Wedding Agreement

Wedding Agreement
164.Eps 164


__ADS_3

Hampir tiga minggu sudah Ega berbaring koma. Raka dan Aira kini mulai menetap di kota Malang menemani Asha dimasa-masa sulit seperti kondisi saat ini yang sangat membutuhkan dukungan batin ataupun fisik.


Waktu persalinan tinggalnya menghitung hari, ia hanya bisa berdoa dan menunggu ada keajaiban untuk suaminya agar masih diberi panjang umur. Ia sangat berharap suaminya lekas sadar dari koma.


Berbagai pengobatan dan perawatan dari dokter luar negeri yang terbaik telah di datangkan langsung untuk mengobati Ega tapi belum satupun menunjukan keberhasilan. Saat ini Raka mendatangkan pengobatan tradisional turun temurun dari cina yang pernah mengobati mama Mia ia berharap ini akan berhasil.


Malam hari, Asha menunggu suaminya sendirian di dalam sedangkan di luar tetap ada dua pengawalan yang selalu siap siaga menjaga mereka. Aira dan Raka sengaja pulang ke rumah karena kondisi Aira yang sedikit kurang enak badan hingga membuat Asha menyuruh kedua orangtuanya pulang saja untuk istirahat.


Sejak ia menunggu suaminya koma setiap malam hampir ia selalu terjaga entah karena takut kehilangan suaminya atau bawaan ia hamil tua. Beruntung ia saat hamil ini tidak mengalami ngidam yang aneh-aneh rasanya hanya biasa tidak ada yang berbeda dari sebelumnya.

__ADS_1


Ia yang baru saja tidur setengah jam itu, merasa punggungnya sakit dengan rasa kebas dan kesemutan dibagian kakinya ia beranjak turun dari ranjang dengan sedikit jalan-jalan kekanan kekiri tanpa alas kaki untuk menetralkan kembali kakinya. Akhir-akhir ini kakinya sering mengalami mati rasa saat tidur, ia juga sudah konsultasi dengan dokter katanya aman-aman saja. Saat hampir 50% wanita hamil akan mengalami Meralgia paresthetica karena fluktuasi hormon dan perubahan tubuh merupakan penyebab utama sensasi kebas dan kesemutan yang melemahkan ibu hamil.


****


Pagi hari seperti biasa setelah ia mengisi perutnya dengan selembar roti bakar dengan susu hamil, ia segera mengambil air wudu untuk salah dhuha tidak lupa ia membawa satu baskom air disampingnya itulah yang ia lakukan selama hampir sepuluh hari.


Selesai dengan salatnya ia segera berdzikir memohon ampun untuk dirinya juga kedua orangtua serta orang-orang yang ia sayangi. Hampir dua jam ia duduk bersimpuh mendekatkan diri dengan sang pemberi kehidupan.


Yaa Allah Ya Rahman Ya Rahiim Ya Hayyu Ya Qoyyumu Ya Qowiyyu Ya Matiin Ya Latiifu Ya Khabiir, tiada daya dan kekuatan dalam diri kami Ya Allah kecuali kekuatan dariMu, Engkalulah penolong kami, Ya Allah hamba yang lemah hina dan banyak dosa ini memohon kepada-Mu, Yaa Allah Ampuni kami rahmati kami ridhoi kami Yaa Allah Hamba memohon kepadaMu Ya Allah sadarkanlah suamiku, sembuhkanlah sakit suami hamba. Sadarkanlah dengan cahaya HidayahMu Yaa Allah, Engkaulah Yang Kuasa menyembuhkan, Ya Fattahu Ya 'Aliimu Ya Rahman Ya Rahiim Ya Samiiu Ya Bashiir..Yaa Allah Rahmati kami, Sayangi kami dan Ridhoi kami, Yaa Allah kabulkanlah do'a kami..

__ADS_1


Ia melakukan semua itu karena suaminya yang pernah mengajarkannya dengan mengungkap sesuai surat Az-Zumar Ayat 42 :


اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ


Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.


Asha segera menyeka suaminya, dengan telaten berharap dengan ikhtiarnya membuahkan hasil suatu saat nanti.


"Mas apa kamu ngak ingin melihat aku melahirkan? Cepatlah sadar! Bantu aku mas, ayolah! Apa kamu tidak merindukan aku?" lirih Asha dengan mencium kening suaminya tanpa ia sadari air matanya jatuh di wajah suaminya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2