Wedding Agreement

Wedding Agreement
6 Season 2


__ADS_3

Arsen yang tidak mau menjelaskan masa lalunya pada siapa pun termasuk sang mama, ia menutup teleponnya secara sepihak tanpa mengucapkan salam.


Arsen memilih memejamkan matanya, melupakan bayangan Adiba dari pandangan matanya namun usahanya sia-sia semakin ia mencoba melupakan Adiba semakin terlihat jelas Adiba di depannya sedang memuji dirinya dengan kata-kata manis menyemangati hidup untuk terus berbuat baik sebelum Allah menghentikan denyut nadi kita.


.


.


.


Di kantor Arsen segera memanggil Yuda sekretarisnya untuk mencari tahu daftar nama ob yang ada di perusahaannya.


Tok ... Tok ...


"Masuk."


"Tuan, ini daftar yang anda minta," ucap Yuda menyerahkan beberapa dokumen tentang nama juga daftar riwayat karyawannya.


"Letakkan disitu! Kamu boleh keluar."

__ADS_1


Setelah kepergian Yuda, Arsen membuka satu persatu tumpukan dokumen karyawannya yang bekerja sebagai ob. Hampir lima belas data yang ia baca belum ada satu pun titik terang. Ia yang kesal dan marah dengan dirinya juga perasaannya ia membuang semua dokumen yang ada di hadapannya hingga berserakan di lantai.


"Sialan kenapa aku merasa bersalah dengan Adiba? Harusnya yang merasa bersalah dia, aku adalah korban pengkhianat dirinya," umpat Arsen dengan mengerbak meja kerjanya.


Kini pandang matanya tertuju pada berkas yang ada di lantai yang terpampang jelas nama Adiba Athalia. Ia memungut kertasnya membaca dengan teliti.


Nama : Adiba Athalia


Tempat tanggal lahir : Jakarta, 23 Desember 1996


Setelah membaca jelas jika itu mantan pacarnya, ia meminta Yuda untuk memberi tahu kepala bagian pembersihan untuk mengalihkan semua pekerjaan ruangnya pada Adiba.


.


.


.


Setelah semua karyawan pulang Adiba segera menuju lantai dua puluh untuk kerja lembur dengan tugas barunya. Sebenarnya ia senang jika shift malam berarti ia bisa kuliah dengan tenang tanpa terbentur oleh jam kerjanya. Ia memang mengambil kerja part time demi menyambung hidupnya.

__ADS_1


Ia segera membersihkan ruang kerja sang ceo dengan teliti hingga mengkilap tanpa ada debu yang menempel dicela-cela yang tersembunyi sekali pun. Ia mengusap butir keringat di pelipisnya dengan salah satu lengan tangannya.


"Adiba kamu harus berjuang, aku yakin kamu kelak akan bahagia," ucap Adiba menyemangati dirinya sendiri.


"Tidak ada yang bisa bahagia untuk seorang pengkhianat seperti kamu," tegas Arsen yang baru saja tiba.


Adiba menoleh, ia tidak menyangka jika akan bertemu dengan orang yang sangat ia cintai. Di lubuk hatinya yang paling dalam ia masih menyimpan nama Adelio sebagai orang yang ia cintai untuk pertama dan terakhir kali dalam hidupnya. Melihat orang yang sangat ia rindukan ingin memeluknya seketika namun ia sadar orang yang berdiri didepannya mungkin menatap dirinya dengan jijik penuh kebencian.


Arsen tersenyum getir melihat reaksi sang mantan yang gagap itu.


"Tak menyangka jika kita bertemu disini setelah pengkhianatan yang kamu berikan. Wanita murahan, harusnya kamu tidak menggoda temanku. Kamu tahu gara-gara cewek murahan seperti kamu persahabatan kita hancur. Kalau kamu ingin selingkuh cari laki-laki lain jangan temanku," hina Arsen.


Adiba mengepalkan tangannya tidak terima akan tuduhan yang diberikan Adelio padanya.


"Cewek murahan apa tidak ada lagi yang bisa kamu goda hingga kamu bekerja sebagai cleaning servis," ejek Arsen.


Adiba yang mulai geram, sakit hatinya mendapatkan hinaan dari orang yang ia cintai, ia mendaratkan sebuah tamparan cukup keras dipipi mulus Adelio hingga memar merah. Adiba segera pergi dengan menutup kencang pintu dengan menahan isak tangisnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2