Risa sengaja memberi jeda untuk membuat Monica penasaran.


Monica menatap Risa tanpa berkedip, memperhatikan gerak bibir Risa


"Sudah tunangan." Ucap Risa setengah berbisik.


Risa langsung membuang muka menatap layar komputernya dan berpura pura bekerja karena teriakan Monica bisa dipastikan terdengar oleh seluruh orang di ruangan itu.


"Kenapa kamu teriak!" Bentak Devi yang merupakan direktur keuangan di FW Corporate.


"Maaf Bu saya terkejut mendengar Risa bertunangan dengan pak Dav." Monica langsung menutup mulutnya.


Semua orang langsung mengalihkan pandangannya ke arah Risa, Risa yang sadar dirinya sedang di tatap puluhan pasang mata pura pura tidak tahu.


"Apa benar Ris?" Tanya rekan kerja di sebelah Risa.

__ADS_1


Risa masih terdiam, dia merasa sedikit panik di tambah malu menjawabnya


"Iya." Ucap Risa lirih menjawab pertanyaan itu.


Beragam ekspresi langsung terlihat dari karyawan yang berada di ruangan itu, ada yang tersenyum bahagia, ada yang memandang Risa sinis ada juga tatapan merendahkan.


Tatapan merendahkan itu berasal dari Devi, dia adalah salah satu wanita yang sangat gencar untuk mendekati Davian, berbagai cara sudah dia lakukan untuk mendapatkan perhatian Davian tapi itu semua sia sia karena jangankan Davian tertarik melirik saja tidak pernah.


"Hahaha." Devi tiba tiba tertawa cukup keras.


"Kamu jangan bermimpi, mana mungkin Pak Dav mau dengan wanita rendahan seperti mu." Ucap Devi sembari berjalan mendekati Risa.


Risa terkejut melihat ekspresi marah dari Devi, Risa memang sebelumnya tidak tahu jika atasannya itu menaruh hati pada Davian.


"Maaf maksud ibu apa?" Tanya Risa dengan sopan.


"Kamu jangan berkata sembarangan." Devi berbicara dengan nada tinggi.


"Maaf saya tida mengerti." Kata Risa.


"Kamu merendahkan pak Dav dengan mengatakan dia tunangan mu." Bentar Devi.


"Jangan pernah bermimpi pak Dav mau dengan orang seperti mu, bahkan bermimpi pun tidak pantas untuk mu." Ucap Devi meninggalkan Risa.


Risa sangat terkejut dengan perlakuan Devi, walaupun mereka hampir tidak pernah berhubungan secara langsung tapi Risa melihat Devi orang yang cukup baik.

__ADS_1


Beberapa karyawan langsung berbisik setelah Devi meninggalkan Risa, Risa hanya diam dan mengacuhkan karyawan yang sedang membicarakannya, dia masih merasa terkejut dengan ucapan Devi.


__ADS_2