
"Kenapa harus dimarahi pah, dia kan ngak salah. Suamiku sudah jatuh tertiban tangga masih aja papa marahin ngak sopan itu pah," ketus Asha.
"Biar papamu nanti bunda marahin, Nak. Oya, bang Kenzo dan mbakmu akan tiba malam ini. Sebaiknya kamu nanti pulang bersama bunda dan mbakmu. Biar papa dan abangmu yang jaga suamimu, kasihan anak dalam kandungan kamu juga butuh istirahat tidak dalam pikiran tegang terus," tutur Aira.
Benar yang dikatakan bundanya jika anak di dalam kandungannya yang saat ini banyak bergerak menendang-nendang juga butuh istirahat cukup agar baby tetap sehat dan tubuh dengan baik di dalam rahimnya.
"Benar yang di katakan bundamu, Nak. Biar papa yang menjaga suamimu, nanti jika terjadi sesuatu papa akan langsung menghubungi kamu."
Asha tidak menjawab, ia berjalan mendekati suaminya. Mengusap pelan kening Ega, menatapnya dengan sayu tapi ia mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh. Ia harus menunjukan sikap kuatnya, jika ia lemah Ega yang di dalam alam sadarnya mungkin juga akan menyerah berjuang ia tidak ingin kehilangan sosok suami yang amat ia cintai.
Asha mencoba tersenyum, ia melafalkan amalan doa di dalam hatinya.
Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.
Artinya: “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri."
__ADS_1
Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta.
Artinya: “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau."
As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka.
Artinya: “Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu."
Allāhummasyfi Ega. Allāhummasyfi Ega. Allāhummasyfi Ega.
Lā ba’sa thahūrun insyā’allāhu.
Artinya: “(Semoga) tidak apa-apa (sakit), semoga suci dengan kehendak Allah."
Syafākallāhu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘āfāka fī dīnika wa jismika ilā muddati ajalika.
__ADS_1
Artinya: “Wahai Ega semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia."
Selesai berdoa ia mencium kening suaminya.
"Mas bukalah mata kamu! Rasakan sentuhan gerakannnya, dia sangat aktif. Dia juga sehat mas, dia sebentar lagi akan keluar untuk menghirup udara segar, melihat indahnya dunia. Jika mas tidak bangun-bangun dari tidur panjangmu siapa yang akan mengadzani baby kita," lirih Asha tetap mencoba tegar.
"Benar kata istrimu, jika kamu ngak cepat bangun emang mau anak kamu aku bawa," sahut Nabila yang baru saja tiba.
Asha menoleh ke arah sumber suara yang tidak asing, melihat kakak perempuannya ia berhamburan memeluknya untuk mengadu semua keluh kesahnya menghadapi cobaan yang cukup berat ini.
Nabila mendorong adiknya, ia tidak mau berpelukkan lama-lama karena ia tahu di dalam perut adiknya ada nyawa kecil yang tidak boleh tertekan. Ia menghapus air mata Asha di sudut matanya, lalu mepapah tubuh Asha untuk duduk disofa.
"Kamu sudah makan belum dek," tanya Nabila.
Asha menggeleng, sejak suaminya mengalami kecelakan ia kehilangan selera makan, kini berat badannya juga mulai turun satu kg yang seharusnya wanita hamil berat badan harus terus bertambah.
__ADS_1
Bersambung..