Wedding Agreement

Wedding Agreement
152.eps 152


__ADS_3

Semua tamu telah pulang kini, tinggal Asha dan Ega yang masih rebahan dengan bersandaran dikepala sofa.


"Sayang maafkan suamimu ini ya, aku ngak bermaksud untuk menyakitimu," ucap Ega. "Oya kamu mau lihat-lihat ruangan rumah baru kita apa langsung istirahat saja, tapi sebaiknya kita istirahat kamu pasti sangat lelah," titah Ega.


Tanya dijawab sendiri batin Asha.


Ega tanpa banyak bicara lansung membopong istrinya, membawa ke ke kamar utama yang berada di lantai bawah. Ya ia menyiapkan dua kamar, di atas dan dibawah. Selama hamil ia berharap Asha tidur di lantai dasar dengan alasan agar istri tercintanya tidak kelelahan naik turun tangga walaupun ia juga memasang lift.


Melihat para pelayanan masih sibuk berberes dan melihat dirinya yang pamer kemesraan ia hanya bisa mendelikkan wajahnya di bawah ketiak suaminya dengan menggalungkan kedua tangannya ke leher Ega agar tak terjatuh.


Sampai di dalam kamar, Ega menurunkan istrinya di atas ranjang dengan pelan. Asha menatap langit-langit plafon kamarnya, lalu ia duduk untuk melihat kamar barunya yang akan ia tempati sepanjang hidupnya bersama orang terkasih.

__ADS_1


Ini seperti yang aku katakan pada Mas Ega beberapa minggu yang lalu. Dia bahkan juga telah menyiapkan box bayi untuk anaknya. Dia itu terkadang ngeselin tapi kadang juga buat aku terharu bahagia batin Asha.


"Sayang, apa kamu suka?"


Asha tidak menjawab, justru pelukan hangat yang ia berikan pada suaminya.


"Aku harap kamu suka dengan rumah baru kita, tempat ini kelak akan menjadi saksi cinta kita. Akan menjadi pertarungan untuk kita memiliki sejuta kejutan pastinya perjuangan yang menyenangkan karena aku menyaring semuanya hanya untuk yang baik-baik saja," jelas Ega.


"Hai little, sedang apa kau di dalam? Cepatlah keluar! Aku sudah tak sabar menunggumu untuk bermain bersama. Oya little, kamu nanti lahir dengan jenis kelamin apa?"


"Rahasia dong, kalau aku bilang ngak akan menarik. Tunggu aja sampai usiaku sembilan bulan, doain aku agar keluar dengan lancar tanpa kekurang sesuatu apapun," lirih Asha dengan mengusap, membelai wajah Ega yang sibuk bermanja-manja dipangkuannya.

__ADS_1


Ega membisikan sesuatu doa di perut Asha dengan membelai lembut.


"Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang. Dari Allah, kepada Allah, tidak ada yang menang kecuali Allah, tiada yang bisa berlari dari Allah, Dia Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri.


Kami memohon perlindungan bagi janin yang berumur empat bulan ini pada Allah Yang Maha Lembut, Yang Maha Menjaga, tiada tuhan selain Dia Yang Maha Mengetahui hal-hal gaib dan terlihat. Dia Maha Pengasih lagi Penyayang."


"Kami memohon perlindungan bagi janin ini pada kalimat-kalimat Allah yang sempurna, asma-asma-Nya yang agung, ayat-ayat-Nya yang mulia, huruf-huruf-Nya yang diberkati dari kejelekan manusia dan jin, dari godaan malam, siang, dan waktu, dan dari segala fitnah, bala dan maksiat, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki saat mereka mendengki.


Ya Allah jadikanlah dia (janin) ini sebagai anak yang saleh, mulia, sempurna, berakal, alim, bermanfaat, terberkati, dan bijaksana. Ya Allah, hiasi dia dengan hiasan akhlak yang mulia dan rupa dan indah, memiliki wibawa dan tingkah yang manis, dan ruh yang suci lagi agung."


"Ya Allah, tulis takdirnya sebagai bagian dari para ulama yang saleh, penghafal dan pengamal Al-Qur’an yang bisa mendekatkannya pada surga beserta para Nabi, wahai Dzat paling mulia diantara mereka yang mulia dan Dzat Pemberi rizqi Terbaik. Ya Allah berikan rizqi pada dia dan ibunya untuk taat yang diterima, untuk mengingat Engkau, bersyukur pada-Mu, dan beribadah yang baik pada-Mu. Jaga dia dari keguguran, kekurangan, cacat, malas, dan bentuk yang tercela hingga ibunya melahirkannya dalam kondisi sehat wal afiat, secara mudah, gampang, tanpa sakit, susah, dan penat. Dengan syafaat Nabi Muhammad SAW.”

__ADS_1


Terlalu lama suaminya mengusap perutnya, ia tertidur pulas. Ega yang menyadari istrinya terlelap segera membenarkan posisi tidurnya agar lebih nyaman. Ia menyelimuti istrinya, mencium keningnya untuk mengucapkan selamat tidur hingga ia ikut berbaring disampingnya dengan melingkarkan tangannya dipinggang Asha.


__ADS_2