WANITA TERAKHIR

WANITA TERAKHIR
KABAR BAIK


__ADS_3

Davian baru saja turun dari mobilnya, dia melangkah memasuki kantor, semua karyawan yang melihat Davian menyapanya dengan sopan dan penuh hormat, kecuali


"Pagi Dav." sapa Sam sambil merangkul Davian, Sam adalah sahabat sekaligus orang kepercayaan Davian di perusahaan.


"Saya atasan kamu yang sopan seperti karyawan lain kalau menyapa!" ucap Davian sambil tersenyum ke arah Sam.


"Mohon maaf atas kelancangan saya tuan." jawab Sam sambil tertawa.


Mereka berjalan menuju lift sambil mengobrol ringan, perusahaan Davian bergerak di bidang properti, perusahaan yang Davian rintis dari nol bersama Sam kini sudah terlihat maju dengan gedung delapan lantai milikinya.


"Bagaimana hubungan kalian?" Sam duduk di depan Davian setelah memasuki ruangan Davian.


"Ada sedikit harapan, kakak Andini mau membantu ku." terlihat senyum di wajah Davian.


"Oh ya, siapa? Niko?" tebak Sam, Davian menggeleng.


"Tidak mungkin dia kan." Sam sedikit tidak percaya dengan tebakannya, Davian mengangguk yang membuat Sam langsung melotot karena terkejut.


"Bagaimana ceritanya?" tanya Sam dengan rasa tidak percaya.


Davian menceritakan awal mula pertemuan nya dengan David dan semua rencana yang dia susun, walaupun Davian tidak mengetahui dengan pasti rencana dari David, karena Andini hanya berpesan kepada Davian agar mengikuti perintah David dan jangan bertindak sendiri.

__ADS_1


Sam mengangguk setelah mendengar penjelasan dari sahabatnya itu


"Kamu bisa percayakan semua dengannya." sedikit banyak Sam memang sudah mengetahui siapa David.


- - -


Di ruang makan kediaman tuan Wisnu, keluarga sudah lengkap sedang menikmati sarapan tanpa ada yang mengeluarkan suara, hampir semua orang merasa cemas karena pesan dari tuan Wisnu bahwa ada hal yang akan dia sampaikan setelah sarapan selesai, Niko dan nyonya Lisa saling pandang sesaat mereka menyelesaikan makan, seakan mereka memiliki pemikiran yang sama.


"Perihal perjodohan Andini."


Suara dentingan piring sudah tidak terdengar lagi hanya ada kebisuan dan rasa gelisah menunggu tuan Wisnu yang masih sibuk dengan HP nya.


"Pah." David yang sudah harus pergi ke kantor membuka suara agar tuan Wisnu langsung memulai apa yang akan di bicarakan.


Andini langsung menunduk, dia merasa sudah tidak ada harapan lagi usaha David mungkin gagal dalam membujuk tuan Wisnu.


Di sisi lain Niko dan nyonya Lisa langsung menatap Andini dengan tatapan prihatin.


"Akan di undur setelah pernikahan David!" semua orang langsung terkejut mendengar penuturan tuan Wisnu, Andini Niko dan nyonya Lisa langsung menatap tuan Wisnu dan David secara bergantian, mereka bingung dengan ucapan tuan Wisnu.


"Maksud papah?" tanya nyonya Lisa meminta penjelasan kepada tuan Wisnu.

__ADS_1


"David akan menikah dengan Sinta sebelum Andini menikah dengan Aditya." jawaban tuan Wisnu semakin membuat nyonya Lisa bingung.


Andini langsung menatap David, dia tidak percaya dengan rencana David yang menikah dengan Sinta untuk mengulur waktu perjodohannya dengan Aditya.


"David akan menikah dengan Sinta, David meminta papa untuk mengundur rencana pernikahan Andini." ucap David dingin, Niko memilih diam dia sudah menangkap arah dari rencana pernikahan David dan Sinta sedangkan nyonya Lisa masih menatap David dengan berbagai tanda tanya di kepalanya.


"Nak apa kamu benar akan menikah dengan Sinta?" tanya nyonya Lisa memastikan.


"Iya mah." David mengangguk.


Nyonya Lisa tidak tahu alasan David menikah dengan Sinta karena dia tahu David selalu menolak perjodohannya dengan Sinta, tapi nyonya Lisa enggan bertanya lebih lanjut karena melihat sorot mata tajam dari tuan Wisnu.


Ada rasa bahagia sekaligus sedih di raut wajah Andini, dia berjalan menghampiri David yang masih duduk di ruang makan setelah tuan Wisnu pergi.


"Kak." ucap Andini.


"Hanya ini yang bisa kakak bantu Din, selanjutnya kalian harus berusaha." jawab David berdiri akan meninggalkan ruang makan.


"Maafkan Andini kak." Andini memeluk David dan langsung terisak.


"Sudahlah, kamu lupa pesan kakak." Andini langsung menghapus air matanya.

__ADS_1


"Beritahu Davian semuanya, kalian pasti akan bersatu." David melangkah meninggalkan ruang makan.


__ADS_2