
Ega menyadari jika bentakan barusan yang terlontar dari mulutnya sudah terlalu kasar pasti akan membuat istrinya sedih ia segera memeluknya dari belakang.
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakiti kamu. Aku ngak ingin kamu melakukan pekerjaan rumah, aku ngak mau kamu kecapekan. Aku ngak ingin terjadi sesuatu sama kamu juga calon anak kita," Lirih Ega.
Ega yang menyesal, juga merasa bersalah melihat istrinya meneteskan air mata tanpa ia sadari ia juga ikut menangis dadanya juga merasa sesak.
"Maafkan aku sayang. Tapi aku mohon, selama hamil biar aku yang menyiapkan semua keperluan kamu. Kamu hanya duduk istirahatlah! Lakukan yang hanya bisa di lakukan di atas ranjang," ucap Ega di sela tangisnya.
Asha melepas pelukan Ega mengusap air mata suaminya.
"Hai, yang harusnya menangis, bersedih aku karena kamu membentakku kenapa justru mas yang menangis. Ah, ngak seru, cemen, sayang lihat papamu itu menangis," ledek Asha dengan menggerakkan tangan suaminya agar mengusap perut datarnya.
Ega segera berjongkok agar wajahnya setara dengan perut Asha.
"Maafkan papa, papa sudah menyakiti mama serta kamu sayang," ucap Ega mengusap perut Asha dengan menciumnya berkali-kali.
Rasanya aku tidak sabar menunggumu keluar sayang. Pasti kami sangat bahagia dengan adanya kamu di tengah-tengah, seperti siapa kamu nanti, papa atau mama pikir Ega.
Ega mencium kembali perut Asha tepat di pusarnya dengan mengucapkan Al-fatih lalu membaca doa Allahummahfadz waladî mâ dâma fî bathni zaujatî wasyfihi anta asy-syâfi lâ syifâ`an illâ syifâuka syifâ`an lâ yughâdiru saqaman. Allahumma shawwirhu fî bathni zaujatî shûratan hasanatan watsabbit qolbahu îmânan bika wa bi-Rasûlika. Allahumma akhrijhu mim bathni zaujatî waqta wilâdatihâ sahlan wa taslîman. Allahumma ij’alhu shahîhan kâmilan wa ‘âqilan hâdziqan ‘âmilan. Allahumma thowwil ‘umrohu wa shahhih jasadahu wa hassin khuluqohu wa afshah lisânahu wa ahsin shautahu liqirooatil hadîtsi wal qur`ânil ‘adzîm bibarokati Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam. Walhamdulillâhi Robbil ‘âlamîn.
Artinya: “Ya Allah, jagalah anakku selama ia berada dalam perut istriku, sehatkan ia, sesungguhnya Engkau Yang Maha Menyehatkan, tak ada kesehatan kecuali kesehatan dari-Mu, kesehatan yang tak terganggu penyakit. Ya Allah, bentuk ia yang ada di perut istriku dalam rupa yang baik, tetapkan dalam hatinya keimanan pada-Mu pada Rasul-Mu. Ya Allah, keluarkan dia dari perut istriku pada saat kelahirannya secara mudah dan selamat. Ya Allah, jadikan ia utuh, sempurna, berakal, cerdas, banyak beramal. Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan jasadnya, baguskan rupanya, dan fasihkan lisannya untuk membaca hadits dan Al-Qur’an Yang Agung, dengan berkah Nabi Muhammad SAW. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam."
__ADS_1
"Sayang duduklah disini, biar aku masak untuk makan malam," tutur Ega dengan rangkul istrinya berjalan menuju sofa.
"Kalau kamu melarang aku masak, maka kamu juga harus duduk disini sekarang!" tegas Asha.
"Kalau aku duduk disini, lalu kita makan malam apa? Janinmu butuh asupan gizi, aku pastikan kamu makan banyak agar dia tidak kelaparan di dalam sana. Pasti di dalam sana jagoanku akan rebutan dengan cacing-cacing jika kamu makan sedikit. Kamu ingin makan apa sayang biar suamimu ini melayani kamu."
Asha memperlihatkan aplikasi gofoodnya.
"Apa itu?"
"Kita malam ini pesan deliver aja, mas mau menu apa biar sekalian aku pesankan?" tanya Asha.
Asha mengacungkan jempolnya.
Asha segera memesan sego sapi dua porsi dengan bakso sapi satu porsi dengan kedai yang sama.
Tidak butuh waktu lama lima belas menit telah sampai di apartemennya karena kedainya tidak jauh dari apartemen tempatnya tinggal.
Tok ... Tok ... Tok ...
"Kamu jangan gerak, aku buka pintu dulu," tegas Ega.
__ADS_1
"Iya."
Ngak boleh gerak kalau mau ke kamar mandi atau mau minum gimana?
Ega segera membuka bungkus pesanan istrinya.
Ega segera mengambil sendok berisi nasi dengan daging sapi menyodorkan ke mulut istrinya.
"Buka mulut kamu!"
Makan aja harus disuapi segala seperti anak kecil batin Asha.
"Mas biar aku makan sendiri, kamu juga lapar kan. Kamu juga belum makan, sudah ayo kita makan bersama."
"Tidak aku makan nanti aja, sekarang aku mau memastikan kamu makan yang banyak," ucap Ega.
Asha menghembuskan nafas besar.
"Kalau mas makan nanti aku juga makan nanti," tegas Asha dengan menyilangkan kedua tangannya didada.
__ADS_1