
Davian panik melihat dokter Sifa ada di situ, apalagi dia sabar posisinya pasti akan membuat dokter Sifa berfikir negatif padanya.
Sam baru saja keluar dari toilet, dia segera menghampiri Davian yang terlihat panik.
"Ada apa Dav"? tanya Sam berbisik pada Davian.
"Tadi dokter Sifa disini." ucap Davian yang langsung dipotong oleh Sam.
"Terus?" potong Sam.
"Dengarkan dulu." kata Davian dengan kesal,
Sam pun mendengarkan Davian, dia mengangguk dan segera pergi keluar restoran.
"Ada apa pak?" tanya Tia dengan ekspresi bingung.
"Tidak Bu, mari kita lanjutkan." ucap Davian berusaha setenang mungkin.
Davian memerintahkan Sam untuk menyusul dokter Sifa dan menjelaskan semuanya, dia tidak enak untuk meninggalkan Tia demi menjaga profesionalitas.
Davian makan dengan sedikit terburu buru, dia ingin segera menyusul Sam yang sedang mengejar dokter Sifa.
- - -
Dokter Sifa terus berjalan dengan air mata yang menetes, temannya menatap dokter Sifa dengan bingung, dokter Sifa berhenti sesaat sebelum masuk ke dalam rumah sakit, dia berusaha menguasai dirinya.
"Kamu makan di kantin ya, maaf aku ada keperluan mendadak." ucap dokter Sifa pada temannya, dia langsung mengangguk dan berjalan ke arah kantin sedangkan dokter Sifa langsung masuk kedalam ruangannya.
Sam berlari menuju rumah sakit, dia sudah sampai di rumah sakit beberapa menit kemudian, Sam mengedarkan pandangannya mencari dokter Sifa, setelah beberapa saat tidak menemukan dokter Sifa Sam langsung menuju resepsionis.
"Apa anda melihat dokter Sifa?" tanya Sam dengan nafas memburu.
__ADS_1
"Dokter Sifa baru saja lewat, mungkin menuju ruangannya." jawab resepsionis.
Sam langsung berjalan tergesa gesa menuju ruang dokter Sifa setelah mengucapkan terimakasih.
"Dokter Sifa." panggil Sam setelah melihat dokter Sifa di depan ruangannya.
Dokter Sifa menoleh ke arah suara yang memanggil nya
"Ada apa Sam?" tanya dokter Sifa dengan tenang.
"Saya hanya akan menjelaskan sesuatu." ucap Sam langsung di potong oleh dokter Sifa.
"Sudahlah Sam tidak perlu kamu repot menjelaskan, Davian saja memilih duduk di sana dari pada menjelaskan kepada ku." jawab dokter Sifa dengan suara seperti menahan tangis.
"Tapi dokter ," dokter Sifa langsung masuk ke dalam ruangan nya tanpa memperdulikan Sam yang masih berbicara.
Di dalam ruangan dokter Sifa membereskan beberapa barang dan di masukkan ke dalam tas kecilnya, dokter Sifa kemudian keluar dan menuju bagian informasi, dia melihat Sam masuk berdiri tak jauh dari ruangannya tapi dokter Sifa terus berjalan melewati Sam.
"Saya harus pulang cepat, tolong informasikan kepada dokter jaga." ucap dokter Sifa ke bagian informasi.
Dokter Sifa langsung melangkah ke parkiran rumah sakit untuk mengambil mobil, Sam yang melihat hal itu hanya diam saja, dia tidak berani mendekati dokter Sifa melihat wajah dokter Sifa dengan ekspresi marah.
Davian langsung meninggalkan Tia setelah selesai makan dengan sedikit berbasa basi, dia bergegas menuju rumah sakit untuk menemui dokter Sifa.
"Dimana dokter Sifa?" tanya Davian pada Sam setelah dia sudah sampai di rumah sakit.
"Dokter Sifa baru saja pergi." jawab Sam
Davian pun langsung mengacak acak rambutnya.
"Kenapa tidak kamu tahan Sam." ucap Davian kesal.
__ADS_1
"Bagaimana mau menahan dokter Sifa melihat wajahnya saja sudah membuatku takut." jawab Sam dengan badan bergidik.
"Memang dokter Sifa hantu." ucap Davian kesal.
"Lebih seram dari hantu." jawab Sam singkat.
"Sam." ucap Davian merasa sangat kesal pada Sam.
Davian dan Sam sudah berada di mobil untuk menuju rumah dokter Sifa.
"Sam ini semua salahmu." ucap Davian ketika di dalam mobil.
"Bagaimana bisa kamu menyalahkan ku?" protes Sam.
"Kamu tidak tahu keslahan mu Sam?" tanya Davian sambil melotot.
Sam langsung menggeleng
"Pertama kamu tidak memberitahu kalau tempat meeting di restoran dekat rumah sakit." ucap Davian.
"Baiklah itu aku salah." jawab Sam pasrah.
"Kedua kamu tidak berada di dekat ku saat Sifa datang." lanjut Davian.
"Bagaimana itu di hitung sebagai kesalahan ku?" protes Sam lagi.
Davian langsung menatap Sam tajam
"Baiklah itu juga kesalahan ku." jawab Sam dengan nada suara lemah.
"Untuk menebus kesalahan mu, kamu harus bisa membujuk Sifa agar tidak marah."
__ADS_1
"Bagaimana mungkin, melihat wajah dokter Sifa saja aku takut." jawab Sam.
"Itu urusan mu." ucap Davian dengan senyum sinis, Sam langsung menelan salivanya melihat senyum sinis di bibir Davian.