Wedding Agreement

Wedding Agreement
51 Season 2


__ADS_3

Setelah seharian berdiri menyambut para tamu, Adiba merasakan pegal-pegal pada kakinya karena terlalu lama mengenakan higls. Beruntung Arsen segera membawanya pulang ke apartemen yang entah sejak kapan telah disulap menjadi kamar penganti yang bergitu mewah dengan taburan bunga mawar.


“Aaaahh…akhirnya bertemu dengan kasur.” Ucap Adiba gembira mengingat dia banyak menghabiskan waktu seharian dengan berdiri tegap.


Sebelum kembali ke apartemen Arsen sengaja menyuruh dirinya berganti pakaian di hotel sebelum pulang dengan alasan agar tidak menyakiti tubuhnya dan agar nyaman saat berjalan.


Adiba menjatuhkan punggungnya di atas kasur king size mewah, dia terlihat sangat lelah namun ada kelegaan di antara senyumnya yang terpampang. Mereka berdua kini sudah berada di kamar pengantin setelah pesta yang sangat meriah penuh melodi kebahagian dan ucapan selamat.


“Aku mandi dulu.” Ucap Arsen setelah menutup pintu kamar dan segera bergegas menuju kamar mandi. Ia tidak ingin melakukan malam pertama sekarang dengan tubuh yang berkeringat dan bau walaupun sebenarnya tidak ada bau di tubuhnya ia hanya mengingat nasihat sang papa


Adiba hanya merespon dengan dua anggukan pelan.


Tunggu…apakah ini malam pertama yang selalu ditunggu oleh pengantin baru? Oh aku sangat gugup…. Batin Adiba membenamkan wajahnya dengan kedua telapak tangan, jantungnya berdebar tak karuan.


Dia pun duduk dan memperhatikan hiasan mawar merah yang memenuhi kamar, beberapa kelopaknya pun bertabur di sekitarnya. Lilin aroma terapi yang menenangkan dan suasana yang tercipta sangat mendukung untuk melakukannya.

__ADS_1


Bagaimana jika nanti aku melakukan kesalahan? Tanya Adiba pada dirinya sendiri.


“Kenapa dia sangat lama di kamar mandi? Dia tidak tertidur di sana kan?” Gumam Arsen saat menyadari jarum jam yang sudah bergerak sangat jauh dari sebelum Arsen masuk ke kamar mandi.


Tok…tok…tok…


Adiba mulai mengetuk pintu kamar mandi dengan sungkan.


"Mas, Mas Arsen baik-baik saja kan?" teriak Adiba khawatir.


“Mas, Aku juga ma-mau mandi nih," ucap Adiba mencari alasan yang nyata.


“Silahkan, sayangku," ucap Arsen akhirnya keluar dengan piyama tidurnya yang terbuka. Sebelum keluar sempurna ia mengecup kening Adiba sejenak. "Aku tunggu malam pertamanya, kita sudah halal aku bebas dengan itu," goda Arsen dengan sedikit meremas sebuah bukti yang ada pada tubuh wanita cantik didepannya yang telah melepas hijabnya.


Otot perutnya yang nampak kuat dan menggoda terlihat dari sela piyamanya, kulit yang putih dan halus itu juga seakan memanggil sentuhan. Wajah Adiba seketika memerah saat memperhatikan tubuh Arsen dan sentuhan di area sensitifnya.

__ADS_1


“Ba-baiklah a-aku masuk.” Ucap Adiba tergagap dan segera berlalu cepat ke dalam kamar mandi.


Apa yang barusan aku pikirkan? Ah dasar aku…. Batin Adiba menyalahkan dirinya sendiri.


“Meski sudah menikah, kenapa masih terasa asing dan kaku ya?” Tanya Adiba menilai suasana.


Adiba keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian daster ala rumahan entah siapa yang menyiapkannya.


Arsen melihat Adiba telah keluar dari kamar mandi segera menghampirinya, dengan mengangkat tubuh Adiba menuju ranjang. Ia meletakan Adiba pelan menindihnya dengan memberikan sensasi pada bibir wanita yang kini dibawa kungkunganya.


"Sayang, apa boleh aku melakukannya sekarang," izin Arsen disela-sela tautan bibirnya ia lepas sejenak meminta izin untuk dapat menjelajahi tubuh wanita dibawahnya lebih jauh lagi.


Adiba hanya dapat mengangguk jika ia juga menginginkan lebih jauh dari ini.


Bersambung

__ADS_1


Satu part lagi tamat ya.. maaf untuk eps 50 untuk ijab tidak sesuai sudah aku revisi 🤭🤭🤭 sesuai novel ini ya..🙏🙏🙏 karena ngebut buat tamat ini jadi banyak kesalahan..😪😪😪


__ADS_2