
Davian dan Risa masih bercanda sembari di ruang tamu rumah baru Risa, sesekali terdengar suara tawa dari mereka, sedangkan mamah Risa sudah beristirahat dikamar, di sudut ruangan Sam terlihat masih sibuk memainkan ponselnya.
"Apa Sam selalu bersamamu seharian penuh?" Tanya Risa sambil melihat ke arah Sam.
"Tidak." Jawab Davian.
"Dia akan pulang kerumahnya setelah mengantarku pulang." Lanjut Davian.
"Oh ya? Tapi aku selalu melihat dia berada di manapun kamu pergi." Ucap Risa dengan nada tidak percaya.
"Kapanpun aku keluar rumah Sam selalu ikut, walaupun di luar pekerjaan." Jawab Davian.
"Kenapa bisa seperti itu, aku kira dia hanya asisten pribadimu saja dalam urusan pekerjaan." Ucap Risa.
Davian menggeleng
"Lebih dari itu, dia orang yang menjagaku dari dulu." Jawab Davian dengan tersenyum.
__ADS_1
"Aku jadi penasaran bagaimana cerita awal kalian bertemu." Kata Risa dengan nada manja yang membuat Davian tertawa.
"Hahaha, apa kamu mau tahu?" Tanya Davian,
Risa mengangguk sembari tersenyum.
"Dulu aku pertama kali bertemu Sam waktu awal kuliah." Ucap Davian mulai bercerita.
Sam merupakan orang yang hidup sebatang kara sama seperti Davian, Sam yang memiliki otak cerdas dapat beasiswa penuh saat kuliah dulu, Davian yang seorang pendiam menjadikannya sebagai sasaran bully di kampus, karena banyak mahasiswa yang iri melihat Davian yang selalu di dekati primadona kampus.
Suatu hari Davian sedang di kerjain oleh beberapa mahasiswa, ban motor Davian di kempesi dan motornya di rusak sedangkan Davian di pegangin oleh beberapa mahasiswa dan bajunya di robek, Sam datang membantu Davian dan berkelahi dengan beberapa mahasiswa, karena fisik Sam yang kuat tanpa kesulitan dia membuat mahasiswa itu jatuh tersungkur.
Davian berinisiatif mengajak Sam tinggal di rumahnya, awalnya Sam menolak tapi sekali lagi dengan paksaan Davian dan sedikit ancaman akhirnya Sam menerima ajakan Davian.
Setelah berapa lama mereka tinggal Sam menunjukkan sifat aslinya yang ternyata sangat konyol, karena melihat kebaikan Davian, Sam pun berjanji untuk terus bersama Davian dan menjaganya sampai Davian sudah bisa menemukan seseorang yang tepat untuk mendampingi hidupnya.
"Apa Sam benar benar tidak memiliki keluarga?" Tanya Risa di sela sela cerita Davian.
__ADS_1
"Dengarkan dulu makanya." Ucap Davian kesal karena Risa memotong ceritanya.
Setelah Sam mempercayai Davian dia pun bercerita semuanya, Sam sedari kecil hidup di panti asuhan, beberapa kali Davian dan Sam berusaha mencari asal usul Sam tapi tidak pernah tahu karena menurut penuturan pengurus panti, Sam di temukan di depan panti asuhan tanpa ada petunjuk apapun tentang siapa orang yang menaruh Sam di depan panti asuhan.
Setelah mencari kesana kemari Davian dan Sam akhirnya putus asa, tapi Davian berjanji suatu saat dia sukses, Davian akan mencari keluarga Sam dengan cara apapun.
"Apa kamu sudah mencarinya, kan kamu sudah sukses?" Tanya Risa yang membuat Davian kesal.
"Sekali lagi kamu memotong cerita, aku tidak akan melanjutkan cerita." Rajuk Davian.
Setelah Davian mampu mendirikan perusahaan sendiri dengan bantuan Sam, Davian memenuhi janjinya untuk mencari keberadaan keluarga Sam, dia menyewa detektif terbaik untuk melakukan tugas itu.
Hampir tiga bulan pencarian akhirnya detektif menemukan informasi keberadaan keluarga Sam, Davian yang sangat senang dengan kabar itu segera mengajak Sam menemui keluarganya.
Sam awalnya sangat bahagia mengetahui Davian berhasil menemukan keluarga Sam, tapi ketika sampai di rumah keluarga Sam, Sam berubah dia langsung mengajak Davian pergi tanpa menemui keluarganya.
"Apa kamu tahu kenapa Sam tidak mau menemui keluarganya?" Tanya Risa setelah cerita Davian selesai.
__ADS_1
"Sam merasa kecewa setelah melihat keluarganya ternyata kaya raya tapi mereka tidak mencari keberadaan Sam." Jawab Davian yang menatap Sam dengan tatapan sendu.
Tanpa sadar Risa meneteskan air mata mendengar cerita hidup dari Sam.