Wedding Agreement

Wedding Agreement
104.Cemburu


__ADS_3

"Sebaiknya kamu bawa pulang saja! Bawa teman kamu yang suaminya hanya ob, mana pantas jadi tamu vip disini, kamu itu juga anak magang beda denganku. Papaku ini seorang wakil pimpinan di di rumah sakit ini," sinis Bella dengan menumpahkan kembali sisa jus yang ada di dalam gelasnya.


Rian yang baru saja sampai melihat sang bos sedang berdebat itu segera menghampirinya untuk mengusir sang pembuat onar karena mereka sudah menjadi pusat perhatian para tamu juga wartawan.


"Diam kamu! Apa hak kamu mengusir kami?! Harusnya yang pergi dari sini itu kamu?!" hardik Rian dengan menatap Bella dengan tatapan membunuh.


Astaga ini kan cowok kemarin yang nolongin aku, wah keren banget dia. Ternyata dia baik kesemua orang bukan hanya denganku saja, seharusnya aku kemarin tidak besar kepala. Aku kira dia dua kali bantu aku karena menyukai aku tapi dia bersikap baik pada semua orang batin Diana menatap laki-laki di depannya dengan penuh karisama serta tampan berwibawah.


"Kamu siapa berani meneriakiku seperti ini?!" sinis Bella.


Pak Doni yang baru saja tiba segera memberi hormat pada Rian, karena selama ini ia tahu sang pemilik rumah sakit adalah Rian.


"Maaf Tuan Rian, apa anak saya membuat masalah?" sapa santun Pak Doni dengan sedikit membungkukkan badannya.


"Ya, anak ada membuat masalah pada kami," jawab Rian.


"Pah, aku tidak salah. Mereka yang berbuat salah," ejek Bella. Lihatlah si Ob ini penampilannya sok kaya! Padahal dia hanya mengandalkan kekayaan keluarga Wijaya tak tahu malu datang kesini berlagak seperti tamu Vip," hina Bella lagi.


"Kamu! Mau Papa kamu ," teriak Rian.


Ega segera menepuk bahu Rian seperti memberi kode untuk diam mengabaikan wanita yang tak tahu malu itu.


"Sayang, sebaiknya kita pergi menganti baju kamu. Tidak mungkin jika kamu memakai gaun ini," ucap Ega menggandeng tangan istrinya untuk segera meninggalkan tempat itu.


"Mas, aku kita kan tidak membawa baju ganti, lalu aku pakai gaun apa?" tanya Asha dengan mengimbangi suaminya berjalan menuju lift khusus ceo yang ada di hotel tersebut.


"Aku tadi sudah menyuruh Rizki untuk membawanya! Sudah kamu jangan cemas, kita tunggu di kamar hotel," jelas Ega.


****


Di tempat lain wanita cantik yang menggenakan gaun merah itu berjalan masuk ke dalam butik dengan wajah kesal mengingat ucapan sang kekasih beberapa saat sebelum tiba di butik.


"Kalau kamu tertarik dengan bos kamu harusnya pacaran saja dengan dia. Kamu itu kok bisa-bisanya mengajak pacar kamu membelikan gaun wanita lain secara terang-terang begini mana hati nurani kamu," umpatnya di dalam hati sambil tersenyum menyembunyikan rasa kesalnya.



"Sayang, tolong kesini sebentar!" kata Rizki dengan melambaikan tangannya. "Tolong pilihkan salah satu gaun dong terserah modelnya seperti apa yang penting dapat gaun dengan cepat," jelas Rizki.

__ADS_1


"Ada apa?! Memang bos kamu tubuhnya gimana?! Sepertinya kamu sangat penurut dengannya? Atau jangan- jangan kamu menyukai dia sehingga setiap perintahnya kamu selalu mematuhinya, bahkan kamu tidak tahu situasinya," cabiknya dengan mengambil salah satu gaun dengan terpaksa.


"Kamu cemburu ya?!" ledek Rizki.


"Buat apa aku cemburu? Harusnya aku sadar diri dan menolak kamu, kamu itukan play boy. Sudah ini gaunnya, kita jadi ke pesta ulang tahun teman kamu atau sebaiknya aku pulang saja kamu pergi dengan bos kamu."


Rizki tersenyum puas mendapati sang kekasih yang cemburu itu, padahal ia membelikan gaun ini untuk Asha istri sahabatnya karena ada kejadian tak terduga hingga terpaksa membuatnya pergi ke butik. Awalnya ia menolak permintaan Ega yang tidak masuk akal menyuruhnya membelikan gaun sedangkan ia tidak suka berbelanja itu tapi setelah mengetahui sang kekasihnya melihatkan wajah jutek ia tidak menyesal.


Setengah jam kemudian, Rizki segera memakirkan mobilnya lalu mematikannya. Ia segera turun mengitari mobil bmw miliknya untuk segera membukakan pintu sang kekasih.


"Riz, disini ya teman kamu ulang tahun?" tanya wanita cantik dengan menerima uluran tangan sang kekasih.


"Iya, sudah ayo masuk! Aku ngak ingin nanti bos aku marah karena ini hari penting mereka," ajak Rizki.


****


Di dalam kamar kini Asha sedang duduk bersama Diana di sofa sedangkan suaminya entah pergi kemana.


"Sha, kamu kenal laki-laki tadi ngak?" tanya Diana.


"Itu yang belain kita," ujar Diana.


"Oh sekertaris Rian ya, kenal memang kenapa? Dia kan bawahan Mas Ega atau jangan-jangan kamu menyukai dia ya?" Asha mulai menerka-nerka karena sejak kedatangan Rian sahabatnya jadi salah tingkah.



l


Diana masih diam tidak menjawab pertanyaan sahabatnya ia teringat kejadian satu minggu lalu, di saat ia ingin pulang lalu berjalan menuruni anak tangga tanpa sengaja kakinya tergelincir hampir saja ia terjatuh namun dengan sigap sosok laki-laki tak ia kenal itu pun menangkapnya. Seketika itu jantungnya memompa dengan begitu cepat seperti habis lari maraton. Pertemuan kedua tidak kalah romatis saat itu ia sedang ingin bertemu saudaranya di hotel ini tanpa sengaja lantai yang basah akibat hujan deras di malam hari membuat penglihatannya tidak melihat begitu jelas hingga membuatnya hampir tersungkur di lantai.


Rian yang saat itu bertugas memeriksa persiapan pesta sang bos melihat wanita di depannya tidak asing itu hampir terpeleset ia segera berlari untuk menangkapnya namun naas situasi tidak berpihak padanya membuat ia juga terjatuh dengan posisi ia dibawah dan Diana di atas tubuhnya dengan posisi bibir mereka saling menyatu.


Kamu harus tanggungjawab batin Diana saat terbayang ciuman pertamanya telah di ambil oleh laki-laki yang tidak ia kenal.


"Din, kamu kok bengong?! Kamu lagi ada masalah yang sedang kamu pikirkan ya atau jangan-jangan kamu jatuh cinta sama Rian," ledek Asha.


"Apa sich?" elak Diana.

__ADS_1


"Jatuh cinta juga ngak masalah, justru aku akan membantu kamu. Dia itu jomblo, kata Mas Ega dia sama seperti kamu tidak pernah pacaran. Rumayanlah dia juga tampan, pintar," puji Asha.


"Siapa yang tampan?!" tanya Ega yang baru saja tiba.


Asha dan Diana bersamaan menoleh ke arah sumber suara.


"Yang tampan, sekertaris kamu," jawab Asha tanpa dosa.


"Apa? Kamu memuji laki-laki lain, apa aku kurang tampan," kata Ega duduk disamping Asha mengecup kening sang istri.


Ehem


Diana segera mendehem agar sahabatnya itu tidak semakin pamer kemesraan di depannya.


"Mas sudah," tolak Asha saat Ega mulai mencium punggung tangannya. "Kasihan Diana, dia jomblo. Bagiku yang tampan itu cuma kamu tapi bagi Diana yang tampan sekertaris kamu," tawa Asha.


"Kok gitu memang mereka kenal?" tanya Ega menautkan alisnya lw atas meminta penjelasan.


"Tanya aja sendiri orangnya! Mas mana gaunku?!"


"Sebentar lagi tiba, jelasin dong sayang kok mereka bisa kenal," ucap Ega.


"Kami tidak saling kenal, hanya pernah bertemu dan dia menolongku," sahut Diana lalu pergi menuju toilet agar tidak semakin di interogasi oleh Ega dan Asha.


***


Rizki yang sudah ada di kamar hotel segera masuk tanpa permisi sedangkan pacarnya mulai kesal dengan sikap Rizki.


Lihat dia masuk saja juga tanpa permisi pasti saat di kantor bersama bosnya juga selalu begitu pikirnya mengumpat Rizki.


"Bos ini pakaian yang kamu minta," ucap Rizki.


Asha yang melihat Rizki bersama wanita disampingnya tidak percaya dengan apa yang di lihat.


"Kamu!" ucap Asha.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2