
"Kamu!" ucap Asha bersamaan dengan Naila.
"Kamu kok bisa sama dia?" tanya Asha sambil memeluk sahabatnya.
"Panjang ceritanya! Sudah cepat ganti baju kamu sana!" perintah Naila. Untung saja wanita itu Asha mungkin jika bos Rizki wanita lain bisa-bisa aku patah hati lagi dan berjuang mati-matian lagi untuk mendapatkan cintaku batin Naila merasa lega.
Asha segera berjalan menuju kamar tempat ganti baju dengan di bantu oleh Naila.
"La, itu pacar baru yang kamu maksud itu ya?" tanya Asha dengan memakai gaun yang baru.
"Iya, gimana tampan ngak? Kalian kok bisa kenal? Apa jangan-jangan dia menyukai kamu ya?!" tanya Naila menerka-nerka.
"Ngawur saja kamu itu! Dia itu teman Mas Ega sekaligus orang kepercayaannya. Ega tukang ojek yang pernah ngantar kamu ke kampus dulu itu," ucap Naila mengingat kejadian beberapa bulan lalu.
"Sebenarnya dia bukan tukang ojek, dia suamiku. Saat itu kami baru nikah. Sudah ayo keluar!"
"Sha, Happy Milad Sahabatku, semoga kamu bisa menjaid pribadi yang lebih bertaqwa lagi, dan semoga engkau selalu diberikan rezeki yang berlimpah serta keselamatan di dunia dan akhirat nanti. Semoga kamu segera membuatkan keponakan pada kami," ucap Naila.
"Makasih ya, sayangku."
"Sudah ayo keluar!" ajak Naila.
Ega melihat sang istri keluar dengan begitu anggun dengan gaun yang baru itu menatapnya tanpa berkedip.
Ega segera mengulurkan tangan ke arah istrinya untuk menuju latar dimana para tamu undangan telah berdatangan.
__ADS_1
Asha dan Ega berjalan menuju karpet merah menuju tempat duduk yang telah di persiapkan. Disini tidaklah acara peringatan ulang tahun Asha namun acara peringatan ulang tahun rumah sakit yang ke lima dimana akan ada peralihan sang pemilik.
Semua orang yang pernah menghina atau membuly Asha dan Ega habis-habisan kini menatap mereka yang berjalan bagaikan tamu vip saja semua pada sibuk berbisik-bisik mencibir.
"Lihat itu Asha! Sama suaminya ob, berlagak jadi orang kaya saja," hina teman Bella.
"Iya itu, mungkin mereka juga minta jatah uang dari kelurga Wijaya. Seharusnya Bella membuat mereka malu," ucap si A.
"Apa?! Mana Asha? Tadi juga sudah aku buat malu, bajunya sudah aku kotorin dengan jusku," senyum Bella dengan clingguan mencari musuh bebuyutannya.
Bella memang memiliki hubungan tidak baik dengan Asha sejak SMA karena orang yang ia cintai selalu memilih Asha serta setiap kegiatan apa pun Asha lah yang lebih unggul itulah yang membuat ia semakin benci dengan Asha di tambah lagi Asha memiliki harta yang melimpah dengan Aris selalu mengejar Asha.
"Asha ada disana! Eh kamu coba perhatikan suami Asha kalau di teliti seperti dokter Al ya, bedanya pakai kacamata sama tidak," ucap si B teman Bella.
"Benar juga ya."
Asha dan Ega kini mulai duduk menikmati host pembawa acara yang begitu gokil membuat para pengunjung tertawa terpingkal-pingkal karena tingkah laku juga gaya bicara yang membuat lelucon itu.
Kini tibalah acara inti dimana host akan mempersilakan sang pemilik hajat untuk naik ke podium.
"Pasti kalian sudah tidak sabar dengan acara yang paling di tunggu-tunggu dimana seorang pemuda hebat yang tidak pernah di cium oleh media yang terkenal dengan sebutan pemuda multitalenta seorang pengusaha sukses nomer satu dikota ini juga seorang dokter mari kita sambut dengan tepuk tangan yang meriah Tuan muda Asegaf Albramata," ucap host.
Ega pun segera berdiri lalu melangkahkan kaki menuju ke panggung semua mata tertuju padanya semua bertepuk tangan riuh dengan bahagia.
Ega segera menyapa para tamu dengan semyum mempesonanya.
"Selamat malam semua para hadirin, pasti kalian tidak menduga kenapa aku bisa berdiri disini. Mungkin sebagian relasiku sudah tau siapa aku sebenarnya Albram namun mungkin ada yang mengenalku dokter Al atau ada yang menyebutku Ega si ob pemuda miskin," tawa Ega. "Inilah aku sebenarnya, aku memang miskin mendirikan semua ini dua belas tahun lalu disaat aku masih berusia 15 tahun. Usahaku itu karena semata-mata aku ingin setara dengan wanita yang selama ini aku cintai, tidak mungkin jika kita sebagai laki-laki tidak memiliki kedudukan tinggi sedangkan wanita kita," jelas Ega.
__ADS_1
"Siapa wanita itu Tuan Albram?" tanya host. "Pasti dia wanita hebat yang sangat beruntung bukan mendapatkan ada yang termasuk kategori pria idaman?" ucapnya lagi.
Sedangkan Bella yang mendengar laki-laki yang selama ini ia hina hanya bisa meremas ujung gaunnya dengan tangan gemetar. Tidak Bella saja kini papa Bella pak Doni juga sangat terkejut ia tidak menyangka jika laki-laki yang pernah ia hajar, usir saat itu adalah sang pemilik rumah sakit dimana ia bekerja mencari sesuap nasi. Mereka hanya bisa pasrah dengan keadaan yang sudah terlanjur itu. Ia dipecat atau kehilangan pekerjaan itu lebih baik dari pada masuk penjara karena itu kesalahannya.
Di kursi tamu lain semua para tamu undangan kagum akan sosok seorang Albram yang ternyata sungguh sangat muda berharap mereka bisa memiliki suami atau calon menantu seperti sosok pemuda yang ada di atas panggung.
Ega mendengar pertanyaan dari host menjawab dengan tersenyum, "Bukan dia yang beruntung tapi aku yang sangat beruntung memiliki istri yang begitu baik serta sangat mencintaiku apa adanya. Bahkan dia selalu membelaku saat semua orang menghinaku. Dia wanita terhebat yang aku temui selama ini. Tidak meninggalkan orang yang di cintai karena harta."
"Wah, ternyata anda sudah menikah! Sekarang banyak yang lagi patah hati dong. Sejak kapan anda menikah? Berapa lama kalian pacaran?"
"Itu privasi kami, jadi tidak akan kami jawab. Kami sudah menikah hampir setengah tahun lalu. Aku akan memperkenalkan wanita cantik yang akan menemaniku sampai aku menutup mata nanti, Ashanum Ananda Wijaya yang sekaligus akan menjadi pemilik rumah sakit ini," jelas Ega. "Sayang, kemarilah!" perintah Ega kini mulai mengulurkan tangan kepada sang istri.
"Wah, luar biasa cantik bagaikan bidadari, kalian memang sepasang suami istri yang sangat serasi yang satu tampan yang satu cantik," puji host.
"Kami hanya manusia biasa sama seperti kalian, jangan terlalu memuji," elak Asha.
"Mari kita beri tepuk tangan buat Tuan Albram juga Nyonya Albram, kapan kalian akan melangsungkan resepsi pernikahan kalian. Saya selaku host mewakili semua tamu undangan yang penasaran akan rencana kalian selanjutnya?"
Ega menatap sang istri untuk memberi kode agar menjawab semua pertanyaan host. Asha pun tersenyum setelah mengerti kode dari suaminya.
"Kami tidak terlalu mementingkan hal itu, rencana mungkin suatu saat ada tapi kami lebih suka tidak mengekspos kehidupan pribadi kami ke publik. Tapi jika ada pasti kami akan memberi kabar bahagia pada kalian semua," jawab Asha.
Di kursi paling ujung seorang memakai gaun warna gold dengan kombinasi biru itu merasakan sesak melihat orang yang selama ini ia cintai berdiri di atas panggung dengan wanita lain bukan dirinya. Harusnya kau bersamaku saat ini tapi kenapa kamu memilih wanita lain? Apa pengorbananku selama ini tidak pernah kau anggap? Harusnya kamu tahu aku baik padamu karena aku mencintai kamu batinnya dengan mengepalkan tangannya.
Bersambung..
Ingin segera tamat atau ada konflik kecil dulu sambil menunggu Asha hamil? Yuk kasih saran..
__ADS_1